Intensif Berdayakan Perempuan Nelayan, Founder SALAM: Jangan Sampai Nelayan Jadi Penonton di Kampung Sendiri - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 27 Jan 2024 21:11 WIB ·

Intensif Berdayakan Perempuan Nelayan, Founder SALAM: Jangan Sampai Nelayan Jadi Penonton di Kampung Sendiri


 Nelayan Kondang Merak pasca mendarat sedang santai sembari menimbang hasil tangkap gurita. (Dok SALAM) Perbesar

Nelayan Kondang Merak pasca mendarat sedang santai sembari menimbang hasil tangkap gurita. (Dok SALAM)

BACAMALANG.COM – Hingga sekarang
Sahabat Alam Indonesia (SALAM)
intensif melakukan pemberdayaan perempuan nelayan di kawasan Pantai Wisata Kondang Merak, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Lewat berbagai pemberdayaan tersebut, Founder Sahabat Alam Indonesia (SALAM) Andik Syaifudin menuturkan, pihaknya tak ingin nelayan hanya menjadi penonton di kampung sendiri.

“Jangan sampai nelayan menjadi penonton di kampung halamannya sendiri, karena produk usaha dikerjakan oleh orang luar desa bahkan investor yang menangkap adanya potensi yang bisa dikeruk hasilnya,” tegas Andik kepada BacaMalang.com, Sabtu (27/1/2024).

Pemberdayaan perempuan pesisir dengan pengenalan produk perikanan sebagai alternatif mata pencaharian keluarga nelayan sangat membantu mengurangi konflik keluarga yang berakibat sering ditemui anak-anak nelayan putus sekolah dan kekerasan rumah tangga pada perempuan dalam keluarga akibat faktor ekonomi

Potensi perikanan Malang Selatan dari hasil tangkap nelayan yang dihasilkan bapak-bapak dapat diolah menjadi nilai tambah keluarga ketika dijadikan produk turunan oleh ibu-ibu seperti pengolahan kuliner ikan bakar, oseng tuna, oseng gurita hingga produk ikan kemasan seperti abon ikan, stik ikan dan lain-lain.

Sehingga keuangan dari bapak-bapak hasil perikanan tangkap, dan keuangan ibu-ibu mengelola produk olahan di warung dan produk kemasan menjadi nilai tambah keuangan keluarga.

Salah satu produk olahan yang diharapkan mempunyai nilai tambah gizi dan ekonomi dari nelayan Pantai Kondang Merak. (Dok SALAM).

Sehingga kebutuhan keluarga (makan sehari-hari), bisa dipenuhi di warung atau produk olahan dan keluarga dapat menabung untuk kebutuhan lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan lain-lain.

Proses ini diharapkan dapat mengurangi kekerasan rumah tangga yang akibat kurangnya pemasukan keluarga.

“Kami mendorong sinergi hexahelix peran stakeholder baik instansi pemerintah, akademisi, swasta, kelompok masyarakat, NGO/organisasi pendamping dan media untuk membantu penguatan ekonomi nelayan,” urainya.

Pemberdayaan selayaknya dijalankan hingga di level keluarga dengan pelatihan-pelatihan produk olahan, proses pengemasan, pelatihan manajemen keuangan, membantu proses perizinan hingga membantu pemasaran baik secara langsung maupun penjualan online.

Pengolahan produk perikanan adalah wujud dari hilirisasi produk perikanan agar mempunyai nilai tambah bagi keluarga nelayan dari pada sekedar menjual ikan segar secara langsung, sehingga nelayan mendapat dua keuntungan yaitu penjualan ikan segar secara langsung oleh bapak-bapak dan produk olahan turunan dari hasil perikanan yang dijual ibu- ibu nelayan.

Implementasi pengembangan produk olahan perikanan sangat menjanjikan untuk dikembangkan di seluruh kelompok nelayan karena potensi kunjungan pariwisata di kawasan pesisir Selatan Malang sangat luar biasa.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 178 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Monev Maraton 4 Desa, Kecamatan Tirtoyudo Perkuat Transparansi APBDes 2025

27 April 2026 - 09:52 WIB

Kasus Judol di Batu Tetap Berjalan, Polisi Bantah Isu “Uang Damai”

27 April 2026 - 06:15 WIB

Fraksi PDIP Tegaskan Kewenangan Soal Plt Ketua DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir: Ini Tentang Amanah Rakyat

26 April 2026 - 19:30 WIB

Destana Wajib Dibentuk, BPBD Dorong Warga Kabupaten Malang Lebih Siaga Hadapi Bencana

26 April 2026 - 19:19 WIB

Bimtek di Gondanglegi Bidik Lahirnya Pebisnis Baru Perikanan

26 April 2026 - 17:48 WIB

Siaga Kemarau 2026, Relawan Malang Utara Perkuat Barisan Hadapi Krisis Air dan Karhutla

26 April 2026 - 14:04 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !