“Lapas Malang Mendengar”, Kalapas Serap Aspirasi Warga Binaan Lewat Kuesioner - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 26 Sep 2026 14:34 WIB ·

“Lapas Malang Mendengar”, Kalapas Serap Aspirasi Warga Binaan Lewat Kuesioner


 Kalapas Kelas I Malang Christo Victor saat memberikan informasi terkait kuesioner kepada warga binaan. (ist) Perbesar

Kalapas Kelas I Malang Christo Victor saat memberikan informasi terkait kuesioner kepada warga binaan. (ist)

BACAMALANG.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang terus membuka ruang komunikasi dengan warga binaan sebagai bagian dari upaya mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan serta pembinaan.

Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, bersama jajaran pejabat struktural turun langsung ke sejumlah blok hunian, Jumat sore (25/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, jajaran Lapas membagikan kuesioner kepada warga binaan untuk menampung berbagai masukan, mulai dari kritik, saran, apresiasi hingga harapan terhadap pelayanan di dalam lapas.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Malang memperkuat komunikasi dua arah dengan warga binaan. Sebelumnya, Kalapas juga telah beberapa kali menggelar dialog secara langsung untuk mendengar berbagai hal yang dirasakan warga binaan selama menjalani proses pembinaan.

Kali ini, ruang komunikasi tersebut diperluas melalui kuesioner bertajuk “Lapas Malang Mendengar”. Kuesioner ini sekaligus menjadi salah satu instrumen evaluasi terhadap pelayanan selama kurang lebih lima bulan masa kepemimpinan Christo Victor.

Melalui kuesioner tersebut, warga binaan diberikan kesempatan menyampaikan pengalaman dan pandangan secara lebih leluasa, termasuk hal-hal yang mungkin sulit disampaikan dalam forum terbuka.

Sejumlah aspek pelayanan menjadi bagian dari pertanyaan dalam kuesioner, di antaranya kemudahan memperoleh layanan, komunikasi dan sikap petugas, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, keamanan dan ketertiban, program pembinaan, hingga ruang untuk menyampaikan kritik, saran dan harapan.

Saat menyerahkan kuesioner, Christo meminta warga binaan memberikan jawaban secara jujur sesuai dengan kondisi yang mereka rasakan.

“Teman-teman warga binaan, tolong diisi dengan jujur. Mana pelayanan yang belum maksimal? Mana yang sudah berubah lebih baik? Agar kami dapat mengevaluasi yang dirasa kurang dan mempertahankan yang sudah baik,” tutur Christo.

Ia juga meminta warga binaan menjaga lembar kuesioner tersebut dan menyerahkannya secara langsung kepada dirinya.

“Jawaban ini besok akan saya ambil sendiri dari blok ke blok. Tolong dijaga lembar kuesioner ini, serahkan hanya kepada saya,” imbuhnya.

Menurut Christo, kuesioner tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan komunikasi secara langsung yang selama ini telah dibangun. Sebaliknya, mekanisme tersebut menjadi pelengkap agar warga binaan memiliki ruang alternatif dalam menyampaikan pendapat.

“Kami sudah beberapa kali berdialog langsung dengan warga binaan. Namun kami memahami bahwa tidak semua hal mudah disampaikan dalam forum terbuka. Karena itu, kami membuka ruang melalui kuesioner agar warga binaan dapat menyampaikan apa yang dirasakan dengan lebih leluasa,” jelasnya.

Ia menegaskan, masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Lapas Malang untuk melihat pelayanan yang perlu dipertahankan maupun aspek yang masih membutuhkan perbaikan.

“Kami tidak mencari jawaban yang baik untuk kami, tetapi masukan yang jujur dari warga binaan. Kalau ada yang sudah baik, sampaikan agar bisa kami pertahankan. Kalau ada yang masih perlu diperbaiki, sampaikan juga. Karena dari suara itulah kami bisa tahu apa yang harus kami jaga dan apa yang perlu kami tingkatkan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Kalapas bersama jajaran tidak sekadar membagikan kuesioner. Mereka juga berinteraksi langsung dengan warga binaan di masing-masing blok hunian.

Kehadiran pimpinan dan jajaran di tengah warga binaan menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang terbuka dan humanis, sekaligus memahami secara langsung pengalaman warga binaan dalam menerima pelayanan dan mengikuti program pembinaan.

Bagi Lapas Malang, pelayanan prima tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan standar dan prosedur. Pelayanan juga membutuhkan keterbukaan untuk mendengar, memahami kebutuhan penerima layanan, melakukan evaluasi dan menindaklanjuti masukan yang relevan.

Hasil kuesioner selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi internal jajaran Lapas Malang dalam menjaga kualitas pelayanan dan pembinaan. Masukan tersebut juga diharapkan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan warga binaan dari sudut pandang penerima layanan.

“Bagi kami, warga binaan adalah masyarakat yang bukan hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga bagian dari proses perbaikan pelayanan Lapas Malang. Jadi, jangan ragu untuk menyampaikan apa yang dirasakan. Kami hadir untuk mendengar dan bersama-sama menjaga pelayanan yang sudah baik agar menjadi semakin baik,” pungkas Christo.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

BAZNAS-BPBD Kirim 5.000 Liter Air Bersih, Warga Arjosari Kalipare Terbantu Hadapi Kekeringan

26 September 2026 - 16:35 WIB

Curanmor Masuk Kampus, Motor Mahasiswi Dirampas Saat Hendak Pulang Kuliah

26 September 2026 - 11:02 WIB

Satreskrim Polres Malang Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim, Diisi Doa dan Santunan

26 September 2026 - 09:43 WIB

UB dan MAN 2 Kota Malang Ukir Prestasi di ISFO OJK 2026, Bawa Nama Malang Raya ke Level Nasional

25 September 2026 - 20:37 WIB

Gugur Gunung, HOD ASTON Inn Batu & ASTON Gejayan Yogyakarta Jaga Kelestarian Kawasan Lereng Gunung Arjuno

25 September 2026 - 20:10 WIB

Polisi Dalami Laporan Dugaan Kekerasan terhadap Siswa SMPN 18 Malang

25 September 2026 - 20:08 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !