BACAMALANG.COM — Di tengah gempuran modernisasi dan derasnya arus wisata massal, Batu Guide Community (BGC) merayakan 12 tahun kiprahnya sebagai penjaga jati diri wisata Kota Batu. Berdiri sejak 2013, komunitas pramuwisata lokal ini tak sekadar menunjukkan jalan kepada wisatawan, tetapi juga menjadi wajah kebudayaan dan sejarah yang hidup dari Kota Batu.
Didirikan oleh Hendra Rustiadi bersama rekan-rekannya, BGC lahir dari semangat untuk mempersatukan dan memperkuat kapasitas para pemandu wisata lokal. Selama lebih dari satu dekade, mereka konsisten membekali anggotanya dengan pelatihan teknis, kegiatan eksplorasi destinasi (FUNTRIP & FAMTRIP), serta edukasi budaya demi menciptakan sumber daya manusia pariwisata yang profesional, kompeten, dan berakar kuat pada kearifan lokal.
“Kota Batu tidak cukup hanya dikenal karena udaranya yang sejuk atau wisatanya yang indah. Harus ada yang menjelaskan nilai-nilai di balik keindahan itu. Di situlah peran kami,” ujar Hendra Rustiadi, inisiator Batu Guide Community.
Tak hanya aktif di lapangan, BGC juga gencar mempromosikan Kota Batu melalui media sosial, memperkenalkan kekayaan alam, budaya, hingga wisata desa kepada publik yang lebih luas. Mereka pun terlibat aktif dalam Forum Organisasi Pariwisata Kota Batu (FASIPA) untuk memperkuat sinergi lintas sektor.
Menurut Ketua BGC, Oding Alfarifta Effendi, kehadiran pemandu lokal tidak bisa digantikan. “Kami bukan sekadar pemandu, kami adalah penjaga narasi sejarah dan budaya Kota Batu. Setiap cerita yang kami sampaikan adalah cara kami menjaga identitas daerah ini tetap hidup,” tegasnya.
BGC juga konsisten mengenakan udeng saat bertugas—sebuah simbol komitmen mereka dalam melestarikan nilai budaya lokal. Komunitas ini bahkan menjadi contoh inspiratif di tingkat Jawa Timur dalam hal menjaga integritas budaya dalam layanan wisata.
Namun perjalanan mereka tak tanpa tantangan. Perubahan kebijakan pariwisata, keterbatasan jaminan keselamatan kerja, hingga tekanan dari industri wisata berbasis platform digital menjadi tantangan nyata. Meski begitu, BGC memilih jalur kolaborasi, bukan kompetisi.
Kini, di usia ke-12, BGC bukan hanya organisasi pemandu wisata—mereka adalah simpul penting yang menjembatani kearifan lokal dan harapan masa depan pariwisata Kota Batu.
Reporter: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































