UB Padukan Budaya Nusantara dan Green Campus dalam Parade HUT ke-81 RI - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 18 Agu 2026 08:33 WIB ·

UB Padukan Budaya Nusantara dan Green Campus dalam Parade HUT ke-81 RI


 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB mengusung candi dari botol dan gabus bekas. (ist) Perbesar

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB mengusung candi dari botol dan gabus bekas. (ist)

BACAMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dengan menggelar Parade Nusantara yang memadukan keberagaman budaya Indonesia dengan pesan keberlanjutan lingkungan melalui konsep Green Campus, Senin (17/8/2026).

Parade Nusantara UB diikuti sivitas akademika dari berbagai fakultas, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Kegiatan tersebut mengangkat tema Kerajaan Nusantara, dengan setiap fakultas menampilkan kreasi budaya yang dipadukan dengan identitas keilmuan masing-masing.

Rangkaian parade terbagi dalam dua titik kumpul, yakni Zona Kuning di Gerbang Jembatan Soekarno-Hatta dan Zona Hijau di Gerbang Veteran. Seluruh rombongan kemudian bergerak menuju titik penilaian akhir di Bundaran depan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB.

Setiap tim diberikan waktu sekitar lima menit untuk menampilkan pertunjukan di hadapan tim penilai. Selain kreativitas dan kesesuaian tema, aspek keberlanjutan menjadi salah satu indikator yang mendapat perhatian dalam parade tersebut.

Penanggung Jawab Parade Nusantara UB, Haru Permadi, mengatakan konsep Green Campus diwujudkan antara lain melalui pemanfaatan barang bekas sebagai atribut maupun properti pertunjukan.

“Konsep umumnya Kerajaan Nusantara, lalu salah satu indikator penilaiannya adalah Green Campus. Pemanfaatan barang bekas atau sampah yang dapat digunakan kembali (reuse) untuk atribut dan properti menjadi poin penilaian,” ungkap Haru di sela kegiatan.

Menurut Haru, penggunaan material bekas tidak hanya menjadi bagian dari kreativitas peserta, tetapi juga dimaksudkan untuk membangun kesadaran sivitas akademika mengenai pentingnya keberlanjutan lingkungan.

Parade Teatrikal yang dibawakan oleh FK UB. (ist)

Parade tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengangkat keberagaman budaya Nusantara. Berbagai kerajaan dan tradisi daerah ditampilkan melalui kostum, musik, gerak tari, hingga konsep pertunjukan masing-masing fakultas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sebelum kemerdekaan, kerajaan di Indonesia sangat banyak dan budayanya luas, tetapi kita tetap bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Haru menilai antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari jumlah peserta serta konsep pertunjukan yang semakin beragam dan atraktif.

Salah satu penampilan datang dari Fakultas Kedokteran (FK) UB yang mengusung subtema Wilwatikta Jaya Brawijaya Membangun Nusantara Sehat. Tim yang beranggotakan sekitar 130 hingga 150 orang tersebut mengangkat kisah penanganan wabah kusta pada era Kerajaan Majapahit.

Director Parade Tim FK UB, Efy Auliya, menjelaskan pertunjukan tersebut menggabungkan sejarah Majapahit dengan bidang kesehatan yang menjadi identitas fakultas.

“Kami kaitkan sejarah Majapahit dengan bidang kesehatan. Ceritanya mulai dari wabah yang menyebar hingga penyembuhan oleh tabib—sebagai penyebut dokter pada zaman dahulu—sehingga Majapahit kembali pulih dan kuat,” ujarnya.

Melalui Parade Nusantara, peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan UB tidak hanya menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, tetapi juga mengajak sivitas akademika mengenali kekayaan budaya Indonesia sekaligus menerapkan nilai keberlanjutan dalam kehidupan kampus.

Perpaduan budaya Nusantara dan konsep Green Campus tersebut menjadi pesan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui persatuan dalam keberagaman sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

Di tengah semarak perayaan tersebut, Badan Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (BAZIS) UB turut memanfaatkan momentum kemerdekaan untuk mengajak sivitas akademika menumbuhkan kepedulian sosial. Melalui gerakan berbagi, BAZIS UB mengajak keluarga besar UB untuk memberikan dukungan kepada saudara-saudara yang terdampak bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur.

“Semangat kemerdekaan harus menjadi energi untuk saling menguatkan. Ketika saudara-saudara kita di Flores dan Nusa Tenggara Timur sedang menghadapi musibah, keluarga besar UB juga harus hadir dengan kepedulian dan gotong royong,” kata salah satu perwakilan BAZIZ UB Edy.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

AH PEK FUN RUN 3K Ajak Warga Malang “Lari Bareng, Merdeka Bareng”

18 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Jelang HUT ke-14, BeSS Resort & Waterpark Malang Hadirkan Dream Forest untuk Kenalkan Alam kepada Anak

18 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Wali Kota Malang Ajak Warga Maknai Kemerdekaan dengan Kepedulian, Doakan Korban Bencana NTT

17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

HUT RI ke-81, PDIP Kota Malang Sisipkan Doa untuk Korban Bencana di NTT

17 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Wali Kota Malang Serahkan Remisi kepada 1.752 Warga Binaan, 17 Orang Langsung Bebas

17 Agustus 2026 - 16:25 WIB

Semarak HUT RI, Satlantas Polres Malang Bagikan Bendera Mini kepada Pengendara

17 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !