Dari Uang Jajan yang Tipis Sampai Financial Freedom: Bagaimana Menaklukkan Tiap Fase Finansial Bagi Anak Muda? - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 27 Jul 2026 14:41 WIB ·

Dari Uang Jajan yang Tipis Sampai Financial Freedom: Bagaimana Menaklukkan Tiap Fase Finansial Bagi Anak Muda?


 Ilustrasi menaklukkan tiap fase finansial. (ist) Perbesar

Ilustrasi menaklukkan tiap fase finansial. (ist)

BACAMALANG.COM-Coba flashback sebentar ke zaman sekolah atau kuliah dulu. Rasanya kok uang jajan dari orang tua itu seolah-seolah punya sayap ya? Baru juga hari Selasa atau Rabu, saldo di dompet udah sekarat, padahal akhir minggu masih jauh. Dulu mikirnya, “Nanti deh kalau udah kerja dan punya gaji sendiri, hidupku pasti bakal jauh lebih enak dan bisa nabung banyak.”

Akan tetapi, begitu benar-benar masuk dunia kerja dan merasakan dapat gaji bulanan, ternyata tantangannya malah makin level up! Tiba-tiba ada yang namanya lifestyle creep—gaji naik, tapi standar nongkrong, jajan kopi, dan belanja ikut-ikutan meroket.

Belum lagi pas makin dewasa, target hidup mendadak nambah terus: inginnya beli gadget terbaru, traveling, siapkan uang muka rumah, dana nikah, sampai mikir bagaimana nanti dana pensiunnya?

Perjalanan keuangan kita itu emang bakal terus berubah seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia. Tapi kalau ditarik satu benang merah, kunci utamanya tuh sebenarnya cuma satu: seberapa jago kita mengelola uang di setiap fasenya.

Impian mencapai financial freedom atau bebas finansial itu bukan sesuatu yang mendadak jatuh dari langit, terutama saat gaji kita udah menyentuh angka belasan atau puluhan juta. Bebas finansial itu murni hasil akumulasi dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita bangun dari hari ke hari sejak pertama kali kita memegang uang sendiri.

Habit Dulu, Nominal Kemudian

Banyak dari kita yang sering kejebak sama pemikiran “Ah, gaji saya ‘kan masih UMR, mana bisa nabung atau investasi?” Akhirnya, kita menunda untuk disiplin dan menunggu sampai punya penghasilan besar dulu. Padahal menurut riset maupun fakta di lapangan, ada bukti kalau besaran gaji itu nggak menjamin kondisi keuangan seseorang bakal lebih sehat kalau kebiasaannya masih ugal-ugalan.

Orang yang dari zaman kuliah udah terbiasa menyisihkan uang jajan—sekecil apa pun nominalnya—pasti bakal jauh lebih luwes dan pintar mengelola gaji pertamanya pas kerja. Sebaliknya, kalau dari awal kebiasaan kita adalah menghabiskan setiap rupiah yang masuk demi memenuhi semua keinginan dan rasa FOMO, mau gaji kita naik berapa kali lipat pun, uang itu bakal selalu habis tanpa bekas.

Jadi, membangun disiplin finansial itu ibarat melatih otot: harus dimulai sedini mungkin dan konsisten, tak peduli berapa pun nominal angka yang ada di rekening bank saat ini.

One Step at a Time, Selangkah demi Selangkah

Ada istilah, beda fase kehidupan, beda juga prioritas finansialnya. Dulu pas kuliah mungkin target paling puncak kita cuma sederhana saja: bisa beli tiket konser idola atau beli HP baru. Namun, begitu masuk dunia kerja, prioritas kita bergeser ke hal-hal yang lebih riil, seperti mengumpulkan dana darurat, bayar tagihan bulanan, atau menabung buat liburan atau healing.

Di satu sisi, pada fase berikutnya, tanggung jawab makin besar dengan munculnya kebutuhan dana DP rumah, modal nikah, sampai dana pendidikan anak.

Satu kesalahan yang anak muda sering mental ‘breakdown’ dan merasa gagal secara finansial adalah berusaha mewujudkan semua target itu secara bersamaan. Yakin saja, mengejar semua hal sekaligus dalam satu waktu cuma bakal bikin stress belaka, bahkan bisa-bisa kehabisan napas.

Kuncinya adalah susun skala prioritas dengan tenang. Mana yang harus dicapai dalam 1 tahun ke depan, mana yang bisa dicicil buat 3 tahun lagi, dan mana yang sifatnya jangka panjang. Dengan begitu, setiap pencapaian terasa lebih realistis tanpa harus mengorbankan kesehatan mental dan finansialmu.

Lalu, Apa lagi Selain Menabung?

Menabung memang jadi pondasi paling dasar dalam perjalanan keuangan siapa pun. Tapi jika targetnya adalah mencapai ‘financial freedom’ biar nanti nggak perlu kerja banting tulang terus-terusan sampai tua, maka berhenti di fase menabung saja itu tidak bakal cukup. Apalagi dengan adanya inflasi yang diam-diam menggerus nilai uang kita tiap tahunnya.

Saat kondisi keuangan harian sudah mulai stabil dan pos dana darurat sudah aman, saatnya untuk ‘step up the game’. Artinya, perjalanan finansial harus berkembang dari yang tadinya cuma sekadar “menyimpan uang” menjadi kemampuan untuk merencanakan, menjaga, dan membiakkan nilai asetmu secara bertahap.

Harus dimulai belajar membuat uang dapat “bekerja” melalui instrumen investasi yang tepat sesuai dengan tujuan jangka panjang yang pengen kamu capai.

Agar setiap fase perjalanan finansial tersebut bisa dilewati dengan rapi dan terencana, maka butuh “partner” digital yang fleksibel seperti blu by BCA Digital. Ada fitur bluSaving saat sedang di fase mengumpulkan dana untuk berbagai target—mulai dari dana darurat, seperti modal liburan, sampai DP rumah pun— yang bisa memanfaatkan, khususnya untuk memisahkan tabungan ke dalam kantong-kantong khusus biar pos anggarannya tidak saling beririsan.

Nah, begitu tabungan kita mulai terkumpul dan siap melangkah ke fase berikutnya untuk membangun aset jangka panjang, maka bluInvest dapat menjadi instrumen praktis untuk langsung mencoba berinvestasi.

Intinya, kombinasi fitur bluSaving untuk menyiapkan target dan bluInvest dari blu by BCA Digital ini akan bikin lebih siap dan percaya diri menghadapi setiap tahap kehidupan dengan perencanaan keuangan yang makin matang!

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Warga Keluhkan Jalan Jurang Metro Licin Akibat Tumpahan Air Tahu, Sejumlah Pengendara Jatuh

27 Juli 2026 - 16:47 WIB

Protes Keras Frasa “Kami Bukan Londo Ireng”, Lintas Organisasi Wartawan Malang Raya Gelar Aksi Damai di Bundara Tugu Malang

27 Juli 2026 - 14:13 WIB

Insan Pers Malang Raya Gelar Aksi Damai, Desak Presiden Prabowo Minta Maaf atas Sebutan ‘Londo Ireng’

27 Juli 2026 - 12:36 WIB

Aksi “Kami Bukan Londo Ireng”, PFI Malang: Kemerdekaan Pers Tak Boleh Dibungkam

27 Juli 2026 - 12:15 WIB

Kakak Beradik Asal Singaraja Kompak Sabet Medali Emas dan Perak Olimpiade Matematika Nasional FABI XV

27 Juli 2026 - 06:21 WIB

Dewi Pertiwi PSI Malang Raya Resmi Diperkenalkan, Kampanye Hidup Sehat Lewat Zumba Party

26 Juli 2026 - 13:34 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !