BACAMALANG.COM – Demi menjaga kesehatan komunitas Jamaah Mlaku Dlamak (JMD) setiap hari berjalan kaki tanpa menggunakan sepatu, komunitas JMD beranggotakan tidak lebih dari 20 orang, rata-rata usianya 60 tahun ke atas.
Sugianto alias Topan, mengatakan terbentuknya komunitas Jamaah Mlaku Dlamak (JMD) ini secara spontanitas.
“Setiap hari jalan-jalan dari jam 7 sampe jam 8 pagi, dari sinilah kemudian dibentuk komunitas Jamaah Mlaku Dlamak (JMD) yang beranggotakan 15 orang. Kenapa mlaku Dlamak, karena jalan kaki tanpa menggunakan alas (sepatu),” jelas Topan Usai sarapan pagi di Kantor Disnakertrans Kabupaten Malang, Selasa (26/7/2022)
Masih menurut Topan, awal terbentuknya komunitas ini, ada salah satu teman yang mengerti tentang kesehatan, kemudian dibentuk komunitas JMD.
“Awalnya jalan biasa setiap pagi, lalu ada salah seorang dari teman yang mengerti tentang kesehatan, jalan kaki tanpa alas bisa menyembuhkan kan penyakit, seperti saya yang awalnya punya asam urat, setelah saya pakai jalan jalan tanp alas asam uratnya bisa sembuh, dari sinilah kemudian di bentuk komunitas Jamaah Mlaku Dlamak (JMD),” terang Sugianto yang biasa di panggil topan karena mirip Topan selaku koordinator JMD.
Topan menambahkan, setiap habis jalan-jalan sarapan di warung, kali ini sarapan di kantor Disnakertrans, tak hanya sarapan JMD juga memiliki tugas sosialisasi
“Saya dengan Kepala Disnaker kenal cukup baik, biasanya habis jalan-jalan makan di warung, kali ini kita makan pagi di kantor disnakertrans, kita juga ada misi mensosialisasikan pada masyarakat agar mendaftarkan keluarga melalui PJTKI resmi,” bebernya.
Sementara Kepala Disnakertrans Kabupaten Malang,Drs.Yoyok Wardoyo, menjelaskan, komunitas JMD mereka semua adalah teman.
“Jadi, mereka semua ini adalah teman dekat saya, memang saya belum pernah ikut konsep JMD belum pernah ikut Mlaku Dlamak, awalnya saya ditelpon temen saya “aku sandalan jepit, oleh a mampir kantore sampean a”, oleh gak Popo jawab Yoyok,” tapi wong akeh”, Iyo gapopo kata Yoyok, “ya wes siapno sarapan”, cuman beliau yang bayar, intinya silahturrahmi karena teman lama,” ujar Yoyok Kadisnakertrans Kabupaten Malang.
Yoyok melanjutkan, dirinya sering mempertemukan pengusaha dengan para teman disabilitas
“Salah satu teman saya namanya pk Usman adalah seorang pengusaha, jika ada teman-teman difabel yang perlu bantuan, ya, saya menghubungi pk Usman, intinya saya menjembatani teman defabel dengan pengusaha,” jelasnya.
Yoyok menambahkan, keberadaan komunitas JMD diapresiasi oleh Kadisnakertrans Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo.
“Saya mengapresiasi kegiatan komunitas JMD, karena untuk kesehatan, obahe sikil agawe kesehatan e awak, namun sebetulnya ada aktifitas sosial yang menjadi tujuan komunitas ini,” imbuhnya.
Masih kata Yoyok aktifitas sosial itu demi kemanfaatan umum.
“Jadi saya sering menghubungkan teman teman disabilitas dengan pengusaha, teman disabilitas yang ingin mengadakan pelatihan kita hubungkan dengan pengusaha, intinya pengusaha memberikan manfaat bagi saudara saudaranya dan masyarakat umum,” urainya.
Selain itu aktifitas sosial yang dilakukan JMD, memberi kesempatan kepada saudara yang disabilitas, serta anak muda agar memiliki ketrampilan dan keahlian.
“Karena pengusaha memiliki program dan anggaran, maka kita hubungkan. Sebagaiman program bupati, setiap Kepala dinas harus memiliki inovasi, oleh sebab itu, saya ucapkan terimakasih kepada teman teman Disnakertransb yang telah memberikan kemaslahatan bagi masyarakat umum, seperti anak-anak risko ini, mereka kita beri pelatihan dengan memanfaat kan BLK Provinsi dan BLK Kementrian, agar anak anak muda ini memiliki keahlian bekerja di industri dan ketrampilan berwirausaha,” pungkasnya. Selasa (26/7/2022).(Him)





















































