Miben Voice, Kelompok Vokal Anak Malang yang Takut Terbang Namun Siap Menuju Panggung Internasional - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 12 Agu 2026 13:08 WIB ·

Miben Voice, Kelompok Vokal Anak Malang yang Takut Terbang Namun Siap Menuju Panggung Internasional


 Miben Voice dengan atribut khas Arema saat tampil dalam Road to Festival Mbois 11 Malang Menyala di Alun-Alun Kota Malang, Selasa (11/8/2026). (Nedi Putra AW) Perbesar

Miben Voice dengan atribut khas Arema saat tampil dalam Road to Festival Mbois 11 Malang Menyala di Alun-Alun Kota Malang, Selasa (11/8/2026). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Miben Voice menjadi salah satu kelompok vokal anak asal Kota Malang yang konsisten mengenalkan lagu anak-anak dan lagu dolanan di tengah perkembangan musik modern. Kelompok vokal yang dibentuk Yukhe Oktaf pada 2022 ini berawal dari keinginan menghadirkan ruang bagi anak-anak di Mulyorejo, kawasan sekitar TPA Supit Urang, Kecamatan Sukun, untuk kembali mencintai lagu sesuai usia mereka.

Seiring perjalanan waktu, Miben Voice tidak hanya aktif bernyanyi, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi di berbagai ajang. Pada 2023, kelompok ini berhasil meraih Juara 1 kompetisi menyanyi lagu daerah tingkat pelajar Nusantara Bernyanyi 1 yang digelar Musuem Musik Indonenesia (MMI).

Prestasi tersebut kemudian mengantarkan Miben Voice menjadi bintang tamu dalam gelaran Nusantara Bernyanyi 2 di Gedung Kesenian Gajayana Malang pada tahun berikutnya.

Penampilan mereka juga mendapat apresiasi ketika tampil dalam Amboina International Music Festival (AIMF) di Taman Budaya, Karang Panjang, Kota Ambon, pada akhir Oktober 2025. Saat itu, Miben Voice bahkan mendapat standing applause dalam rangkaian perayaan HUT Ambon sebagai Kota Musik Dunia UNESCO.

“Syukurlah, ternyata kami tahun ini kembali diundang untuk hadir kembali ke Ambon dalam acara yang sama,” ungkap Yukhe Oktaf seusai mendampingi anak asuhnya tampil dalam Road to Festival Mbois 11 Malang Menyala di Alun-Alun Kota Malang, Selasa (11/8/2026).

“Miber Dewean” dan Pendidikan Karakter

Nama Miben Voice memiliki arti “Miber Dewean” atau terbang sendiri. Makna tersebut coba diwujudkan melalui semangat mandiri dan kedisiplinan dalam perjalanan kelompok vokal tersebut.

Yukhe menerapkan aturan yang cukup ketat untuk membentuk karakter para anggota. Latihan rutin tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan vokal, tetapi juga membangun sikap disiplin dan tanggung jawab.

“Aturan di Miben itu ketat. Siapa yang membantah orang tua, langsung keluar, demikian pula dengan anggota yang suka mengumpat. Termasuk pegang dan main HP waktu perform,” tegasnya.

Kedisiplinan tersebut berjalan beriringan dengan pencapaian prestasi. Selain Juara 1 Nusantara Bernyanyi, Miben Voice juga pernah meraih Juara 3 Festival Aransemen Musik Daerah Tingkat Nasional melalui keunikan penggunaan alat musik berbahan daur ulang.

Miben Voice juga menjadi salah satu nominator utama dalam kompetisi Nyala Kreatif yang diselenggarakan di Kota Solo.

“Kami juga tengah melakukan persiapan intensif untuk memenuhi undangan panggung budaya internasional di Turki, selain nanti akan tampil kembali di ajang Amboina International Music Festival (AIMF) 2026,” terang Yukhe.

Founder Miben Voice Yukhe Oktaf, bersama dua anak asuhannya saat mengisi acara talkshow di salah satu radio. (ist)

Konsisten Membawakan Lagu Anak

Dengan anggota yang masih berusia 9 hingga 13 tahun, perjalanan Miben Voice menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Malang. Yukhe menegaskan kelompok tersebut tetap mempertahankan identitas dengan membawakan lagu anak-anak, lagu dolanan, serta aransemen musik yang dikembangkan secara mandiri.

Dalam Road to Festival Mbois 11 Malang Menyala yang bertepatan dengan HUT ke-39 Arema, Miben Voice membawakan “Nowus”, sebuah komposisi yang mengangkat boso walikan khas Malang.

“Seperti dalam Road to Festival Mbois 11 Malang Menyala yang bertepatan dengan HUT ke-39 Arema kali ini, kami sengaja membawakan ‘Nowus’, sebuah komposisi tentang boso walikan Malang agar dapat semakin populer dan dikenal luas melalui musik,” jelasnya.

Menurut Yukhe, musik dapat menjadi media efektif untuk mengenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.

Dari Bus hingga Pesawat

Di balik perjalanan Miben Voice tampil di berbagai daerah, tersimpan cerita menarik yang dialami para anggota. Untuk perjalanan ke sejumlah kota seperti Banyuwangi, Solo, dan Surabaya, mereka biasanya menggunakan bus secara bersama-sama.

Namun, perjalanan ke Ambon menjadi pengalaman berbeda karena sebagian besar anggota belum pernah menggunakan pesawat.

“Nah, waktu harus ke Ambon itulah, ternyata hampir semua anggota Miben ternyata takut naik pesawat untuk pertama kalinya, bahkan kekhawatiran tersebut juga dirasakan para orang tua,” ujarnya.

Saat berada di Ambon, Miben Voice sebenarnya juga mendapat undangan untuk tampil dalam sebuah acara musik di Thailand. Namun, kesempatan tersebut belum dapat dipenuhi karena keterbatasan biaya.

Kini, kesempatan tampil di panggung internasional kembali terbuka. Miben Voice dijadwalkan berangkat ke Turki pada 23 September 2026. Setelah itu, mereka akan kembali tampil dalam AIMF 2026 di Ambon pada 29 Oktober 2026 melalui agenda yang berkaitan dengan UNESCO.

“Tapi ternyata kita malah dapat undangan ke Turki dan diagendakan berangkat pada 23 September 2026, sementara ke AIMF Ambon dari UNESCO nanti pada tanggal 29 Oktober 2026,” tukas Yukhe.

Membawa Lagu Anak ke Panggung Dunia

Perjalanan Miben Voice dari lingkungan Mulyorejo hingga panggung internasional menunjukkan bahwa kelompok vokal anak dapat tumbuh dari komunitas sederhana dengan konsistensi, kedisiplinan, dan keberanian untuk mempertahankan identitas musiknya.

Yukhe berharap perjalanan panjang Miben Voice, termasuk kesempatan tampil dalam agenda musik internasional, dapat menjadi pertimbangan bagi sekolah-sekolah vokal maupun musik untuk kembali memberi ruang lebih besar bagi lagu anak dan lagu dolanan.

Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan pilihan lagu yang sesuai dengan usia dan dunia mereka. Musik tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi media pendidikan karakter sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada generasi berikutnya.

Bagi Miben Voice, “terbang sendiri” bukan berarti berjalan tanpa arah. Sebaliknya, semangat tersebut menjadi dorongan untuk terus tumbuh, membawa lagu anak-anak Malang semakin jauh, dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal hingga ke panggung internasional.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Joglo Taman Wilis, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

12 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Polarisasi Digital dan Persoalan Sosial Jadi Sorotan FGD Lintas Elemen di Kota Malang

12 Agustus 2026 - 10:23 WIB

Road to Festival Mbois 11 “Malang Menyala”, Hadirkan Seni, Storytelling, dan Musik di Alun-Alun Kota

11 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Dua Advokat Maha Patih Law Office Resmi Dilantik, Siap Perkuat Penegakan Hukum

11 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Doa Veteran Jadi Penguat Nurochman Memimpin Kota Batu

11 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Lima Bulan Menghilang, Pelaku Penganiayaan Tetangga di Gedangan Akhirnya Diciduk Polisi

11 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !