BACAMALANG.COM – Guna menyukseskan Pemilu 2024, digelar Sosialisasi Peran Demokrasi bagi Masyarakat di Turen Kabupaten Malang, baru-baru ini.
“Pada tahun 2024 tepatnya pada Februari 2024, Negara Indonesia melaksanakan pemilihan serentak untuk memilih Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten. Maka perlu dipahami bahwa Pemerintah Kabupaten Malang bersama KPU Kabupaten Malang mulai saat ini sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk dapat memaksimalkan hal pilih suaranya,” tegas Dosen Universitas Wisnuwardana Malang selaku narasumber, Dr Imam Rofi’ i SH MH.
Untuk diketahui tema kegiatan : Sosialisasi peran demokrasi bagi masyarakat guna mensukseskan pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Kesbangpol Kabupaten Malang, Mumuk S.H M.Hum, Wakil ketua DPRD Kabupaten Malang Sodikul Amin, Kapolsek Turen Kompol Yusuf Suryadi, Camat Turen Drs. Tri sulawanto M.si, Danramil Turen Kapten Inf Sunardi, Kades / Kakel se – Kecamatan Turen dan Ketua BPD se-Kecamatan Turen.
Dijelaskannya jumlah pemilih di Kabupaten Malang 2 juta jiwa. Tapi pada saat pelaksanaan Pemilihan Umum rata-rata pemilih yang dapat menyalurkan hak pilih suaranya hanya 65%.
Maka dari itu melalui sosialisasi ini ke depannya berharap masyarakat semuanya dapat mengikuti proses tahapan dan pelaksanaan pemilu. Peran dari masyarakat ini sangat penting dalam menentukan estafet Pemerintahan ke depannya.
“Setiap calon pemimpin memiliki sifat dan kriteria yang berbeda-beda. Oleh karena itu dalam negara demokrasi ditentukan kepada rakyat untuk memilih calon pemimpin yang meneruskan estafet Pemerintahan,” urainya.
“Gunakan hak pilih dengan semaksimal mungkin, jangan sampai salah pilih karena ini sangat menentukan Negara Indonesia ke depannya. Serta jangan sampai tidak hadir atau tidak memberikan hak suara pilihannya. Juga menyampaikan bahwa dalam demokrasi ini tidak ada pemaksaan. Dalam pemilihan apapun termasuk Pemilihan Presiden, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten bahkan pemilihan kepala desa masyarakat memiliki hak individu untuk memilih calon pemimpin,” pungkasnya. (*/had)





















































