BACAMALANG.COM – Tanaman Telang dengan bunga berwarna ungu cantik, dikenal dengan nama Butterfly Pea yang dalam bahasa latin disebut Clitoria Ternatea.
Tanaman ini tumbuh menjalar dan dapat dimanfaatkan sebagai tanaman pagar atau elemen penutup pada lansekap.
Pertumbuhannya cukup cepat dan perawatannya mudah. Hanya dengan ditempatkan di area yang cukup sinar matahari dan disiram secara rutin.
Bunga Telang akan muncul 2-3 bulan setelah bibit ditanam. Manfaat Bunga Telang untuk kesehatan sangat banyak.
Air seduhan bunga telang bermanfaat meningkatkan imunitas, memiliki anti oksidan tinggi, menurunkan stress, menstabilkan tekanan darah, dan merelaksasi sel-sel syaraf mata yang tegang.
Teh Telang dapat dikonsumsi secara langsung dengan menyeduh 2-3 kuntum bunga telang segar.
Agar dapat disimpan dalam waktu lebih lama, Bunga Telang dikeringkan secara alami selama 2-3 hari atau di oven selama kurang lebih 2 jam.

Air seduhan Telang dapat langsung .diminum. Rasanya sama dengan air putih biasa.
Teh Telang juga dapat dicampur dengan madu atau gula. Jika ditambah mint dan jeruk nipis rasanya menjadi lebih nikmat.
Selain kuntum bunganya, dari budidaya Telang dapat juga diambil biji bunga Telang untuk dijual sebagai bibit.
Dosen-dosen dan mahasiswa Universitas Brawijaya bersama Pesantren Manajer Tholabie berupaya mengangkat potensi Bunga Telang sebagai produk unggulan Kampung Eduwisata Baran melalui program Doktor Mengabdi dan KKN Tematik LPPM UB.
Kampung yang terletak di Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang Kota Malang ini, cocok untuk budidaya Telang.
Dari tanaman Telang budidaya warga, dosen dan mahasiswa UB mengolah bunga telang menjadi bunga kering dan teh celup.
Teh celup dikemas dalam kantong teh yang memenuhi standar food-grade dan bebas klorin sehingga khasiat Teh Telang dapat betul-betul dirasakan oleh konsumen.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu 1 semester. Mahasiswa yang terlibat berasal dari Prodi S1 Departemen Arsitektur Universitas Brawijaya.
Mereka terlibat dalam kegiatan pendataan, pembagian bibit Telang, desain logo dan kemasan, proses pengemasan, pembuatan konten untuk digital marketing, pembuatan video kegiatan, serta proses pengolahan telang menjadi minuman telang kering dan segar yang diberi merk Tahes Tea.
“Program pengolahan Bunga Telang menjadi Teh Telang ini baru pertama kali dilakukan di Kampung Baran. Alhamdulillaah masyarakat cukup antusias. Jumlah masyarakat yang berpartisipasi meningkat dibandingkan program DM kami tahun lalu,” tutur ketua tim DM, Dr.Ir. Ema Yunita Titisari, ST.,MT.
“InshaAllah tim Doktor Mengabdi yang merupakan kolaborasi dosen-dosen di Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, dan Fakultas Hukum bersama Pesantren Manajer Tholabie juga membantu proses pendaftaran merek dan sertifikasi halal. Pesantren Manajer Tholabie merupakan inisiator Eduwisata Kampoeng Buah Bercahaya Baran di Kelurahan Buring ini. Semoga Tahes Tea dapat diterima oleh masyarakat, dan bermanfaat dalam meningkatkan perekonomian warga serta kesehatan masyarakat secara luas,” tukasnya.
Untuk diketahui, Pesantren Manajer Tholabie yang berlokasi di Kelurahan Buring merupakan pesantren dengan platform wirausaha, khususnya di bidang pertanian organik dan terpadu (integrated and organic farming). Kolaborasi ini sekaligus menjadi ajang aplikasi IPTEKS bagi masyarakat oleh mahasiswa dan dosen, serta peningkatan partisipasi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan luar kampus.
#TemanUB #dm_ub #kknbrawijaya #kknlppmub (*/had)






















































