Puncak Bulan Bung Karno, PDIP Kabupaten Malang Usung Semangat Nasionalis Religius dan Fungsi Penyeimbang Pemerintah - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 25 Jun 2026 08:58 WIB ·

Puncak Bulan Bung Karno, PDIP Kabupaten Malang Usung Semangat Nasionalis Religius dan Fungsi Penyeimbang Pemerintah


 Puncak peringatan Bulan Bung Karno yang digelar di DPC PDIP Kabupaten Malang. (ist) Perbesar

Puncak peringatan Bulan Bung Karno yang digelar di DPC PDIP Kabupaten Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menutup rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026 dengan menggelar tawasulan di kantor DPC pada Rabu (24/6/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi penutup dari sejumlah agenda yang telah dilaksanakan sepanjang Juni, mulai dari penghijauan hingga khataman Al-Qur’an.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penegasan PDI Perjuangan tidak hanya dikenal sebagai partai nasionalis, tetapi juga memiliki nilai-nilai religius yang kuat.

“Kami ingin menunjukkan kepada warga masyarakat terkait dengan bahwa PDI Perjuangan itu tidak saja partai nasionalis, tetapi PDI Perjuangan adalah partai nasionalis religius,” ujarnya.

Didik menilai sosok Bung Karno memiliki dimensi spiritual yang kuat selama perjuangannya membangun bangsa. Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa sosok proklamator tersebut tetap dikenang hingga saat ini.

“Tadi Ir. Soekarno dalam lawatannya ke negara-negara di dunia, beliau memiliki sebuah kemampuan spiritual yang luar biasa. Bahkan NU pun menobatkan beliau menjadi bagian Waliyyullah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Didik juga menegaskan posisi politik PDI Perjuangan saat ini sebagai partai penyeimbang pemerintah. Menurutnya, partai berlambang banteng moncong putih tersebut akan tetap mendukung program pemerintah yang dinilai baik, namun tidak akan segan memberikan kritik apabila diperlukan.

“PDI Perjuangan hari ini menjadi satu-satunya partai, di luar Nasdem dan PKS, yang tidak bergabung. Tapi PDI Perjuangan menjadi tidak partai oposisi, tetapi kita penyeimbang,” tegasnya.

Salah satu perhatian yang disampaikan dalam dialog tersebut adalah terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Didik menegaskan PDI Perjuangan mendukung program tersebut, namun pelaksanaannya perlu dievaluasi agar lebih tepat sasaran.

“Bagaimana MBG itu pelaksanaannya harus diatur sedemikian rupa. Tidak harus secara keseluruhannya dengan jumlah total yang besar, tetapi dimungkinkan diberikan rule model terlebih dahulu, pencatatan terhadap warga atau anak-anak kita yang berwenang untuk menerima,” katanya.

Ia mencontohkan, wilayah yang masih memiliki tingkat kemiskinan tinggi dapat menjadi prioritas penerima MBG, sementara daerah yang sudah mandiri secara ekonomi dapat diarahkan pada program lain, seperti bantuan pendidikan.

“Di saat desa-desanya sudah menjadi desa mandiri, secara ekonomi warga masyarakatnya sudah cukup, nah seyogianya program MBG itu bisa dialihkan dengan program-program yang lain, satu di antaranya adalah biaya pendidikan,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Abdul Qodir mengatakan kegiatan haul dan doa bersama menjadi momentum untuk mengajak masyarakat memperkuat nilai spiritual di tengah berbagai tantangan bangsa.

“Saatnya PDI Perjuangan mengajak bersama masyarakat itu untuk menengadah ke atas. Karena Allah satu-satunya yang bisa menolong kita, menolong bangsa ini, memberikan semangat perjuangan kepada PDI Perjuangan bagaimana kemudian kita bisa mengawal republik ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Malang turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar, menyatakan dukungannya terhadap berbagai program sosial dan keagamaan yang dijalankan PDI Perjuangan.

“Kami mendukung penuh dari Pemkab Malang. Tadi Pak Ketua menyampaikan ada pondok pesantren, kemudian juga pembangunan masjid, ini sangat luar biasa untuk menunjang masalah keagamaan,” kata Budiar.

Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kapolda Jatim Resmikan Sumur Bor Presisi, Warga Pagak Kini Punya Akses Air Bersih

24 September 2026 - 15:22 WIB

Dua Hari, Lima Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang, Kerugian Tembus Rp305 Juta

24 September 2026 - 15:11 WIB

Kekeringan Meluas di Malang, 14.794 Warga Terdampak Krisis Air Bersih

24 September 2026 - 08:20 WIB

Jual Beli Lapak PKL Alun-Alun Batu Diduga Bermasalah, Polisi Periksa Lima Saksi

23 September 2026 - 22:45 WIB

Kapolda Jatim Cek Kesiapan Karhutla di Lereng Bromo, Patroli Diperkuat

23 September 2026 - 20:38 WIB

LSM LIRA Kota Batu Kawal Sidang, Oknum Polisi Pembunuh Mahasiswi UMM Divonis Mati

23 September 2026 - 20:25 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !