BACAMALANG.COM – Selama ini ada satu nasihat bijak yang kerap didengar yakni berinvestasilah emas karena harganya selalu naik. Emas sendiri telah lama menjadi instrumen investasi bagi masyarakat Indonesia.
Bahkan nilainya kerap membentuk harga tertinggi baru atau New All Time High, seperti yang terjadi dari harga emas sejak Covid-19 melanda dunia.
Babak lonjakan emas tertinggi dimulai pada tahun 2020, di mana harga emas tiba-tiba melompat ke level US$2.000/toz atau setara dengan sekitar Rp 1.000.000/gr setelah European Central Bank memutuskan untuk memberikan stimulus untuk merespons dampak pandemi Covid-19.
Sementara sejak perang Hamas-Israel pada Oktober 2023 lalu, harga emas terus melonjak hingga sempat menyentuh US$2.400/toz pada April tahun 2024 ini.
Investasi emas menjadi pilihan popular banyak investor karena logam mulia ini termasuk aset safe haven atau aset investasi yang aman di saat kondisi ekonomi dunia terguncang karena suatu krisis atau isu geopolitik, yang dapat mempertahankan nilainya ketika terjadi ketidakpastian ekonomi.
Sedangkan tahun 2025 nanti dengan tingkat inflasi tinggi yang menghantui hampir di seluruh negara berkembang dan maju, harga emas diramalkan akan menembus level US$3.000/toz, yang membuat investor penyimpan emas saat ini berpeluang mendulang keuntungan yang besar.

Pimpinan PT Bestprofit Futures Malang, Jawa Timur, Andri. (Nedi Putra AW)
Pimpinan PT Bestprofit Futures Malang, Jawa Timur, Andri menuturkan, pergerakan harga emas dunia setiap hari mencapai 10-20 poin.
Ketika ada rilis berita yang mempengaruhi nilai tukar dolar maka pergerakannya bisa mencapai 50-100 poin.
Dikatakan Andri, keuntungan berinvestasi emas karena dua hal, yakni aman terhadap inflasi karena harga emas cenderung stabil di tengah volatilitas pasar, yang membuat para investor dapat merasa aman meski terjadi inflasi yang tinggi.
“Kedua, karena mudah likuid, yakni emas termasuk aset yang mudah diperjualbelikan, sehingga investor bisa segera mendapatkan uang kapanpun mereka mau,” ujarnya, belum lama ini.
Menurut Andri, saat ini terdapat ragam jenis investasi emas yaitu emas fisik dan kontrak berjangka emas. Di antara keduanya mana yang lebih menguntungkan?
“Pada emas fisik, investor bisa dengan mudah membeli dan menjualnya di berbagai lembaga, namun keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar apabila tujuan investasinya hanya untuk jangka pendek dan memiliki jumlah berat emas yang tidak terlalu banyak. Selain itu emas fisik juga membutuhkan biaya penyewaan tempat penyimpanan apabila memiliki emas dalam jumlah yang banyak dengan nilai yang besar dan adanya biaya potongan ketika investor menjualnya,” papar Andri.
Sementara pada kontrak berjangka emas, imbuh dia, investor bisa menjadikannya sebagai pilihan alternatif investasi untuk mendapat peluang keuntungan setiap hari atau untuk memperbesar cash flow.
“Investor bisa memanfaatkan momen pasar setiap hari pada saat pembukaan pasar yang dibagi dalam tiga sesi yaitu pasar Asia, Eropa, dan Amerika Serikat,” tukasnya.
Andri menjelaskan, peluang keuntungan yang diperoleh oleh investor setiap hari dari trading kontrak emas berjangka dapat disimulasikan sebagai berikut, yaitu misal harga emas dibuka di level US$ 2.100/toz, lalu naik ke US$ 2.150/toz, maka investor mendapatkan keuntungan.
“Tapi itu apabila prediksi investor tepat yaitu melakukan posisi ‘Buy’ saat pembukaan pasar dan ternyata harga emas naik maka ada selisih 50 poin dari harga awal US$2.100 jika investor melakukan transaksi 1 lot saja berarti besar keuntungan : 1 lot X 50 poin X Rp 1.000.000 = Rp 50.000.000,” urainya.
Oleh karena itu Andri memberi tips langkah-langkah untuk mulai Trading Emas sebagai berikut, pertama buka akun rekening dengan pialang berjangka yang legal dan terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, salah satunya adalah PT Bestprofit Futures Malang, Jawa Timur.
Kedua melakukan setor dana ke rekening terpisah pada pialang berjangka.
“Pastikan dana anda ditransfer ke rekening terpisah bukan pada rekening pribadi milik broker atau pihak lain yang mengatasnamakan perusahan,” tegasnya.
Kemudian mulailah bertransaksi dengan terlebih dahulu memahami manajemen risiko dan seluk beluk produk yang ditransaksikan, dalam hal ini misalnya tentang kontrak berjangka emas, serta yang tak kalah penting harus mau belajar memantau pasar, mengingat harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor funadamental semisal kondisi geopolitik, dan ekonomi dunia.
“Dari seluruh uraian ini, maka keputusan investasi kembali di tangan anda. Baik emas fisik maupun kontrak emas berjangka, karena keduanya memberikan peluang keuntungan besar untuk para investor, tinggal tergantung dari tujuan investasinya,” pungkas Andri.
Pewarta : Nedi Putra AW
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki




















































