Salak Petani Melimpah, Harga Rendah, Pemerintah Diharap Ada Kepedulian - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 9 Des 2024 08:37 WIB ·

Salak Petani Melimpah, Harga Rendah, Pemerintah Diharap Ada Kepedulian


 Petani panen Salak. (ist) Perbesar

Petani panen Salak. (ist)

BACAMALANG.COM – Petani Salak di Dampit menghadapi tantangan besar dengan melimpahnya hasil panen yang menyebabkan harga salak anjlok. Menurut Ketua Kelompok Tani Salak Sukodono, Sutiono, Salak sebenarnya bisa berbuah sepanjang tahun, terutama jika ketersediaan air mencukupi. Namun, musim panen utama terjadi pada Bulan Desember dan Januari, yang sering kali bertepatan dengan panen buah lainnya, sehingga harga salak menjadi sangat murah.

“Saat panen raya, apalagi berbarengan dengan buah lain, tentu harga jadi sangat murah,” ujar Sutiono. Hingga saat ini, belum ada langkah khusus yang diambil untuk mengatasi masalah ini karena dianggap sebagai faktor alami.

Petani juga menyarankan diversifikasi produk olahan salak sebagai alternatif usaha bagi masyarakat. “Jika petani dan masyarakat lokal memahami produk diversifikasi olahan salak, meskipun tidak berdampak signifikan pada petani, bisa menjadi alternatif usaha. Misalnya, membuat kripik, jenang, dodol, sari buah, es krim, atau Salak kupas beku,” tambahnya. Namun, ini membutuhkan edukasi dan dukungan dari pemerintah untuk mengembangkan keterampilan mengolah salak menjadi produk turunan yang bernilai tambah.

Selain itu, petani berharap salak dapat dimasukkan dalam program makan siang gratis di masa depan. “Salak juga merupakan buah yang baik karena mengandung serat tinggi dan betakaroten. Dengan harga yang relatif murah, Salak bisa terjangkau untuk menu makan siang gratis,” jelasnya. Namun, ada tantangan dalam mengubah persepsi masyarakat yang salah kaprah tentang Salak, seperti anggapan bahwa Salak dapat menyebabkan asam urat.

Petani Salak di Dampit berharap pemerintah dapat lebih peduli dan memberikan dukungan yang diperlukan untuk mengatasi masalah harga rendah dan membantu meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai program dan edukasi.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Warga Turen Hilang 11 Hari, Keluarga Minta Bantuan Pencarian

12 Mei 2026 - 18:48 WIB

Kejari Kota Malang Musnahkan Narkoba hingga Tulang Satwa Liar, Barang Bukti Bernilai Miliaran Dimusnahkan

12 Mei 2026 - 17:14 WIB

Diduga Konsleting Saat Cas Baterai Mobil, Ruang Praktikum Polinema Terbakar

12 Mei 2026 - 16:39 WIB

Terduga Maling Gasak HP Penjaga Warung di Dau, Modus Pura-pura Beli Terekam CCTV

12 Mei 2026 - 14:55 WIB

Penyeberang Jalan Tewas Tragis di Wajak, Pelaku Tabrak Lari Terekam CCTV

12 Mei 2026 - 13:14 WIB

Lakukan Reshuffle Sepihak, Eks Ketua PERBASI Kabupaten Malang Diduga Langgar AD/ART

12 Mei 2026 - 12:47 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !