Cegah Kenakalan Pelajar, Polresta Malang Kota Dorong Penguatan Karakter hingga Pendekatan Hipnoterapi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 3 Sep 2026 17:15 WIB ·

Cegah Kenakalan Pelajar, Polresta Malang Kota Dorong Penguatan Karakter hingga Pendekatan Hipnoterapi


 AKP Totok saat menyosialisasikan strategi pembinaan karakter siswa serta pemanfaatan hipnoterapi kepada para kepala sekolah se-Kota Malang. (ist) Perbesar

AKP Totok saat menyosialisasikan strategi pembinaan karakter siswa serta pemanfaatan hipnoterapi kepada para kepala sekolah se-Kota Malang. (ist)

BACAMALANG.COM — Upaya mencegah kenakalan remaja di lingkungan sekolah tidak cukup hanya mengandalkan penegakan disiplin. Penguatan karakter, komunikasi, keterlibatan keluarga hingga pendampingan psikologis dinilai perlu berjalan beriringan.

Gagasan tersebut disampaikan Kasi Keuangan Polresta Malang Kota AKP Totok Haryanto, yang akrab disapa Ustad Totok, saat memberikan sosialisasi strategi pembinaan karakter dan pemanfaatan hipnoterapi kepada para kepala SMP Negeri se-Kota Malang, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMPN 20 Kota Malang itu diikuti Ketua MKKS Agus Wahyudi bersama 25 kepala SMP Negeri se-Kota Malang.

Dalam forum tersebut, Totok memaparkan pendekatan pembinaan yang dapat menjadi salah satu alternatif bagi sekolah dalam menghadapi persoalan perilaku peserta didik. Menurutnya, pencegahan kenakalan remaja harus dilakukan sejak dini melalui sinergi antara sekolah, keluarga, kepolisian, serta pihak yang memiliki kompetensi dalam pendampingan psikologis.

“Kenakalan remaja harus dicegah sejak dini karena dampaknya bisa panjang, bukan hanya bagi anak, tetapi juga keluarga dan lingkungan,” ujar Totok.

Ia menilai, persoalan kenakalan pelajar tidak semestinya hanya dilihat sebagai masalah kedisiplinan. Jika tidak ditangani dengan tepat, persoalan tersebut dapat memengaruhi masa depan anak sekaligus berdampak terhadap keluarga dan lingkungan sosial.

Atas dasar itu, Totok memperkenalkan hipnoterapi sebagai salah satu pendekatan pendampingan. Dalam konteks pembinaan, metode tersebut diarahkan untuk membantu peserta didik membangun pola pikir dan perilaku yang lebih positif melalui relaksasi dan sugesti positif.

Diskusi kemudian berkembang pada berbagai persoalan yang dihadapi sekolah. Sejumlah kepala sekolah mengungkapkan kendala dalam menangani peserta didik, salah satunya keterbatasan biaya ketika membutuhkan pendampingan psikolog.

Selain itu, masih ditemukan kondisi ketika orang tua dinilai kurang terlibat dalam memantau perkembangan maupun persoalan yang dihadapi anak.

Para kepala sekolah juga mendorong penguatan program sambang sekolah oleh kepolisian. Dalam forum itu disebutkan, SMPN 11 Malang hingga kini belum mendapatkan program tersebut.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan munculnya usulan agar sinergi antara dunia pendidikan dan kepolisian diperluas. Bahkan, para peserta mendorong adanya nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Pendidikan Kota Malang dan Polresta Malang Kota.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuat program pembinaan, pencegahan, dan pendampingan pelajar berjalan lebih terstruktur, masif, serta berkelanjutan.

Totok menyambut positif berbagai masukan tersebut. Menurutnya, persoalan pelajar membutuhkan pola penanganan yang lebih komprehensif dan tidak berhenti pada pemberian sanksi.

“Kebutuhan terhadap pendekatan semakin penting karena persoalan pelajar tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan penegakan disiplin. Pendekatan komunikasi, pembinaan karakter, keterlibatan keluarga, serta dukungan profesional perlu berjalan beriringan,” tegasnya.

Ia juga membuka ruang konsultasi bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan melalui kegiatan pembinaan yang selama ini dilakukannya.

Hasil diskusi menunjukkan, hipnoterapi dipandang sebagai salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan dalam mendukung penanganan persoalan peserta didik. Namun, penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, dan karakter masing-masing anak.

Melalui kegiatan tersebut, Totok berharap sekolah semakin mengedepankan langkah preventif. Artinya, upaya pembinaan tidak hanya dilakukan setelah terjadi pelanggaran atau kenakalan, tetapi dimulai sejak munculnya tanda-tanda persoalan pada peserta didik.

Kolaborasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan tenaga profesional pun diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda di Kota Malang.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Rem Blong Diduga Picu Tabrakan Beruntun di Karangploso, 1 Pemotor Tewas

3 September 2026 - 18:08 WIB

Turun ke Rumah Warga, Anggota DPRD Kabupaten Malang Temukan Data DTSEN Tak Sesuai Kondisi Lapangan

3 September 2026 - 13:42 WIB

Arena Sabung Ayam di Tengah Ladang Tebu Pagelaran Dilaporkan Warga

3 September 2026 - 11:25 WIB

Tak Tunggu Korban Berjatuhan, Satlantas Polres Malang Petakan Titik Rawan di Lawang-Karangploso

3 September 2026 - 11:18 WIB

Lapak Alun-Alun Batu Diduga Jadi Objek Transaksi, Satreskrim Dalami Laporan

3 September 2026 - 10:59 WIB

Mahasiswa UB Teliti Sisi Gelap Pelecehan Seksual Berbasis AI Generatif Di Media Sosial X

3 September 2026 - 09:21 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !