Kenaikan Harga Emas dan Kelompok Makanan Dorong Inflasi Kota Malang - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 4 Nov 2024 10:40 WIB ·

Kenaikan Harga Emas dan Kelompok Makanan Dorong Inflasi Kota Malang


 Pengunjung sebuah toko emas dan perhiasan di salah satu pusat perbelanjaan Kota Malang. Kenaikan harga emas termasuk mendorong inflasi Kota Malang. (Nedi Putra AW) Perbesar

Pengunjung sebuah toko emas dan perhiasan di salah satu pusat perbelanjaan Kota Malang. Kenaikan harga emas termasuk mendorong inflasi Kota Malang. (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada bulan Oktober 2024 mengalami inflasi bulanan sebesar 0,20% (mtm) meningkat dibanding bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar -0,14% (mtm).

Secara tahunan, Kota Malang tercatat mengalami inflasi sebesar 1,53% (yoy) dan 0,65% (ytd). Dengan demikian, inflasi tahunan periode Oktober 2024 di Kota Malang masih terkendali dalam rentang sasaran inflasi 2,5 + 1%.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Febrina, yang mengungkapkan bahwa tekanan inflasi Kota Malang pada Oktober 2024 tetap terjaga di kisaran sasaran inflasi.

Dikatakan Febrina, inflasi periode Oktober 2024 terutama didorong oleh kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,10% (mtm); kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,07% (mtm); kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dengan andil 0,04% (mtm); kelompok pakaian dan alas kaki dengan andil 0,02% (mtm); dan kelompok kesehatan dengan andil 0.02% (mtm).

“Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi pada kelompok transportasi dengan andil sebesar -0,06% (mtm). Sementara berdasarkan komoditasnya, inflasi terutama didorong oleh peningkatan harga emas perhiasan, daging ayam ras, tomat, Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan bawang merah, dengan andil masing-masing sebesar 0,07%, 0,05%, 0,03%, 0,03%, dan 0,02% (mtm),” paparnya, Sabtu (2/11/2024).

Kenaikan harga komoditas emas, imbuh Febrina, terjadi seiring dengan meningkatnya harga emas dunia. Kenaikan harga daging ayam ras terjadi akibat kenaikan harga pakan unggas.

“Adapun kenaikan harga sigaret kretek mesin terjadi seiring penyesuaian tarif cukai hasil tembakau (CHT) secara bertahap di tahun ini. Sementara itu, kenaikan harga tomat dan bawang merah terjadi seiring dengan berlalunya masa panen sehingga terjadi penurunan pasokan,” lanjutnya.

Sementara inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi yang terjadi terutama pada komoditas bensin, cabai merah, jagung manis, kentang, dan beras masing-masing dengan andil -0,06%, -0,03%, -0,02%, -0,02% dan -0,02% (mtm).

Demikian pula dengan kebijakan penurunan harga bensin yang terjadi di awal bulan November ini seiring penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

“Kalau penurunan harga cabai merah, kentang, dan jagung manis terjadi seiring masih terjaganya pasokan didukung oleh panen yang masih berlangsung. Komoditas beras terpantau cukup stabil ditengah masa panen gadu di berbagai sentra produksi,” tuturnya.

Febrina menegaskan, sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia Malang akan terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan penguatan program 4K yang meliputi Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi serta Komunikasi efektif, untuk menjaga level inflasi berada dalam rentang sasaran 2,5 ± 1% (yoy).

“Namun hal ini tentunya tidak terlepas dari koordinasi solid yang dilakukan TPID yang diwujudkan melalui sinergi kolaboratif dalam pengendalian inflasi, baik itu sidak pasar tradisional dan modern, pemantauan stok beras ke gudang Bulog, penyaluran bibit cabai bekerjama dengan Universitas Brawijaya dan Dispangtan Kota Malang kepada kelompok urban farming di Kota Malang, monitoring produksi tomat sebagai tindak lanjut hasil sidak pasar, pemantauan harga bahan pangan pokok selama bulan Oktober 2024, dan menindaklanjuti rekomendasi rapat mingguan pengendalian inflasi bersama Kemendagri selama Oktober 2024,” tutup Febrina.

Pewarta : Nedi Putra AW

Editor: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 112 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Perkuat Edukasi dan Literasi Keuangan, OJK Malang Kembali Hadir di Tong Tong Night Market 2026

14 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Rayakan HUT RI ke-81, KAI Daop 8 Tebar Diskon Tiket 17 Persen

13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

MAXUS Perkuat Layanan Kendaraan Listrik Premium di Malang melalui Dealer Resmi

13 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Malang Solidarity Sky Fest 2026, Layang-Layang Jadi Wadah Kreativitas dan Penggerak Ekonomi Kreatif

9 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Di Tengah Kondisi Perekonomian Tak Menentu, UMKM Kuliner Rindu Malang di Lawang Sukses Ciptakan Lapangan Kerja untuk Ibu-ibu

8 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Otsuka Perkuat Persahabatan Indonesia–Jepang Lewat Culture Exchange, Siswa Ciptakan Giboshi dari Botol Plastik Daur Ulang

6 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !