BACAMALANG.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah menuai beragam kritik di Indonesia termasuk Kabupaten Malang. Berbagai kekurangan mulai dari konsep program yang belum matang, mekanisme kerja di lapangan, hingga dampaknya terhadap kondisi dana BOS sekolah swasta kecil di desa menjadi catatan kritis.
Tokoh Masyarakat Dampit, Miskari, menjadi salah satu yang menyuarakan persoalan tersebut. Ia menegaskan tidak menolak MBG, namun meminta pembenahan menyeluruh agar program tidak menimbulkan masalah baru di dunia pendidikan.
Poin penting yang ditekankan Miskari adalah keadilan dan proporsionalitas kebijakan pendidikan. Ia menyoroti sekolah dasar swasta kecil di desa yang hanya mengandalkan dana BOS dengan besaran saat ini. Menurutnya dana BOS sekarang jelas tidak cukup untuk kebutuhan dasar seperti pembelian LKS dan memaksimalkan media belajar anak. Akibatnya sekolah swasta masih terpaksa menarik iuran mandiri.
Lebih lanjut, Miskari menyinggung beban guru dan kepala sekolah swasta yang paling paham kondisi anak yatim dan anak miskin di sekolahnya. Namun kemampuan mereka terbatas karena dana BOS tidak naik sejak 2009. Kondisi ini membuat sekolah swasta terjepit antara misi sosial dan keterbatasan anggaran.
Ia juga mengkritik praktik MBG yang rawan disalahgunakan. Memberi makan anak memang penting karena banyak anak tidak sarapan dan banyak jajan dengan pemanis serta perasa buatan yang kurang higienis. Namun menurutnya MBG tidak otomatis menyelesaikan masalah jika penerapannya tidak tepat. Ia khawatir MBG yang keliru justru berubah menjadi ladang bisnis bagi pihak yang tidak peduli pendidikan.
“Bukan kita nolak MBG tapi benahi konsepnya benahi cara kerjanya. Dan ingat kebijakan pendidikan itu harus adil dan proporsional,” ujar Miskari.
Sebagai solusi, Miskari mengusulkan agar dana BOS dinaikkan secara proporsional jika anggaran MBG diefisienkan. Kenaikannya tidak harus merata. Sekolah kategori miskin perlu perlakuan berbeda dibanding sekolah cluster kaya agar bantuan tepat sasaran.
Intinya, perbaikan MBG harus dimulai dari tiga hal: membenahi konsep dan cara kerja program, menjamin keadilan dana BOS untuk sekolah swasta kecil, serta mencegah program bergizi ini bergeser menjadi proyek bisnis semata.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































