Kukuhkan Sebagai Salah Satu Kampus Ramah Disabilitas, UB Wisuda Lima Mahasiswa Difabel - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 11 Mar 2024 14:47 WIB ·

Kukuhkan Sebagai Salah Satu Kampus Ramah Disabilitas, UB Wisuda Lima Mahasiswa Difabel


 Wisudawan difabel low vision Dhimas Dadyo Wicaksono, S.Sos saat mengikuti prosesi Wisuda Periode XIV di Gedung Samantha Krida, Minggu (10/3/2024). Selain Dhimas, acara ini juga diikuti wisudawan difabel lainnya antara lain Hafiz Ilmi, A.Md.Kom, Hafiza Kartikasari, A.Md.Kom, Endjie Apta Martiazharine, A.Md.Kom, dan Rizkya Adin Ardiansyah,A.Md.Kom. (ist) Perbesar

Wisudawan difabel low vision Dhimas Dadyo Wicaksono, S.Sos saat mengikuti prosesi Wisuda Periode XIV di Gedung Samantha Krida, Minggu (10/3/2024). Selain Dhimas, acara ini juga diikuti wisudawan difabel lainnya antara lain Hafiz Ilmi, A.Md.Kom, Hafiza Kartikasari, A.Md.Kom, Endjie Apta Martiazharine, A.Md.Kom, dan Rizkya Adin Ardiansyah,A.Md.Kom. (ist)

BACAMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) meluluskan 767 wisudawan pada Wisuda Periode XIV, di Gedung Samantha Krida, Minggu (10/3/2024). Dari jumlah tersebut terdapat lima wisudawan difabel, yakni Dimas Dadyo Wicaksono, S.Sos, Hafiz Ilmi, A.Md.Kom, Hafiza Kartikasari, A.Md.Kom, Endjie Apta Martiazharine, A.Md.Kom, dan Rizkya Adin Ardiansyah, A.Md.Kom.

Dhimas Dadyo Wicaksono, S.Sos lulus dari Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB dengan IPK 3,57. Disabilitas low vision tidak membuatnya kesulitan dalam proses perkuliahan.

“Lingkungan fakultas dan kampus cukup ramah dalam menyediakan akses dan layanan bagi difabel. Saya tidak pernah pakai pendamping baik saat belajar di kelas, turun lapang untuk KKN/Magang, ataupun pengerjaan skripsi,” ujarnya, Senin (11/3/2024).

Dhimas juga sangat bersyukur karena mendapatkan banyak bantuan dari dosen-dosen Prodi Sosiologi saat mengalami kesulitan membayar UKT.

Pemuda asal Surabaya ini juga aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya BEM FISIP, Fordimapelar, BGC, dan Forum Mahasiswa Peduli Inklusi (FORMAPI).

Ia juga membuat KOPINUS, yakni Komunitas Peduli Inklusi Nusantara (IG: @ko_pinus).

“Sejak saat itu saya fokus melakukan pergerakan sosial dalam rangka menyebarkan dan meningkatkan benih inklusivitas di tengah masyarakat, sehingga KOPINUS menjadi salah satu komunitas berskala nasional yang fokus dalam isu-isu inklusivitas,” jelasnya.

Prestasinyapun cukup banyak, di antaranya Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional 2018 oleh Universitas Hang Tuah, Juara 3 lomba lari 100M dalam Kejuaraan Nasional 2019, oleh National Paralympic Committee of Indonesia, Best Speaker dalam TEDx Universitas Brawijaya 2020 di Kota Malang, serta dinobatkan sebagai mahasiswa terinspirasi UB dalam Program Euphoria Brawijaya 2021. Ia juga pernah menjadi asisten praktikum pengabdian di desa.

Saat ini Dhimas sedang berwirausaha dalam bidang pariwisata dan kuliner. Ke depannya ia berencana melanjutkan S2 apabila ada kesempatan dan beasiswa.

Sementara Hafiz Ilmi, A.Md.Kom lulus dari Fakultas Vokasi, Program Studi D3 Teknologi Informasi dengan IPK 3,71. Saat ini Hafiz tengah melanjutkan kuliah S1 Teknik Informatika di Fakultas Teknik UB.

“Saya sengaja mengambil jurusan komputer karena hobi main komputer sejak kecil, dan saya memiliki mimpi bisa mengembangkan aplikasi untuk masa depan,” kata pemuda asal Pesisir Selatan, Sumatera Barat ini.

Hafiz mengaku nyaman berkuliah di UB karena ada aksesibilitas bagi difabel tuli, sehingga Ia bisa berkomunikasi dengan baik.

Hambatan ia rasakan selama pandemi Covid, saat berusaha belajar dengan aktif bertanya kepada teman sekelas maupun lain kelas untuk membantunya belajar dengan benar, agar ia benar-benar memahami materi perkuliahan.

