BACAMALANG.COM — Lokasi titik Jurang Metro, Jalan Raya Banjarsari – Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, kembali memakan korban. Lokasi tersebut sering terjadi kemacetan dan banyak orang jatuh, penyebabnya sama: jalan licin akibat tumpahan air dari mobil pengangkut tahu.
Korban terbaru adalah Lidia. Ia terjatuh saat mengendarai motor menuju tempat kerja. “Dibawa ke RS Wava Husada,” tutur Anang, warga Turen, ayah Lidia kepada baacamalang, Senin [27/7/2026] pagi.
“Tujuan saya. Walau keluarga jadi korban tidak apa-apa. Semoga ini yang terakhir kali kejadian orang jatuh,” terangnya.
Menurutnya, air tahu dari truk sering tumpah saat kendaraan menurun di tikungan Jurang Metro.
“Mobil yang membawa tahu itu airnya tumpah pada saat menurun di tikungan. Tumpah di situ, akhirnya menjadikan permukaan jalan licin. Kalau pas ketahuan bisa dihindari, tapi kalau sudah gak ketahuan ya kadang dilewati aja,” katanya.
Diketahui, biasanya memang bak tempat tahu itu ada airnya penuh agar tahu tidak rusak. Karena ada goncangan dan goyangan membuat “kocak – kacik” kalau naik dan turun di jurang sehingga tertumpah ke bak mobil, selanjutnya turun ke jalan
Anang menyebut roda depan sepeda motor paling sering tergelincir, terutama saat posisi menurun dan pengendara sedang mengerem. Kejadian paling rawan terjadi pagi hari antara jam 5 sampai jam 6, sebelum matahari bersinar.
“Banyak saksi mata yang menyaksikan itu sering terjadi. Sudah beberapa terjadi kecelakaan seperti itu,” ujarnya.
Bahkan keluarga Anang sendiri juga pernah jadi korban.
Lokasi tersebut merupakan jalur vital. Setiap pagi dilalui warga yang berangkat kerja ke pabrik, anak sekolah, hingga pedagang tape.
“Tujuan mau berangkat kerja di suatu perusahaan,” begitu kronologi singkat korban Lidia kata Anang.
Keluhan warga soal jalan licin ini bukan baru sekali. “Banyak warga mengeluh jalan licin,” tulis warga lain, di grup medsos.
“Kita semua itu usaha untuk meningkatkan ekonomi, tapi kalau bisa jangan sampai merugikan orang lain,” kata Anang.
Ia berharap perusahaan pemilik mobil angkutan tahu bisa memberi perhatian. Salah satu solusinya, kata Anang, air tahu dikantongi terpal terlebih dahulu.
“Bisa dengan cara dikantongi terpal biar kalau air tumpah itu berada di dalam terpal. Nanti pada saat berada di jalan yang aman untuk membuangnya dibuang ke tempat yang aman. Sehingga tidak menimbulkan jalan itu licin kena tumpahan air tahu karena ada cuka nya,” jelasnya.
Warga berharap ada tindakan cepat dari pihak terkait agar tidak ada lagi korban di titik Jurang Metro.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































