BACAMALANG.COM – Kekeringan yang melanda Kabupaten Malang semakin meluas. Hingga 22 September 2026, sebanyak 11 desa di enam kecamatan tercatat mengalami krisis air bersih. Kondisi tersebut berdampak terhadap 14.794 jiwa atau 4.684 kepala keluarga (KK).
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menunjukkan, wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, BPBD bersama sejumlah instansi dan mitra terkait telah mendistribusikan 2.548.400 liter air bersih secara bertahap ke wilayah terdampak.
Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, menjadi wilayah dengan distribusi air bersih terbanyak, yakni mencapai 712.700 liter. Berikutnya Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, sebanyak 385.000 liter, dan Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, sebanyak 350.000 liter.
Sementara itu, dalam distribusi terbaru pada 22 September 2026, sebanyak 86.050 liter air bersih kembali disalurkan. Pengiriman dilakukan menggunakan lima armada dengan total 16 rit.
Air bersih tersebut didistribusikan ke sejumlah wilayah, yakni Desa Sitiarjo, Kedungbanteng, Karangkates, Kalirejo, Sumberpetung, Pagak, serta Puskesmas Sitiarjo.
Penanganan krisis air bersih ini melibatkan berbagai pihak. Di antaranya BPBD Kabupaten Malang, PMI Kabupaten Malang, Damkar, Perumda Tirta Kanjuruhan, PJT I Karangkates, pemerintah desa, hingga sejumlah mitra swasta.
Tak hanya menangani dampak kekeringan, BPBD Kabupaten Malang juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan Gunung Kawi dan Gunung Butak.
Pemantauan dilakukan melalui pos lapangan yang berada di wilayah Wagir dan Dau.
“BPBD bersama berbagai pihak terus melakukan distribusi air bersih dan pemantauan kondisi lapangan selama masa tanggap darurat kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, Kamis (24/9/2026).
Untuk memastikan penanganan berjalan cepat, posko siaga tanggap darurat tetap beroperasi selama 24 jam. Sistem monitoring juga diterapkan di 33 kecamatan melalui radio komunikasi dan layanan darurat.
Kondisi kekeringan tersebut membuat distribusi air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. BPBD bersama lintas instansi masih melakukan pemantauan sekaligus penyaluran air secara bertahap sesuai kondisi di lapangan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































