Ngobrol Bareng Nova Ruth, Rapper Turen Bonerutzy Semakin Termotivasi

Berbagi Cerita album Rap "Isoman" lewat live Instagram @bonerutzy dan @novaruth, Rabu (22/9/2021) malam. (ned)

BACAMALANG.COM – Menjelang launching Isoman, album Hiphop pertama dari Turen, Kabupaten Malang, Bonerutzy semakin gencar melakukan promosi. Salah satu yang dilakukan rapper bernama asli Iim Hardian Ansori ini adalah lewat berbagi cerita dengan musisi lainnya.

Kali ini ia memilih Nova Ruth, musisi Malang yang gencar menyuarakan isu lingkungan ke seluruh dunia lewat musik. Banyak hal menarik dari obrolan dua musisi asli Malang ini, yang disiarkan secara live lewat akun Instagram @bonerutzy dan @novaruth, Rabu (22/9/2021) malam.

Nova Ruth, yang kini telah melanglang buana dengan kapal Arka Kinari, memberi sejumlah penilaian dari lagu-lagu yang ada di album Isoman ini. Nova mengaku terkesan dengan “South M Fella”, “I Love Indonesia” maupun “Malang Kuat”. “Konsepnya bagus, karena terbersit usaha untuk menunjukkan kedaerahan,” ujarnya.

Nova menuturkan, saat ini jarang musisi yang memasukkan frasa bahasa daerah setempat ke dalam lagu-lagunya. Ia memberi contoh penggunaan kata “tombo teko loro lungo” yang tanpa disadari merupakan mantra-mantra Jawa atau doa yang baik. “Salut, karena ada rapper meng-insert kode-kode kebudayaan seperti itu,” pujinya.

Namun dia menambahkan bahwa secara musikalitas ia tidak bisa bilang lagu-lagu tersebut bagus atau jelek, karena itu masalah selera. Putri legenda gitar Toto Tewel ini berbagi banyak hal. Mulai bagaimana menciptakan komposisi yang baik hingga konsistensi dalam berkesenian. “Lagu itu pengantar rasa, sehingga komposisi menjadi hal yang utama, sementara lirik akan mengikuti, karena selama ia hidup, manusia tak akan kehabisan kata-kata,” ujarnya.

Nova memberi contoh dalam beberapa lagu ia mengumandangkan lagu-lagu Jawa. Ia mengaku bahwa sebenarnya lagu itu lagu Jawa biasa, tapi seolah-olah yang mendengarkan itu bahasa Jawa kromo halus. “Apalagi saat didengar orang asing, tentunya akan penasaran karena ada lirik yang terdengar berbeda di antara lirik-lirik berbahasa Inggris dalam lagu-lagu saya,” paparnya.

Oleh karena itu ia berpesan agar Bonerutzy sebagai musisi tetap jujur dalam berkreasi, karena lagu adalah pengantar rasa. Lagu juga sebuah komposisi yang harus dipikirkan saat dibuat untuk diperdengarkan. Nova juga berharap Bonerutzy tidak menghilangkan aksen Jawanya. “Istilahnya jangan kebanyakan “keminggris”,  bikin kalimat sederhana, audiens jangan disuguhi lagu-lagu yang sulit,” urainya.

Nova juga memberi satu nasihat terkait bagaimana mengambil pilihan saat berkarir. “Ketika mengambil pilihan dalam berkarir, khususnya saat memulai sesuatu pasti ada ketakutan akan gagal karena ketidakstabilan. Nah, kita seharusnya memberikan validasi kepada diri sendiri bukan dari orang lain, karena yang penting kita suka dulu akan lagu kita, yang membuat kita bertanggungjawab dengan karya kita sendiri saat dilempar ke audiens,” jelasnya.

Menurut pengalamannya, pertama prinsipnya harus suka dahulu, kalau tidak suka harus dikulik sampai suka meskipun memakan waktu lama. “Percayalah, lagu itu pasti akan menemukan pendengarnya, meskipun hanya angka pendengarnya saja yang tidak pasti,” ujarnya.

Bahkan seorang musisi harus siap dengan segala kritikan, karena itu adalah hal biasa.
“Yang tidak biasa itu adalah jika kita tidak konsisten, karena pada prinsipnya kita tidak  bisa memaksa orang suka dengan musik kita. Tapi kembali lagi , kalau mau bikin lagu ya bikin lagu aja, jangan ditunda,” tandas dia.

Bonerutzy sendiri sengaja mohon saran dan masukan lewat ngobrol dengan Nova Ruth, mengingat bagaimanapun juga Nova aadalah salah satu pionir Hiphop saat tampil lewat Twin Sista. “Apalagi dia bersama Filastine sudah mengadakan konser ke berbagai penjuru dunia, dengan mengusung konsep musik yang berkembang namun konsisten,” ujarnya.

Bonerutzy sendiri merasa semakin termotivasi menjelang launching album pertamanya pada 29 Oktober 2021, dengan produser Oneng Sugiarta Entertainment (OSE) ini. “Wasik, ada energi baru dan pelajaran lagi gae sangu uklam (buat bekal jalan),” tandasnya. (ned)