BACAMALANG.COM – Aktor Indonesia Surya Manly kembali mengukir prestasi di kancah perfilman internasional. Setelah sukses menembus industri film Hollywood melalui film aksi Monkey Man, aktor asal Aceh tersebut kini dipercaya membintangi film horor produksi Taiwan bertajuk *The Rope Curse 4: Kuntilanak*, sebuah kolaborasi besar antara sineas Taiwan dan Indonesia.
Keterlibatan Surya Manly dalam proyek ini menjadi bukti bahwa kualitas aktor Indonesia semakin mendapat pengakuan di industri perfilman internasional. Film tersebut diproduksi oleh WOWing Entertainment Group dan menjadi kelanjutan dari trilogi horor populer The Rope Curse, yang telah memiliki basis penggemar di berbagai negara Asia.
Lahir dengan nama Teuku Suryadi, Surya Manly merupakan aktor sekaligus atlet tinju asal Aceh. Namanya mulai dikenal masyarakat Indonesia setelah memerankan karakter Ekky dalam sinetron populer Amanah Wali yang tayang di RCTI.
Perjalanan kariernya terus berkembang hingga berhasil menembus perfilman Hollywood melalui *Monkey Man*. Menariknya, kesempatan tersebut diraih berkat keberaniannya mengikuti proses audisi secara mandiri hanya dengan bermodalkan rekaman video menggunakan telepon genggam.
Kini, kiprahnya kembali berlanjut lewat The Rope Curse 4: Kuntilanak, film yang memadukan unsur horor khas Taiwan dengan legenda mistis Indonesia yang telah dikenal luas hingga mancanegara.
Dalam proyek tersebut, sutradara Shih-han Lao kembali dipercaya mengarahkan film setelah sukses menggarap tiga seri sebelumnya. Sementara sentuhan lokal Indonesia diperkuat melalui kolaborasi dengan produser *Oswin Bonifanz*, sehingga menghadirkan perpaduan budaya horor yang lebih autentik.
Selain Surya Manly, film ini juga dibintangi sejumlah aktor dan aktris Indonesia, seperti Ferry Salim, Audy Marissa, Fandy Christian, Dito Darmawan, Andovi Da Lopez, Kiara McKenna, TJ, Fergie Brittany, dan Ivonne Dahler. Dari Taiwan, Vera Chen dan Wilson Hsu kembali menghidupkan karakter yang telah menjadi bagian dari waralaba tersebut.
Dalam film ini, Surya Manly akan beradu akting dengan para pemain lintas negara. Kehadirannya menjadi salah satu daya tarik utama bagi penonton Indonesia yang ingin melihat kiprah aktor Tanah Air di panggung perfilman Asia.
Surya Manly mengaku bangga dapat menjadi bagian dari proyek internasional tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan kualitas aktor Indonesia kepada dunia.
“Bisa menjadi bagian dari The Rope Curse 4: Kuntilanak merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi saya. Saya berharap kehadiran aktor Indonesia dalam proyek ini dapat menunjukkan bahwa talenta kita mampu bersaing di tingkat internasional. Semoga film ini juga menjadi jembatan kolaborasi yang lebih luas antara industri perfilman Indonesia dan Taiwan,” ujar Surya Manly.
Ia menambahkan, setiap proyek internasional selalu menjadi pengalaman berharga untuk mengembangkan kemampuan akting sekaligus memperluas jejaring di industri perfilman global.
“Saya selalu percaya bahwa kerja keras, disiplin, dan terus belajar akan membuka jalan. Semoga langkah ini juga bisa menjadi motivasi bagi aktor-aktor muda Indonesia untuk berani bermimpi dan mencoba kesempatan di panggung internasional,” katanya.
Secara garis besar, The Rope Curse 4: Kuntilanak mengisahkan seorang kakak yang membawa abu jenazah adiknya ke Indonesia sembari mencari ayahnya yang telah lama menghilang. Perjalanan tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika kekuatan supranatural mulai meneror keluarganya dan menyeret mereka ke dalam pertarungan mematikan melawan sosok Kuntilanak.
Film ini dijadwalkan tayang pada 2026 dan diperkirakan menjadi salah satu kolaborasi perfilman terbesar antara Indonesia dan Taiwan. Kehadiran Surya Manly dalam proyek tersebut semakin menegaskan kiprah aktor Indonesia yang mampu bersaing di industri perfilman dunia serta membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas di masa mendatang.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































