Kebut BIAN Untuk Penuhi Cakupan Imunisasi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 28 Jul 2022 21:15 WIB ·

Kebut BIAN Untuk Penuhi Cakupan Imunisasi


 Kebut BIAN Untuk Penuhi Cakupan Imunisasi Perbesar

BACAMALANG.COM – Pandemi Covid-19 membuat semua sektor terdampak, termasuk di bidang kesehatan, yakni imunisasi anak.

“Cakupannya menurun drastis, hingga mencapai lebih dari 60 persen,” ungkap dr Ariani M.Kes Sp.A (K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia saat Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dan Kegiatan Sosialisasi Advokasi Pelaksanaan Program Imunisasi di Hotel Santika Premiere Malang, Kamis (28/7/2022).

Dokter Ariani menambahkan, dalam upaya mengejar ketinggalan cakupan imunisasi tersebut pemerintah menggelar Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

“Anak usia 0-59 bulan diberi pentabio (imunisasi untuk difteri, pertusis dan tetanus (DPT)), polio dan imunisasi tambahan berupa MR atau Campak Rubella tanpa melihat status imunisasinya, apakah sudah pernah mendapat atau belum, semuanya diberikan,” terangnya.

Selain itu, imbuhnya, BIAN sangat penting karena selain kelompok rentan yang semakin banyak, sementara cakupan imunisasi masih rendah, ada pula penularan aktif di masyarakat yang belum terindentifikasi, serta respon terhadap KLB atau Kejadian Luar Biasa yang belum optimal.

Dokter Ariani menjelaskan, dari pemeriksaan terhadap anak-anak selama ini, masih paling banyak ditemui Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), diare, serta penemonia.

Oleh karena itu dr Ariani menekankan penting dan efektifitas imunisasi, karena akan membentuk kekebalan tubuh bagi anak-anak, sehingga apabila terinfeksi penyakit-penyakit tersebut di atas, setidaknya masih dapat bertahan, tidak sampai terlalu parah.

Senada dengan pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, ia juga menegaskan pentingnya imunisasi sebagai pencegahan anak-anak dari penyakit rubella.

“Penularannya lewat virus di udara (airborne), yang perlu diperhatikan, gejalanya pada ibu hamil adalah demam ringan atau ruam-ruam biasa seperti gatal atau bahkan tanpa gejala sama sekali,” tandasnya.

Salah seorang perwakilan imunisasi Ny. Laily dari Tasikmadu mengaku, dirinya selalu memeriksakan kondisi bayi dan dirinya dan di Posyandu Balita setempat serta rutin mengikuti imunisasi sesuai jadwal.

“Alhamdulillah, sejak lahir hingga anak saya saat ini sudah hampir berusia 4 tahun tidak pernah menderita sakit serius,” tutupnya. (ned)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Semarak HUT RI, Satlantas Polres Malang Bagikan Bendera Mini kepada Pengendara

17 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Semangat Kemerdekaan dan Jasa Pahlawan Kembali Dikenang Warga Kampung Baru Sumberpucung

17 Agustus 2026 - 09:37 WIB

HUT RI ke-81, Forkopimda Malang Gelar Renungan Suci di TMP Prayuda Nirwana

16 Agustus 2026 - 20:14 WIB

Waspada Penipuan Catut Nama Ketua GRIB JAYA Kabupaten Malang, Modus Jual Beli Mobil

16 Agustus 2026 - 06:42 WIB

Polisi Amankan Pelaku Pencurian di Sidorahayu Wagir, Aksinya Sempat Viral di Medsos

16 Agustus 2026 - 06:17 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga BTU Pajang Kisah Pahlawan di Depan Rumah

15 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !