Pertunjukkan "Obelisk dan Perempuan dari Musim Hujan" Karya Sutradara Anwari Siap Digelar - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EVENT & ACARA · 25 Mar 2021 19:17 WIB ·

Pertunjukkan “Obelisk dan Perempuan dari Musim Hujan” Karya Sutradara Anwari Siap Digelar


 Pertunjukkan “Obelisk dan Perempuan dari Musim Hujan” Karya Sutradara Anwari Siap Digelar Perbesar

BACAMALANG.COM – Obelisk dan Perempuan dari Musim Hujan lahir di tengah kacau pandemi Covid 19 yang memasifkan hampir sebagian besar pertunjukan teater di Indonesia.

“Sebagai pelaku teater, kami berkomitmen untuk tetap berproses dengan memanfaatkan teknologi dan karantina pemain,” ungkap Anwari dalam rilis yang disampaikan Kamis (25/3/2021).

Pertunjukan ini, imbuh dia, awalnya merupakan dua pertunjukan yaitu Obelisk dan Perempuan dari Musim Hujan.

Obelisk adalah naskah dan pertunjukan yang baru digarap Anwari tahun ini.

“Sedangkan Perempuan dari Musim Hujan telah mengalami beberapa perjalanan uji coba sejak tahun 2019 dengan beberapa aktor dan dengan beberapa variasi judul,” ujar pria asal Madura ini.

Di tahun 2021 ini Anwari berinisiatif menggabungkan dua pertunjukan ini dalam sebuah judul namun dengan ruang yang berbeda di mana keduanya memunculkan keresahan masing-masing. Penggabungan dua pertunjukan menjadi satu judul sejatinya juga merupakan uji coba yang akan terlihat saat para aktor dan ruang pertunjukannya bertemu dengan penonton.

Pertunjukan ini menghadirkan dua ruang yang membawakan isu masing-masing.

“Obelisk adalah wujud pencampuradukan peristiwa-peristiwa di alam sadar dan alam bawah sadar sehingga garis pemisah di antara keduanya sudah tidak tampak lagi. Sedangkan ruang Perempuan dari Musim Hujan membawa keresahan perempuan sebagai pusat dari segala. Ia adalah sumber estetika, pengetahuan, kehidupan, hingga jiwa yang hinggap di setiap tubuh manusia,” papar sutradara yang sempat beberapa kali mengikuti pelatihan teater di Jepang ini.

Dua ruang ini ditarik oleh benang merah suatu keresahan yang hidup menetap di alam pikiran dan diri manusia.

Di awal proses untuk latihan reading dan bedah naskah dilakukan melalui google meet.

“Sedangkan proses latihan lanjutannya adalah dengan melakukan karantina beberapa hari untuk aktor di Kamateatra Art Space, dimana medan berlatih yang digunakan adalah area panggung terbuka, persawahan, dan kebun ubi,” terangnya.

Para aktor akan menjadi catatan, apakah mereka mampu mempertahankan intensitas berlatih Anwari’s Method: Reality of Body di tengah jadwal berlatih yang tidak bisa setiap saat bertemu, juga dengan pemahaman mereka akan teks yang dibedah secara virtual bersama sesama aktor dan praktisi.

“Pada akhirnya, momen pandemi akan menjadi catatan khusus bagi proses penyutradaraan kami dan proses berlatih aktor untuk tetap produktif dengan tantangan: jarak, teknologi, dan rasa setia berkesenian,” tandas Anwari.

Pertunjukan ini diproduseri oleh Elyda K. Rara dengan sutradara dan penulis naskah Anwari. Para pemainnya adalah Widayat (Lamongan – Malang), Ma’rifatul Latifah (Bangkalan – Surabaya), Moenir Khan (Pamekasan – Surabaya), Amelda Siftia (Malang), Cahyarani (Malang), dan Anwari (Sumenep – Malang). Sebagai penata artistik adalah Khafi Chaplin dan penata cahaya adalah Mas Bro Dayat.

Pertunjukan ini akan ditampilkan perdana dalam helat Parade Teater Saling Kunjung yang diadakan Dewan Kesenian Malang pada Sabtu, 3 April 2021 jam 19.00. (ned/lis)

Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pameran Seni “PELITA” di Kampung Budoyo Ketawanggede, Kuatkan Program Kampung Lingkar Kampus, Suguhkan Ruang Ekspresi dan Kolaborasi Seniman Muda

29 Juli 2026 - 16:22 WIB

Mini Art Malang #7 di MCC Hadirkan 220 Seniman, Tema “AKAR” Ajak Publik Menyelami Identitas dan Memori

28 Juli 2026 - 08:27 WIB

Festival Hari Anak 2026 di ibis Styles Malang Hadirkan Ajang Edukatif, Asah Kreativitas dan Kemampuan Anak Sejak Dini

25 Juli 2026 - 17:16 WIB

Grebeg Sesucen 1001 Tumpeng: Menjaga Relevansi Tradisi

25 Juli 2026 - 11:13 WIB

30 Hari Menuju Festival Mbois 11, Malang Bersiap Menyala dalam Kolaborasi Ekonomi Kreatif Terbesar

21 Juli 2026 - 22:49 WIB

From Java to Manila, Batik Terang Bulan Soendari Batik and Art Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia dan Filipina

26 Juni 2026 - 21:40 WIB

Trending di EVENT & ACARA

©Hak Cipta Dilindungi !