BACAMALANG.COM – Koperasi syariah di Indonesia terus berkembang sebagai alternatif sistem ekonomi berbasis keadilan dan transparansi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah koperasi aktif di Indonesia mencapai 127.846 unit, dengan peningkatan signifikan dalam koperasi berbasis syariah dari 1.591 unit pada 2013 menjadi 4.011 unit pada 2023.
Meski mengalami pertumbuhan, koperasi syariah masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal literasi keuangan syariah dan pemahaman masyarakat mengenai prinsip koperasi berbasis syariah. Banyak yang masih menganggap koperasi syariah sama dengan koperasi konvensional, padahal terdapat perbedaan mendasar dalam sistem akad dan pengelolaan keuangan.
Menanggapi tantangan ini, Kopkar Aqua Klaten menggelar Seminar Sosialisasi Koperasi Syariah bagi anggota koperasi karyawan PT Tirta Investama (Aqua) Klaten pada Minggu, 25 Mei 2025. Acara berlangsung di PT Tirta Investama Klaten, Desa Wangen, Polanharjo, Klaten, dengan tujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep dan prinsip koperasi syariah sesuai fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
Narasumber utama dalam acara ini adalah M. Syauqi Haris, S.Kom, M.Kom, seorang konsultan koperasi syariah nasional dari Kota Batu yang telah tersertifikasi DSN-MUI. Dengan pengalaman luas dalam membimbing berbagai koperasi menuju sistem berbasis syariah,
Pria yang juga CEO narasumber.id itu, menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat terhadap koperasi syariah.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat memahami koperasi syariah secara menyeluruh, bukan hanya sepotong-sepotong. Prinsipnya sudah tertuang dalam fatwa DSN-MUI, koperasi hanya perlu menerapkannya dengan bantuan Dewan Pengawas Syariah Koperasi,” ujar Syauqi Haris dalam sesi diskusi interaktif.
Acara ini didukung oleh dana pendidikan koperasi dan menjadi langkah awal menuju penerapan prinsip koperasi syariah secara lebih komprehensif. Ke depan, Kopkar Aqua Klaten berkomitmen mengembangkan sistem koperasi berbasis syariah agar lebih dipahami dan diterapkan dalam skala luas.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga





















































