Harga Kopi di Malang Raya Seperti "Balon Udara" - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 7 Agu 2024 09:42 WIB ·

Harga Kopi di Malang Raya Seperti “Balon Udara”


 Aktifitas pengolahan Kopi. (IG Pendopo Kembang Kop) Perbesar

Aktifitas pengolahan Kopi. (IG Pendopo Kembang Kop)

BACAMALANG.COM – Dalam enam bulan terakhir, harga kopi di Kawasan Gunung Kawi dan Malang Raya mengalami lonjakan drastis, mirip balon udara yang dilepas ke angkasa. Fenomena ini diungkapkan oleh Pietra Widiadi, Founder Yayasan DIAL dan community learning Pendopo Kembangkopi.

“Sejak enam bulan terakhir, harga kopi di Kawasan Gunung Kawi dan Malang Raya melayang tinggi seperti balon udara. Untuk kopi asalan kering, harganya mencapai Rp 79 ribu per kg,” ujar Pietra, alumnus FISIP Universitas Airlangga.

Kenaikan harga kopi ini seiring dengan naiknya harga barang kebutuhan pokok lainnya, yang menjadi persoalan bagi masyarakat, terutama keluarga penikmat kopi.

Panen Raya dan Produksi Kopi

Panen raya telah dimulai di Dusun Ngemplak, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Meski belum banyak yang bisa dipanen karena menunggu buah merah ranum, dalam dua minggu terakhir, hampir 150 kg petik merah telah diperoleh dari lahan seluas hampir 1 hektar. Panen dilakukan secara reguler harian untuk pemilahan petik merah.

Penyebab Kenaikan Harga Kopi

Beberapa faktor penyebab kenaikan harga kopi antara lain:

1. Cuaca Buruk: Dalam dua tahun terakhir, panen kopi tidak cukup raya karena cuaca buruk atau perubahan cuaca yang tidak menentu.
2. Permintaan Tinggi: Permintaan kopi meningkat, sementara pasokan dari wilayah Malang dan sekitarnya tidak mencukupi.
3. Kekurangan Pasokan: Ketersediaan kopi dalam negeri mengalami kekurangan, meskipun Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi terbesar ketiga di dunia dan konsumen kopi terbesar kelima di dunia.

Harga kopi di tingkat konsumen, seperti di kedai kopi dan café, tidak ada patokan yang jelas, sehingga memicu gejolak harga di pasaran. Di perkotaan, banyak kedai kopi yang tidak menggunakan bahan kopi murni dalam penyajian, melainkan sirup kopi dan cream berasa kopi.

Peralihan Komoditi

Perubahan komoditi di kawasan Gunung Kawi, seperti di Kecamatan Wagir, Dau, dan Wonosari, menunjukkan tren petani yang beralih dari kopi ke jeruk manis. Petani menganggap jeruk lebih menjanjikan dibandingkan kopi, yang menyebabkan penurunan suplai kopi.

Kenaikan harga kopi tidak hanya dipengaruhi oleh cuaca, tetapi juga oleh gaya hidup konsumen, persepsi petani tentang harga jual, dan alih fungsi lahan. Di Kabupaten Malang, alih komoditi ke jeruk dan sawit, yang didorong oleh Bupati Malang, Sanusi, turut mempengaruhi suplai dan permintaan kopi.

Pemilik akun IG warung_kembangkopi, Pendopo_Kembangkopi, dan Piet_Widiadi menyimpulkan bahwa kenaikan harga kopi dipengaruhi oleh berbagai faktor, membuat pedagang kopi kesulitan menyesuaikan harga jual minuman kopi.

 

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 223 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

OJK Malang Gelar Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Mendukung Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan UMKM Kota Pasuruan

12 Mei 2026 - 09:43 WIB

Hotel Santika Premiere Malang Raih Penghargaan Lingkungan dari Pemkot, Aktif Kurangi Sampah Plastik

11 Mei 2026 - 22:16 WIB

KDMP Desa Jambuwer Kromengan Terima Mobil Operasional, Perkuat Layanan untuk Warga

11 Mei 2026 - 07:10 WIB

Gebyar UMKM “Harmoni Kreativitas Tanpa Batas”, Lowokwaru Berdayakan Lansia, Anak hingga Disabilitas

10 Mei 2026 - 17:19 WIB

“Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”, Saat Memori dan Kehangatan Keluarga Perlahan Memudar Karena Alzheimer

9 Mei 2026 - 22:00 WIB

BRI Malang Martadinata Tegaskan Lelang Agunan Sudah Sesuai Prosedur dan Aturan Hukum

6 Mei 2026 - 10:43 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !