Sinergi Pendampingan Pacu Kualitas Desa Wisata Poncokusumo dan Ngawonggo - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 2 Agu 2026 16:04 WIB ·

Sinergi Pendampingan Pacu Kualitas Desa Wisata Poncokusumo dan Ngawonggo


 Berfoto bersama dalam kegiatan Pendampingan Desa Wisata 2026 oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang menyasar Desa Wisata Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo dan Desa Wisata Ngawonggo, Kecamatan Tajinan. (Humas Disparbud Kabupaten Malang) Perbesar

Berfoto bersama dalam kegiatan Pendampingan Desa Wisata 2026 oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang menyasar Desa Wisata Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo dan Desa Wisata Ngawonggo, Kecamatan Tajinan. (Humas Disparbud Kabupaten Malang)

BACAMALANG.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang memulai program Pendampingan Desa Wisata 2026 dengan menyasar Desa Wisata Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo dan Desa Wisata Ngawonggo, Kecamatan Tajinan. Kick off kegiatan dilakukan di Balai Dusun Drigu, Desa Poncokusumo, belum lama ini.

Tahun ini Disparbud menggandeng dua mitra strategis, CV Kreol Indonesia dan East Java Ecotourism Forum atau EJEF sebagai tim pendamping dan ahli pariwisata berbasis masyarakat.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Disparbud Kabupaten Malang, Ir Budi Susilo, mengatakan pendampingan ini bertujuan mengidentifikasi potensi desa agar manajemen pengelolaan semakin kuat.

“Pendampingan Desa Wisata ini merupakan sebuah kebutuhan bagi desa. Harapan kami, melalui kegiatan ini kita dapat mengidentifikasi berbagai potensi yang ada di masing-masing desa. Tujuannya agar manajemen pengelolaan desa wisata meningkat, kunjungan wisatawan bertambah, dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan perputaran ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.

Kepala Desa Poncokusumo, Syamsul Mulio, menyambut baik program tersebut. Ia menyebut Pemerintah Desa bersama Pokdarwis siap menyukseskan pendampingan demi meningkatkan perekonomian warga melalui desa wisata.

Fasilitator EJEF, Rachmanu Tri Anugerah, menekankan perbedaan desa wisata dengan daya tarik wisata biasa. Menurutnya Poncokusumo dan Ngawonggo sudah memiliki keunikan sendiri. Tugas ke depan adalah mengemasnya menjadi paket wisata yang menarik dan berkesan.

Program pendampingan ini merupakan agenda rutin Disparbud Kabupaten Malang. Fokusnya adalah pendampingan langsung di lapangan kepada pengelola desa wisata bersama pakar dan praktisi pariwisata. Targetnya adalah meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kelembagaan, serta mewujudkan pengelolaan desa wisata yang profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

JTP 1 Buka Dua Museum Baru, Hadirkan 617 Alat Peraga Sains dan 1.023 Artefak Budaya

16 September 2026 - 18:32 WIB

Api Karhutla Meluas ke Jemplang, Seluruh Jalur Wisata Gunung Bromo Ditutup

12 September 2026 - 21:30 WIB

Sambut September, Whiz Prime Malang Hadirkan “Sweetember”, Promo Menginap Mulai Rp600 Ribu

4 September 2026 - 09:54 WIB

Baloga UMKM Market, Berburu Oleh-Oleh dan Kuliner di Kota Batu Tanpa Tiket Masuk Baloga

30 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Sky Wheel Batu Love Garden, Menikmati Panorama Baloga dan Kota Batu dari Perspektif yang Berbeda

27 Agustus 2026 - 07:23 WIB

Merdeka di Jatimpark, Mengenal Sejarah Indonesia Lewat Diorama Perjuangan Bangsa di Jawa Timur Park 1

22 Agustus 2026 - 06:17 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !