Malang Movement Satukan Komunitas, Gaungkan Aksi Inklusif, Stop Bullying, dan Gaya Hidup Hijau - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EVENT & ACARA · 31 Okt 2026 15:15 WIB ·

Malang Movement Satukan Komunitas, Gaungkan Aksi Inklusif, Stop Bullying, dan Gaya Hidup Hijau


 Aksi berbagi sayur dengan mengenakan baju adat, sebagai rangkaian Malang Movement: Inclusive Culture, Youth Empowerment, and Green Action Festival di Alun-Alun Kota Malang,  Sabtu (31/10/2026). (Nedi Putra AW).
Perbesar

Aksi berbagi sayur dengan mengenakan baju adat, sebagai rangkaian Malang Movement: Inclusive Culture, Youth Empowerment, and Green Action Festival di Alun-Alun Kota Malang, Sabtu (31/10/2026). (Nedi Putra AW).

BACAMALANG.COM-Kawasan Alun-Alun Kota Malang menjadi pusat perhatian pada Sabtu (31/10/2026), melalui pergelaran “Malang Movement: Inclusive Culture, Youth Empowerment, and Green Action Festival”. Kolaborasi lintas komunitas di Malang dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus membangun kepedulian terhadap isu inklusi disabilitas dan kesadaran ADHD, ini menjadi wadah selebrasi bagi pemuda dan masyarakat Malang untuk bergerak bersama menciptakan dampak nyata bagi lingkungan dan kesetaraan sosial.

Kolaborasi ini melibatkan Komunitas Pejuang Mimpi Indonesia, yang mendukung partisipasi sahabat disabilitas, pendampingan peserta, serta penampilan bakat dan kreativitas, Komunitas Langkah Kecil Celina, dengan berbagi mimpi, mendampingi sahabat disabilitas, menguatkan kepercayaan diri, serta mendukung pelestarian budaya dan koordinasi komunitas.

Ada pula Mas Miss Inspiratif yang menggerakkan kampanye sosial, anti-kekerasan, anti-perundungan, dan keteladanan pemuda, serta Dokter Plant yang mendukung edukasi kepedulian lingkungan, pangan, dan kegiatan berbagi sayuran.

Hadir pula Gen Green, dengan dorongan ekonomi hijau, green soft skills, gaya hidup ramah lingkungan, dan partisipasi pemuda serta mitra potensial baik dari pemerintah daerah (Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang), pengelola Macito, pengelola kawasan Alun-Alun Kota Malang, serta para relawan.

Momen Malang Movement, ini juga dimanfaatkan sebagai kampanye anti bullying pada anak yang kasusnya semakin marak belakangan ini.

“Ini wajib menjadi perhatian serius bagi kita semua,” ungkap Sri Rahayu, S.P., founder Pejuang Mimpi, di sela kegiatan kepada BacaMalang.com.

Penampilan Malang Youth Orchestra dalam Malang Movement: Inclusive Culture, Youth Empowerment, and Green Action Festival,di Alun-Alun Kota Malang, Sabtu (31/10/2026). (Nedi Putra AW).

Menurutnya poin penting dan misi gerakan ini adalah Stop Bullying, sebagai gerakan kesadaran untuk menghentikan aksi perundungan pada semua anak, tanpa memandang kondisi fisik maupun disabilitas. Edukasi & Pembinaan Karakter,s ebagai upaya mendorong wadah pembinaan khusus yang edukatif bagi anak-anak agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Aksi kolaborasi sosial kami juga menggandeng berbagai elemen seperti Dr. Plan untuk edukasi dan pembagian pupuk organik gratis), Happy Tani , yakni berbagi sayur hasil panen, hingga agenda City Tour dengan bus Macito bagi anak-anak,” jelasnya.

Sri Rahayu juga mendorong adanya evaluasi terhadap regulasi dan penanganan hukum bagi anak pelaku tindak pidana. Ia menilai, mengembalikan anak pelaku ke orang tua tanpa pembinaan khusus belum memberikan efek jera yang optimal.

“Harusnya anak-anak ini dibina di sebuah wadah pembinaan khusus—bukan penjara, tapi seperti sekolah—agar mereka tidak mengulangi perbuatan serupa,” tandas Ketua Yayasan Pejuang Mimpi ini.

Momentum Malang Movement melalui aksi sosial dan seni inklusif ini didampingi langsung oleh akademisi dari Politeknik Negeri Malang (Polinema), Ayu Wulansari, S.E., M.M.

Ia menyampaikan bahwa pergelaran ini sengaja menempatkan pemuda dan anak-anak sebagai perencana utama kegiatan untuk memunculkan potensi serta kepemimpinan generasi muda.

“Rangkaian acara diwarnai dengan kampanye sosial, pertunjukan bakat dari anak-anak disabilitas, penampilan tarian dari Pejuang Mimpi, hingga pertunjukan Malang Youth Orchestra,” ujarnya.

Pendamping Komunitas Langkah Kecil Celina ini menambahkan, selain merayakan semangat pemuda lewat berbagai penampilan bakat anak-anak disabilitas dan tari-tarian, pihaknya juga sekaligus meluncurkan gerakan Green Lifestyle di Kota Malang.

Sebagian peserta Malang Movement: Inclusive Culture, Youth Empowerment, and Green Action Festival,di Alun-Alun Kota Malang, Sabtu (31/10/2026). (Nedi Putra AW).

“Kami ingin mendorong terciptanya ruang aman, nyaman, ramah disabilitas, serta hijau dan bersih bagi seluruh warga. Sementara guna menambah semarak nuansa kepemudaan dan kebudayaan, para peserta sengaja mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah,” paparnya.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan penuh dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, salah satunya melalui fasilitas tur keliling kota menggunakan bus Macito.

Ayu menambahkan bahwa pendampingan komunitas ini merupakan bentuk perwujudan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di luar kampus, sejalan dengan perannya di bidang Pengembangan Karir, Kewirausahaan, dan Pemberdayaan Masyarakat Polinema.

“Kami ingin anak-anak muda ini tampil sebagai aktor utama perubahan. Langkah kecil mereka hari ini adalah awal dari Kota Malang yang lebih inklusif dan hijau di masa depan,” pungkas Dosen Jurusan Administrasi Bisnis Polinema ini.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Sold Out di Malang, GJLS Berapi-Api Angkat Kisah Damkar dalam Balutan Komedi Aksi

25 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Pergulatan Tiga Pelukis Perempuan: Dari Alam, Luka Batin, hingga Pencarian Diri

25 Oktober 2026 - 07:54 WIB

Pamerkan 150 Jenis Satwa, UB Hadirkan Kontes Bertaraf Nasional di Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya 2026

24 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Meriahkan Dies Natalis ke-64, Rektor UB Ajak Masyarakat Kenali Kekayaan Genetik Satwa Lewat Prana Satwa Brawijaya 2026

24 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya 2026 Hadir di UB, Tampilkan Kontes Ayam Hias hingga Kucing

23 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Kolaborasi Sosial AZZAHRA dan Raja Bakar Seafood, Rawat Gerakan Berbagi di Kota Malang

21 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Trending di EVENT & ACARA

©Hak Cipta Dilindungi !