BACAMALANG.COM – Dosen Departemen Kimia, Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penerapan sains yang aplikatif. Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) tentang analisis fitokimia bahan jamu herbal bagi warga Dusun Kunci, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, tepatnya Minggu (19/7/2026) tersebut, dipimpin oleh Dr.Sc. Siti Mariyah Ulfa bersama tim dari Laboratorium Kimia Organik Departemen Kimia FSTeM UB, yakni Dr. Moh. Farid Rahman dan Masruri, Ph.D..
Dalam pelatihan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kandungan fitokimia pada tanaman obat sebagai upaya meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk jamu herbal tersebut, peserta memperoleh materi mengenai berbagai senyawa fitokimia, seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berperan penting terhadap khasiat tanaman herbal.
Tidak berhenti pada penyampaian teori, peserta yang berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Kunci juga diajak melakukan praktik langsung menguji kandungan senyawa aktif menggunakan metode reagen sederhana yang aman, mudah diaplikasikan, dan dapat diterapkan secara mandiri.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Kimia UB, Dr.Sc. Siti Mariyah Ulfa, menyampaikan, pelatihan ini diharapkan mampu menjembatani ilmu kimia dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas produksi jamu tradisional.
“Kami ingin memberikan edukasi berbasis keilmuan kimia yang dapat diserap dengan mudah oleh masyarakat. Melalui pengujian fitokimia sederhana ini, warga dapat memastikan kualitas serta efektivitas bahan baku herbal yang digunakan untuk jamu tradisional,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Warga aktif berdiskusi sekaligus mempraktikkan teknik analisis bersama tim dosen, sehingga pemahaman mengenai keamanan dan kualitas bahan herbal dapat diterapkan secara langsung dalam proses produksi jamu.
“Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya mempertahankan tradisi meracik jamu secara turun-temurun, tetapi juga memiliki dasar pengetahuan ilmiah untuk menghasilkan produk herbal yang lebih berkualitas, aman, dan memiliki daya saing,” ujar Dr.Sc. Siti Mariyah Ulfa.
Program ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Departemen Kimia FSTeM Universitas Brawijaya dalam menghadirkan inovasi sains yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan pengetahuan masyarakat tentang keamanan jamu herbal, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer ilmu pengetahuan, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan meningkatkan nilai ekonomi produk herbal lokal, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis kimia, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pemberdayaan potensi desa.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