“Alhamdulillah dengan berusaha dan aktif bertanya, kuliah lancar dan bisa lulus D3. Selanjutnya saya ingin bekerja di tempat yang terbaik untuk mengembangkan potensi saya, atau melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Yang penting percaya diri dalam pengembangan diri, jangan menyerah, tetap berusaha terus menerus sampai berhasil,” tandas Hafiz.

Hafiza Kartikasari, A.Md.Kom, yang akrab dipanggil Tika ini lulus dari Fakultas Vokasi, Program Studi D3 Teknologi Informasi dengan IPK 3,73.

“Bisa berkuliah di UB dan bertemu dengan teman-teman sesama difabel menurut saya sangat berkesan sekali, karena bisa belajar dan bercerita tentang pengalaman kuliah di program studi masing masing,” ungkapnya.

Seperti Hafiz, meski sempat mengalami kesulitan berkomunikasi dengan teman-teman dengar, difabel tuli ini tetap bersemangat dalam menyelesaikan kuliahnya.

“Tetap semangat belajar! Meskipun ada kendala untuk kita para difabel, bukan alasan untuk berhenti kuliah. Tetap berjuang dan jangan menyerah,” kata gadis asal Kediri ini.

Saat ini Tika sudah diterima bekerja di di bagian Keuangan Dinas Pendidikan Kota Kediri.

Ada pula Endjie Apta Martiazharine, A.Md.Kom, yang biasa dipanggil Atta ini, juga lulus dari Fakultas Vokasi, Program Studi D3 Teknologi Informasi dengan IPK 3,71.

Gadis asli Malang ini mengaku mendapat banyak pengalaman saat mengikuti organisasi Forum Mahasiswa Peduli Inklusi Universitas Brawijaya (FORMAPI), yakni wadah bagi mahasiswa difabel dan non-difabel di UB.

“Di organisasi itu saya banyak terlibat dalam kegiatan awareness untuk difabel, serta aktif dalam sie kehumasan,” terangnya.

Saat kuliah, Atta sering belajar bersama dan berdiskusi dengan teman-temannya untuk menambah ilmu.

Saat ini ia sudah bekerja sebagai staff IT di sebuah perusahaan, sambil mempersiapkan diri mengikuti tes CPNS.

“Saya berharap teman-teman difabel semangat dalam proses belajar dan pengembangan diri, supaya bertambah ilmu manfaatnya untuk masa depan,” tegasnya.

Selanjutnya, Rizkya Adin Ardiansyah, A.Md.Kom yang juga lulus dari Fakultas Vokasi, Program Studi D3 Teknologi Informasi dengan IPK 3,43 ini mengambil bidang minat Business digital & E- Commerce.

“Saya tertarik mengambil jurusan ini karena ingin belajar lebih banyak tentang bisnis dalam digital marketing, dan saya memiliki mimpi bisa mengembangkan aplikasi untuk promosi menjual seperti TikTok Ads dan Google Ads dan Instagram Ads,” jelas lulusan asal Kediri ini.

Pemuda yang akrab disapa Adin ini juga mengaku nyaman berkuliah di UB karena ada pendamping dan juru bahasa isyarat untuk membantu materi perkuliahan bagi mahasiswa tuli, sehingga ia bisa berkomunikasi dengan baik, tanpa ada hambatan dan kesulitan.

“Saya berencana melanjutkan studi S1 tahun ini. Setelah lulus nanti akan lanjut mencari pekerjaan, mungkin melamar CPNS atau BUMN. Saya harap teman-teman difabel tuli tetap semangat mengembangkan diri dan menambah pengalaman untuk masa depan lebih baik,” pungkasnya.

Pewarta : Nedi Putra AW

Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 172 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Diduga Mengantuk, Pemotor Asal Pasuruan Tabrak Truk Parkir di Lawang

19 Juni 2026 - 08:42 WIB

GMNI Kabupaten Malang Bangkitkan Tradisi Diskusi, Tegaskan Marhaenisme Relevan Hadapi Krisis Keadilan Sosial

19 Juni 2026 - 06:16 WIB

Sidang Pencurian 220 Keping Emas Antam di PN Malang Memanas, Korban Pertanyakan Hilangnya 11 Barang Bukti

18 Juni 2026 - 21:31 WIB

Diduga Gelapkan Mobil Jaminan Fidusia, Seorang Debitur Dilaporkan ke Polresta Malang Kota

18 Juni 2026 - 20:44 WIB

Pemkot Malang Luncurkan Rumah PIJAR, Pendampingan Penyandang Disabilitas Mental Berbasis Keluarga

18 Juni 2026 - 20:04 WIB

Lansia Ditemukan Tewas di Sumur Belakang Rumah di Pakis

18 Juni 2026 - 18:44 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !