BACAMALANG.COM – Lapangan Bola Voli Sitrun Banurejo, Kepanjen, Kabupaten Malang, berubah menjadi arena penuh semangat dan keceriaan. Enam klub voli emak-emak dari wilayah Malang Selatan beradu kemampuan dalam Even Bola Voli Emak-Emak Sitrun Cup 2026, yang digelar Sabtu-Minggu, 3-4 Oktober 2026.
Bukan sekadar mengejar kemenangan, turnamen yang diselenggarakan Java Soccer League Indonesia ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendorong gaya hidup sehat melalui olahraga.
Antusiasme peserta terlihat sejak pertandingan dimulai. Para pemain tidak hanya menunjukkan kemampuan teknik di lapangan, tetapi juga menjunjung tinggi semangat sportivitas dan kebersamaan.
Ketua panitia, Cak To AMS, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mempertemukan klub-klub voli emak-emak dalam suasana kompetitif namun tetap penuh kekeluargaan.
“Semoga even ini bisa terlaksana setiap tahun sebagai ajang silaturahmi bagi emak-emak penggemar bola voli,” ujar Cak To AMS kepada BACAMALANG.COM, Senin (5/10/2026).
Sebanyak enam klub ambil bagian dalam Sitrun Cup 2026. Mereka adalah Wars Kepanjen, KDP Pakisaji, Maxwel Kepanjen, Kaba Kepanjen, Seven Pakisaji, dan Mberot Ngajum.
Peserta dibagi ke dalam dua grup yang masing-masing dihuni tiga tim. Pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi. Juara dari masing-masing grup kemudian berhak melaju langsung ke partai final.
Persaingan berlangsung sengit hingga akhirnya Mberot Ngajum keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati KDP Pakisaji, sementara Maxwel Welirang Kepanjen meraih juara ketiga dan Wars Banurejo Kepanjen berada di posisi keempat.
Lebih dari sekadar turnamen, Sitrun Cup 2026 menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang bertemu, menjaga kesehatan, sekaligus memperkuat hubungan sosial.
Dari lapangan voli di Banurejo, para emak-emak tersebut membuktikan bahwa semangat berkompetisi dapat berjalan beriringan dengan persahabatan. Kemenangan menjadi bonus, sementara kebersamaan dan silaturahmi menjadi nilai utama yang ingin terus dijaga.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































