Seminar Nasional PPKn UMM Gaungkan Revitalisasi Nilai Pancasila Melalui Kearifan Lokal - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 1 Jul 2026 21:31 WIB ·

Seminar Nasional PPKn UMM Gaungkan Revitalisasi Nilai Pancasila Melalui Kearifan Lokal


 Kegiatan Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). (ist) Perbesar

Kegiatan Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). (ist)

BACAMALANG.COM – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora (FPSH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menegaskan pentingnya revitalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pelestarian kearifan lokal sebagai benteng identitas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Gema Pancasila bertema “Kearifan Lokal sebagai Living Values Pancasila dalam Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Inklusif dan Berkelanjutan” yang digelar di Auditorium GKB V UMM, Selasa (1/7/2026).

Seminar ini tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga menjadi momentum istimewa bagi Prodi PPKn UMM setelah berhasil meraih akreditasi Unggul. Dalam kesempatan tersebut turut diluncurkan jurnal ilmiah Civic Hukum serta dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan kelembagaan dan penelitian antara FPSH UMM dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Salah satu narasumber, Dr. Mariatul Kiptiah, M.Pd., menegaskan bahwa keberagaman Indonesia yang terdiri dari sekitar 1.340 suku bangsa dan ratusan bahasa daerah merupakan kekuatan besar yang harus dijaga sebagai modal sosial bangsa.

“Indonesia adalah negara dengan keragaman yang luar biasa. Keragaman ini merupakan modal utama, bukan ancaman. Kita harus bangga dengan Pancasila dan tidak boleh menjadi pihak yang justru melemahkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri,” ujarnya.

Menurut Mariatul, implementasi Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui praktik-praktik kearifan lokal, seperti gotong royong, musyawarah adat, serta berbagai tradisi yang hidup di tengah masyarakat.

Ia menilai nilai-nilai tersebut mampu menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari krisis identitas, persoalan lingkungan, hingga melemahnya kohesi sosial.

“Kearifan lokal bukan warisan masa lalu yang ditinggalkan, melainkan fondasi masa depan yang harus terus dirawat. Ketika dunia mencari solusi atas krisis identitas, krisis ekologi, dan kohesi sosial, Indonesia sejatinya telah memiliki jawabannya melalui kekayaan kearifan komunitas adat,” jelasnya.

Pandangan serupa disampaikan Dekan FPSH UMM, Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendy, M.M.. Ia menilai keberadaan kearifan lokal tidak dapat dipisahkan dari semangat Bhinneka Tunggal Ika, sehingga perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk mewariskan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda.

“Saya tidak ingin Indonesia kehilangan keindonesiaannya. Jika Bhinneka Tunggal Ika hilang, maka hilang pula Indonesia. Karena itu, kearifan lokal harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” tegasnya.

Melalui seminar ini, PPKn UMM mendorong penguatan pendidikan berbasis nilai Pancasila dengan dukungan transformasi kurikulum, digitalisasi kebudayaan, serta kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting agar identitas bangsa tetap hidup, relevan, dan menjadi karakter kuat bagi generasi penerus Indonesia.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Refleksi Hari Bhayangkara: UU Polri Diuji di Malang Raya, Antara Capaian, Catatan, dan Tuntutan Reformasi

30 Juni 2026 - 09:41 WIB

Amartya Bhumi Kepanjian Soroti Tiga Isu Krusial: Budaya Lokal Tergerus, Sejarah Terancam Hilang, Generasi Muda Perlu Edukasi

29 Juni 2026 - 20:43 WIB

UIBU Hadirkan Heppiee Interactive Learning, Cara Seru Tanamkan Nilai Anti-Bullying bagi Calon Guru

27 Juni 2026 - 18:34 WIB

Gempa M5,3 Pacitan Terasa hingga Malang, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

27 Juni 2026 - 17:12 WIB

Lewat Warm Shower di Bali, Pegowes Asal Klaten Gaungkan Justice for Kanjuruhan ke Penjelajah Sepeda Dunia

27 Juni 2026 - 14:44 WIB

KOMJEST 2026 Resmi Luncurkan Empat Media Praktikum, Mahasiswa UMM Tunjukkan Inovasi Jurnalisme Digital

27 Juni 2026 - 01:02 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !