Kota Malang Bakal Punya Museum Kematian di Sukun - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 20 Feb 2021 16:51 WIB ·

Kota Malang Bakal Punya Museum Kematian di Sukun


 Kota Malang Bakal Punya Museum Kematian di Sukun Perbesar

BACAMALANG.COM – Kota Malang bakal punya satu museum lagi. Museum itu lokasinya di kawasan Taman Pemakaman Umum (TPU) Sukun Nasrani, di Kecamatan Sukun Kota Malang.

“Sebenarnya kami masih mengharapkan saran apakah memang akan jadi museum atau semacam galeri,” ungkap Hariani, dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Sabtu (20/2/2021).

Wanita yang sebelumnya menjabat sebagai jurubicara Pokdarwis Koeboeran Londo di TPU Sukun ini mengatakan, pada intinya museum ataupun galeri ini akan mengusung nama “Koeboeran Londo”.

Ia menuturkan, bahwa pengunjung nantinya bukan hanya menghadiri pemakaman saja, namun dapat melihat koleksi makam, mulai foto-foto, mulai para tokoh dan prosesi pemakaman, hingga alat musik seperti piano dan gitar.

“Intinya kami ingin mengedukasi bahwa pemakaman itu bukanlah sesuatu yang menyeramkan, ada sisi lain yang juga tak kalah menarik untuk disimak, apalagi di sini banyak makam kuno jaman Belanda maupun Jepang dengan segala aksesorisnya,” jelasnya.

Hariani juga menerangkan, bahwa nanti ada ada story telling juga terkait koleksi yang ada. Ia menyebut nama Dolly, atau Madam Dollira Chavid, bos lokalisasi prostitusi Gang Dolly Surabaya.

“Selain itu mungkin tidak banyak yang tahu kalau G. Chr. Renardel de Lavalette, yang mempunyai saham besar dalam pendirian Rumah Sakit Lavalette juga dimakamkan di sini,” ungkapnya.

Namun Hariani mengaku pihaknya juga terus berupaya mengumpulkan data maupun koleksi untuk kelengkapan museum atau galeri yang dijadwalkan akan dibuka bersamaan dengan HUT Kota Malang pada 1 April 2021 mendatang.

Sementara Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Profesor Djoko Saryono berharap, museum atau galeri ini nantinya berkonsep sebagai live museum, bukan hanya sekedar menampilkan artefak saja.

Menurut dia, mendirikan museum memang tidak sederhana, karena selain sebagai galeri untuk publik, sebaiknya juga menampilkan berbagai fungsi.

“Nanti akan ada fungsi rekreatif, yang mungkin bisa dihubungkan dengan dark tourism misalnya. Sementara itu jika ada fungsi edukatif, tentu museum ini akan menjadi tempat diskusi orang-orang dari berbagai disiplin ilmu, mulai antroplogi, arkeologi hingga sastra,” paparnya.

Djoko mengatakan, bahan diskusinya tentang kematian itu sendiri, baik dari upacara, tradisi, sejarah kemanusaiaan, kebudayaannya, maupun penyakit yang terjadi berdasarkan tulang belulang yang ada.

“Namun jangan lupa, nanti bisa juga ditambahkan fungsi sosial, fungsi spiritual serta fungsi ekonomis,” tandasnya. (ned/zuk)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Batu Perkuat Komitmen Pelayanan Humanis dan Sinergi Jaga Kamtibmas

1 Juli 2026 - 15:34 WIB

Deteksi Dini TBC di Poncokusumo: 180 Warga Jalani Skrining, 10 Orang Terindikasi Sugestif

1 Juli 2026 - 13:32 WIB

Asah Kemampuan Penyidik, Satreskrim Polres Malang Tuntaskan Dikbangpes Bintara Reserse Mandiri 2026

1 Juli 2026 - 13:00 WIB

Viral Usai Bobol Konter HP, Residivis Spesialis Curat Dibekuk Satreskrim Polresta Malang Kota

1 Juli 2026 - 09:39 WIB

BeSS Resort Malang Ajak Anak Belajar dari Alam Lewat “Kembali ke Kebun”

1 Juli 2026 - 09:34 WIB

Polres Batu Tuntaskan 6 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Seluruh Berkas Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan

1 Juli 2026 - 09:21 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !