Pengungsi Semeru Dilatih Membuat Abon dari Olahan Jantung Pisang

Pengungsi Semeru dilatih membuat Abon dari Jantung Pisang. (ist)

BACAMALANG.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Kampung Dongeng Indonesia berupaya memberdayakan para pengungsi Gunung Semeru.

Agar nantinya dapat memiliki keahlian, para bapak – bapak maupun ibu – ibu di pengungsian ini diajak membuat abon dari olahan Jantung Pisang.

Pustakawan Dinas Kearsipan dan Peprustakaan Kabupaten Lumajang, Tutik Endriyani mengatakan, selama ini kegiatan yang ditujukan untuk anak-anak sudah sering dilakukan. Namun untuk ibu-ibu dan bapak – bapak, masih jarang.

“Untuk itu pelatihan pembuatan abon jantung pisang dilakukan agar mereka yang sudah hampir satu bulan di lokasi pengungsian dan tanpa kesibukan ini, mulai membuka diri untuk mempersiapkan kegiatan atau usaha pasca masa tanggap darurat, serta mulai melihat peluang apa yang bisa dilakukan ke depan,” tegasnya, Senin (27/12/2021).

Menurutnya, pisang yang menjadi produk unggulan Kabupaten Lumajang ini, pastinya juga menghasilkan Jantung Pisang yang juga melimpah. Selama ini, lanjut dia, masyarakat hanya mengolahnya menjadi sayur saja.

“Agar awet dan bisa dikirim ke luar kota, maka teman-teman Perpustakaan Desa “Lestari” Desa Sidorejo – Kecamatan Rowokangkung beberapa tahun ini mulai memproduksi abon jantung pisang yang pemasarannya terutama ke luar kota,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengadakan kegiatan dongeng untuk anak-anak di Desa Sumberwuluh, tepatnya di lokasi pengungsian SMPN 1 Candipuro. Kegiatan ini diikuti ratusan anak – anak dan ibu – ibu, dengan harapan dapat memberikan kegembiraan, serta perpustakaan juga mampu melakukan kegiatan inklusi sosial dengan memberikan layanan sesuai kebutuhan masyarakat.

Untuk diketahui, Kampung Dongeng Indonesia ini sudah dua kali bekerjasama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang. Dalam kegiatan kali ini juga memberikan 150 paket alat tulis, mainan anak, serta makanan ringan. Di samping juga ada peralatan ibadah yang dititipkan masyarakat pada Disarpus untuk dibawa ke lokasi pengungsian. (*/had)