Kebakaran Gunung Buthak Meluas, Tim Gabungan Bergerak Cepat dan Jalur Pendakian Dibatasi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 4 Sep 2026 14:13 WIB ·

Kebakaran Gunung Buthak Meluas, Tim Gabungan Bergerak Cepat dan Jalur Pendakian Dibatasi


 Kapolres Batu, AKBP Dr. Aris  Purwanto saat tengah berkoordinasi bersama tim gabungan tangani kedaruratan di lokasi kebakaran gunung Panderman-Butak. (Yan) Perbesar

Kapolres Batu, AKBP Dr. Aris Purwanto saat tengah berkoordinasi bersama tim gabungan tangani kedaruratan di lokasi kebakaran gunung Panderman-Butak. (Yan)

BACAMALANG.COM — Kebakaran melanda kawasan hutan konservasi Gunung Buthak, tepatnya di Petak 100 Pos 3, Selasa (1/9/2026) siang. Titik api pertama kali terpantau sekitar pukul 12.46 WIB.

Informasi tersebut diterima Pusdalops BPBD Kota Batu dari Paguyuban Ojek Pendakian Gunung Panderman-Buthak. Lokasi kebakaran berada di kawasan perbatasan Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dengan wilayah selatan Kota Batu.

Merespons kejadian tersebut, jajaran Polres Batu bersama TNI, BPBD Kota Batu, BPBD Kabupaten Malang, dan relawan langsung melakukan koordinasi serta penanganan di lapangan.

Kapolres Batu AKBP Dr. Aris Purwanto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan koordinasi lintas instansi diperlukan untuk menentukan langkah pemadaman yang paling efektif, mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan dengan medan cukup berat.

“Kami berkoordinasi erat dengan seluruh unsur terkait, termasuk TNI, Polri, dan BPBD kedua wilayah, guna menentukan pola pemadaman yang paling efektif di tengah tantangan medan yang cukup berat,” ujarnya.

Medan Terjal, Pemadaman Dilakukan Manual

Penanganan kebakaran tidak mudah. Selain berada di kawasan konservasi, medan menuju lokasi api cukup terjal dan sulit dijangkau kendaraan maupun peralatan pemadam melalui jalur darat.

Kondisi tersebut membuat petugas gabungan bersama relawan harus melakukan pemadaman secara manual menggunakan metode tradisional atau gebyok dengan memanfaatkan ranting pohon.

Kapolres menyebut musim kemarau, vegetasi yang mengering, rendahnya kelembapan, serta potensi angin kencang turut meningkatkan risiko meluasnya kebakaran.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih diselidiki. Polisi bersama pihak terkait masih mendalami kemungkinan api dipicu faktor alam maupun kelalaian manusia.

Keselamatan Pendaki Jadi Perhatian Utama

Potensi api yang mendekati jalur pendakian membuat aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Pihak berwenang telah berkoordinasi dengan pengelola pos pendakian melalui jalur Panderman untuk meningkatkan pengawasan dan membatasi aktivitas masyarakat di sekitar kawasan terdampak.

“Langkah kontinjensi sudah kami siapkan, termasuk potensi penambahan personel, sarana prasarana pemadaman, serta dukungan transportasi dan komunikasi. Kami juga mengimbau masyarakat dan para pendaki untuk mematuhi pembatasan demi keselamatan bersama,” kata Aris.

Tim gabungan hingga kini masih bersiaga di sekitar kawasan Gunung Buthak. Pemantauan dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi munculnya titik api maupun kepulan asap baru.

Masyarakat dan pendaki diimbau tidak memaksakan diri memasuki kawasan yang masih berpotensi terdampak kebakaran serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Polres Malang Tetapkan Seorang Perempuan Tersangka Dugaan TPPO

4 September 2026 - 14:51 WIB

FAST UB Perkuat Zona Integritas, Bidik Predikat WBK

4 September 2026 - 09:26 WIB

Penguatan Zona Integritas FSTeM UB, Dari Komitmen Bersama Menuju Dampak Nyata

4 September 2026 - 08:56 WIB

KemenPAN-RB Apresiasi Komitmen UB Bangun Zona Integritas, Enam Unit Diusulkan Raih WBK

4 September 2026 - 08:30 WIB

Mantan Kepala UPT Pasar Among Tani Jadi Tersangka Korupsi, Kejari Batu Langsung Tahan

4 September 2026 - 05:35 WIB

Turun ke Lahan Pertanian, Bhabinkamtibmas Lowokwaru Dampingi Panen Jagung 8 Kuintal

3 September 2026 - 18:16 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !