Terapkan Green Chemistry, Departemen Kimia FSTeM UB Hasilkan Puluhan Produk Ramah Lingkungan Bernilai Ekonomi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 13 Jun 2026 07:46 WIB ·

Terapkan Green Chemistry, Departemen Kimia FSTeM UB Hasilkan Puluhan Produk Ramah Lingkungan Bernilai Ekonomi


 Departemen Kimia FSTeM UB saat hadir dalam CFD, yang telah menghasilkan sedikitnya 50 produk inovatif yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. (ist) Perbesar

Departemen Kimia FSTeM UB saat hadir dalam CFD, yang telah menghasilkan sedikitnya 50 produk inovatif yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. (ist)

BACAMALANG.COM – Ilmu kimia tidak lagi sekadar identik dengan tabung reaksi dan laboratorium. Di tangan para dosen dan mahasiswa Departemen Kimia Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika Universitas Brawijaya (FSTeM UB), ilmu dasar tersebut justru melahirkan berbagai inovasi ramah lingkungan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui penerapan konsep Green Chemistry atau kimia hijau, Departemen Kimia FSTeM UB telah menghasilkan sedikitnya 50 produk inovatif yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Beragam inovasi tersebut lahir dari perkuliahan Proyek Kimia, Biofuel, Kimia Citarasa, penelitian, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Produknya pun sangat beragam, mulai pangan fungsional, biofuel, produk kimia berbasis bahan alam, material ramah lingkungan, hingga produk bioteknologi yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Ketua Departemen Kimia FSTeM UB, Anna Safitri, menjelaskan bahwa seluruh produk yang dikembangkan berlandaskan prinsip Green Chemistry, yakni pendekatan ilmu kimia yang bertujuan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sejak tahap perancangan hingga proses produksinya.

“Melalui berbagai produk yang kami kembangkan, mahasiswa dan dosen menunjukkan bagaimana prinsip Green Chemistry dapat diterapkan untuk menciptakan solusi yang lebih aman, berkelanjutan, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya saat hadir dalam Car Free Day di UB, Jumat (12/6/2026).

Menurut Anna, konsep kimia hijau tidak hanya berbicara tentang pengurangan limbah. Lebih dari itu, pendekatan ini juga mendorong penggunaan bahan baku terbarukan, efisiensi energi, pengurangan bahan berbahaya, serta pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai tambah melalui konsep ekonomi sirkular.

Pendekatan tersebut dinilai semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan akan teknologi dan produk yang mendukung transisi menuju pembangunan rendah karbon.

“Melalui inovasi berbasis kimia hijau, berbagai persoalan lingkungan dapat diatasi tanpa mengorbankan kebutuhan industri maupun masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, berbagai inovasi yang dihasilkan juga menunjukkan bahwa ilmu kimia memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai sektor, mulai energi bersih, pangan, kesehatan, hingga pengelolaan lingkungan.

“Produk-produk tersebut menjadi bukti bahwa riset di perguruan tinggi dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata yang dekat dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, Departemen Kimia FSTeM UB juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penerapan prinsip Green Chemistry dalam kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan literasi sains sekaligus membangun kesadaran bahwa keberlanjutan dapat dimulai dari pilihan teknologi dan produk yang lebih ramah lingkungan.

Anna menegaskan, inovasi yang lahir dari kampus tidak boleh berhenti di laboratorium. Hasil penelitian harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan global.

“Kami ingin menunjukkan bahwa ilmu kimia tidak hanya berkembang di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga dapat menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.

Pengembangan produk berbasis Green Chemistry yang dilakukan Departemen Kimia FSTeM UB juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada bidang kesehatan, pendidikan, energi bersih, kota berkelanjutan, serta aksi terhadap perubahan iklim.

“Ke depan, berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari solusi menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tandas Anna.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

MBG Dikritisi, Tokoh Masyarakat Dampit Desak Benahi Konsep dan Keadilan BOS Sekolah Swasta

15 Juni 2026 - 08:03 WIB

Seru dan Edukatif! BPBD Kabupaten Malang Kenalkan Mitigasi Bencana

15 Juni 2026 - 07:55 WIB

Polisi Ringkus Dua Sopir Pencuri Sembako Restoran Senilai Rp 4,1 Juta di Turen

14 Juni 2026 - 20:57 WIB

Dituduh Langgar UU Diskriminasi Ras dan Etnis dalam Kasus Dugaan Penganiayaan, Kuasa Hukum: Itu Hanya Perkara Kanak-Kanak

14 Juni 2026 - 20:09 WIB

Satlantas Polres Batu Gelar Layanan SIMLING dan SAMLING di CFD Kota Batu, Masyarakat Sambut Antusias

14 Juni 2026 - 17:58 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Batu Buka Layanan Gratis dan Bazar Murah di CFD Kota Batu

14 Juni 2026 - 15:27 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !