BACAMALANG.COM – Saat ini, pemerintah pusat sedang melakukan Berbagai upaya untuk mengembangkan potensi masyarakat ke arah digital. Alasannya, pada tahun 2030 mendatang, dibutuhkan sebanyak 47 juta talenta digital. Tantangan kebutuhan ini harus diimbangi dengan potensi digital yang dimiliki saat ini.
Indonesia sekarang menjadi rumah bagi 2.229 startup atau terbanyak kelima di dunia. Selain itu juga memiliki satu startup decacorn dan delapan startup unicorn.
Ngalup Collaborative Network menjemput peluang tersebut dengan bertindak sebagai program accelerator membuat berbagai kegiatan.
“Kami berkolaborasi dengan beberapa stakeholder maupun Venture Capital untuk mengembangkan potensi dan talenta digital,” terang CEO Ngalup Collaborative
Network, Andina Paramitha, Jumat (15/7/2022).
Sepanjang tahun 2022, imbuhnya, Ngalup Collaborative Network menggeber sederet kegiatan. Pertama, yakni kegiatan Techibition yang berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, program yang dibentuk untuk para developer,publisher, investor, startup dan customer game agar bisa berkembang dan bersaing.
“Kedua, kegiatan bersama GearUp dan Colibra Capital, yakni program yang difasilitasi untuk startup lokal untuk bisa speed dating (bertemu) dengan investor,
untuk mendapatkan feedback selama membuat MVP. Sementara ketiga, yakni program What’s up startup, yang merupakan kegiatan rutin yang ditujukan untuk founder startup untuk saling berjejaring, sharing dan bertukar pengalaman bersama stakeholder lainnya. Dalam hal ini, Ngalup Collaborative Network pernah bekerjasama dengan Xendit RevoU, Ventura, Alpha Momentum, dan lainnya,” beber wanita murah senyum ini.
Ngalup Collaborative Network juga berkolaborasi dengan speaker dari intern Finansialku dan Ruang Guru dengan program pengenalan profesi digital bertajuk Kenalin.
Ada pula program Expert Menjawab, yang merupakan program sharing session, yang menjawab pertanyaan tentang profesi digital. Dalam program ini menghadirkan CEO Crevolutionz Ayrton Eduardo.
Ngalup berkolaborasi dengan startup Mekari dan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) BPC Malang, untuk membuat pembukuan digital yang menunjang sisi profesional pengusaha baru serta meluncurkan program Santri Digicamp yang berkolaborasi dengan Jagoan Hosting Indonesia.
“Kami memberi pelatihan dan inkubasi pembuatan website terhadap para santri di pondok pesantren dan yayasan,” imbuhnya.
Ada pula Moklet Youth Digitalent (MYD), yang merupakan program pengembangan dan pendampingan siswa kelas XII agar lebih siap dalam menghadapi karir profesional dalam menghadapi dunia industri serta program Rocket Jump, yang memberikan program pelatihan dan pendampingan terhadap mahasiswa Polinema jurusan Teknologi Informasi.
“Sementara program bertajuk Con.Create yang berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang dan mendapat dukungan dari Go-Play Indonesia, mereka mencetak komunitas konten kreator yang bisa dimaksimalkan untuk pengembangan potensi pariwisata di wilayah Kabupaten Malang,” tukasnya.
Tak hanya itu, konten kreator yang sudah terbentuk juga mengembangkan potensi dan karya mereka melalui platform Go-Play Indonesia.
“Andien mengaku pihaknya akan terus memberikan program untuk terus mengembangkan potensi dan talenta digital. Kami juga membuka kesempatan luas untuk berkolaborasi, dengan harapan program-program ini bisa memberikan manfaat dan efek domino, baik bagi masyarakat, komunitas maupun pemerintah,” tutupnya. (ned)





















































