Petugas Gabungan Obok-obok Eks Lokalisasi Girun Gondanglegi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 15 Jul 2020 15:16 WIB ·

Petugas Gabungan Obok-obok Eks Lokalisasi Girun Gondanglegi


 Petugas Gabungan Obok-obok Eks Lokalisasi Girun Gondanglegi Perbesar

BACAMALANG.COM – Sedikitnya 7 orang pekerja seks komersial atau PSK di eks lokalisasi Girun, Kecamatan Gondanglegi terjaring razia gabungan yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Gondanglegi, Polsek Gondanglegi, Koramil 0818/19 Gondanglegi, dan Satpol PP Kabupaten Malang.

Selain 7 orang PSK, petugas juga mengamankan 5 orang pria hidung belang dalam razia tersebut. Razia dilakukan secara mendadak pada Rabu (15/7/2020).

Mereka yang terjaring razia selanjutnya dibawa ke Mapolsek Gondanglegi untuk dimintai keterangan. Selain dimintai keterangan, mereka juga disuruh untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Camat Gondanglegi, Presitya Yunika menyampaikan bahwa razia tersebut dilakukan berawal dari laporan masyarakat. Masyarakat merasa resah karena sejak ditutup beberapa tahun lalu, sejumlah PSK masih bandel dan menjajakan diri di eks lokalisasi Girun.

Atas dasar itu, petugas gabungan kemudian melakukan razia gabungan agar bisnis esek-esek di eks lokalisasi Girun benar-benar musnah.

“Lokalisasi Girun sudah ditutup resmi oleh Pemkab, berdasarkan laporan masyarakat bahwa saat ini kembali beroperasi,” ucap Yunika.

Mantan Camat Tajinan ini menambahkan, razia itu juga berdasarkan intruksi langsung dari Bupati Malang, HM Sanusi.

Sementara itu, Kapolsek Gondanglegi, Kompol Agus Siswo Hariadi mengatakan jika razia itu akan dilaksanakan secara terus-menerus kedepannya.

“Dulu di tahun 2018 kan pernah dilakukan pembersihan. Mungkin karena di rasa aman, mereka kambuh lagi. Kami otomatis akan menghentikan kegiatan itu secara terus-menerus,” terang Agus. (mid/yog)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Komisi I DPRD Kabupaten Malang Kawal Penyelesaian Persoalan Pertanahan hingga Kanwil BPN Jatim

28 Juli 2026 - 17:54 WIB

Survei Diklaim Tunjukkan Dukungan 90,9 Persen, DKN Desak Trans Jatim Koridor 2 Segera Beroperasi

28 Juli 2026 - 17:52 WIB

Perjuangkan Apresiasi Atlet, Pengurus NPCI Kabupaten Malang Ajukan Hibah Dana

28 Juli 2026 - 15:42 WIB

Gagal Gondol Honda Vario, Pria Asal Pasuruan Tumbang Dikejar Warga di Sukun, Polisi Temukan 5 Kunci T hingga Diduga Sabu

28 Juli 2026 - 15:20 WIB

Jembatani Ilmu Kimia dengan Kebutuhan Masyarakat, Dosen FSTeM UB Berdayakan Warga Dusun Kunci Lewat Pelatihan Analisis Fitokimia Bahan Jamu Herbal

28 Juli 2026 - 13:00 WIB

Atria Hotel Hadirkan Venue di Malang dengan Ballroom Kapasitas 1.500 Tamu, Elegan untuk Hari Bahagia Anda

28 Juli 2026 - 12:40 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !