Protes Keras Frasa "Kami Bukan Londo Ireng", Lintas Organisasi Wartawan Malang Raya Gelar Aksi Damai di Bundara Tugu Malang - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 27 Jul 2026 14:13 WIB ·

Protes Keras Frasa “Kami Bukan Londo Ireng”, Lintas Organisasi Wartawan Malang Raya Gelar Aksi Damai di Bundara Tugu Malang


 Sebagai bentuk protes keras frasa 'Londo Ireng', lintas organisasi pers menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Tugu Kota Malang, Senin (26/7/2026). (PFI Malang) Perbesar

Sebagai bentuk protes keras frasa 'Londo Ireng', lintas organisasi pers menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Tugu Kota Malang, Senin (26/7/2026). (PFI Malang)

BACAMALANG.COM – Kekecewaan mendalam menyelimuti insan pers di Malang Raya menyusul pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut wartawan sebagai ‘Londo Ireng’.

Sebagai bentuk protes keras, lintas organisasi pers menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Tugu Kota Malang, Senin (26/7/2026).

Aksi damai ini dimotori oleh kolaborasi empat organisasi pers utama di wilayah Malang Raya, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang.

Dalam orasinya, Ketua AJI Malang, Benni Indo menegaskan bahwa tema aksi ‘Kami Bukan Londo Ireng!’, ini diusung sebagai respons atas stigmatisasi yang menyamakan jurnalis dengan penjajah, pengkhianat, dan penindas rakyat ala era kolonial.

“Frasa ‘Londo Ireng’ yang disematkan kepada wartawan sangat kontradiktif. Dalam catatan sejarah bangsa Indonesia, banyak pahlawan nasional yang berlatar belakang jurnalis, seperti WR Supratman pencipta lagu Indonesia Raya, Tirto Adhi Suryo, Adam Malik, Roehana Koeddoes, hingga HOS Cokroaminoto,” tegas Benni.

Jurnalis harian Surya ini menambahkan, justru orang yang selama ini menasbihkan dirinya paling nasionalis, nyatanya mencela para pejuang.

“Bahkan lagu Indonesia Raya yang selalu dinyanyikan itu ciptaan jurnalis,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua IJTI Korda Malang Raya, Hilda Daningtyas, menilai ucapan tersebut sangat melukai harga diri, independensi, serta marwah profesi wartawan.

Poster protes keras frasa ‘Londo Ireng’, lintas organisasi pers menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Tugu Kota Malang, Senin (26/7/2026). (PFI Malang)

“Sebagai Kepala Negara, Presiden seharusnya tahu bahwa kita ini bukan kaki tangan asing. Tugas kita adalah menghadirkan informasi yang jujur bagi masyarakat,” ujar jurnalis Kompas TV tersebut.

Sementara Ketua PWI Malang Raya yang juga jurnalis Harian Bhirawa, Ir. Cahyono, juga menegaskan bahwa aksi di Bundaran Tugu ini dilayangkan untuk menuntut pertanggungjawaban moral dari kepala negara atas pencemaran profesi jurnalis.

“Aksi ini para wartawan meminta supaya Presiden Prabowo mencabut ucapannya, dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh insan pers, karena mencoreng marwah profesi jurnalis ini,” ujar Cahyono.

Sementara itu, Ketua PFI Malang sekaligus fotografer Jawa Pos Radar Malang, Darmono, mengingatkan bahwa kritik adalah bagian dari fungsi kontrol sosial pers sebagai pilar keempat demokrasi.

“Pernyataan Presiden Prabowo mencederai profesi jurnalis. Sebagai salah satu pilar demokrasi, pers berkewajiban untuk mengkritik berbagai kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat. Jika mengkritik dianggap melawan, ia perlu diingatkan bahwa ia menerima mandat dari rakyat dan digaji dari uang rakyat. Janganlah memberi contoh buruk apalagi di atas podium resmi seperti itu,” pungkas pria berkacamata ini.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dari Uang Jajan yang Tipis Sampai Financial Freedom: Bagaimana Menaklukkan Tiap Fase Finansial Bagi Anak Muda?

27 Juli 2026 - 14:41 WIB

Insan Pers Malang Raya Gelar Aksi Damai, Desak Presiden Prabowo Minta Maaf atas Sebutan ‘Londo Ireng’

27 Juli 2026 - 12:36 WIB

Aksi “Kami Bukan Londo Ireng”, PFI Malang: Kemerdekaan Pers Tak Boleh Dibungkam

27 Juli 2026 - 12:15 WIB

Kakak Beradik Asal Singaraja Kompak Sabet Medali Emas dan Perak Olimpiade Matematika Nasional FABI XV

27 Juli 2026 - 06:21 WIB

Dewi Pertiwi PSI Malang Raya Resmi Diperkenalkan, Kampanye Hidup Sehat Lewat Zumba Party

26 Juli 2026 - 13:34 WIB

Pelaku Curanmor di Lawang Dibekuk, Modus Pakai Kunci Asli dan Pernah Beraksi di Pasuruan

26 Juli 2026 - 08:25 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !