Isu Air Hipam Disedot Mikutopia Muncul, Kades Tulungrejo Beri Penjelasan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 22 Sep 2026 22:38 WIB ·

Isu Air Hipam Disedot Mikutopia Muncul, Kades Tulungrejo Beri Penjelasan


 Kades Tulungrejo, Suliono saat tengah diwawancarai awak media, soal isu air warga Dusun Gerdu mati. (Yan) Perbesar

Kades Tulungrejo, Suliono saat tengah diwawancarai awak media, soal isu air warga Dusun Gerdu mati. (Yan)

BACAMALANG.COM – Kepala Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Suliono membantah isu yang menyebut Mikutopia mengambil atau menggunakan sumber air milik Himpunan Pemakai Air Minum (Hipam) warga Dusun Gerdu.

Suliono menegaskan, sumber air yang digunakan Mikutopia berbeda dengan sumber air yang dikelola Hipam maupun masyarakat setempat. Menurutnya, air tersebut berasal dari sumber mata air Gunung Biru.

“Ya, karena itu airnya memang dari sumber yang dari dulu sudah ada. Beda mata air, sumber airnya sendiri-sendiri dari Gunung Biru. Jadi isu itu tidak benar adanya,” kata Suliono yang akrab disapa Ki Klungsu kepada awak media, Selasa (22/9/2026).

Ia menjelaskan, perbedaan sumber mata air tersebut menjadi alasan dirinya memastikan bahwa Mikutopia tidak mengambil air dari jaringan Hipam maupun sumber air lingkungan warga.

“Apalagi dari lingkungan, sebab mata airnya itu juga berbeda karena berasal dari Gunung Biru. Itu yang perlu diluruskan,” tegasnya.

Pemdes Siap Bantu Penataan Pengelolaan Air

Suliono juga menjelaskan kondisi pengelolaan air di wilayah tersebut. Menurutnya, setelah Sartam meninggal dunia, kepengurusan air di lokasi tersebut tidak lagi berjalan seperti sebelumnya.

Karena itu, menurut Suliono, pengelolaan air seharusnya melibatkan Pemerintah Desa Tulungrejo agar dapat ditata secara jelas dan memiliki dasar administrasi.

“Karena waktu itu owner Mikutopia sudah bilang ke saya, ‘Pak Kades tolong kami dibantu.’ Maka saya siap membantu, tapi harus ada tertulis, tidak bisa cuma ucapan,” ujarnya.

Isu Air Mati Diminta Dicek Terlebih Dahulu

Terkait munculnya isu air mati di kawasan Perumnas, Suliono meminta persoalan tersebut tidak langsung dikaitkan dengan Mikutopia sebelum dilakukan pengecekan di lapangan.

Menurutnya, perlu diketahui terlebih dahulu penyebab gangguan air, termasuk kondisi jaringan, kepengurusan, hingga mekanisme pembayaran dan perawatan.

“Harus dicek dulu penyebabnya apa, harus ditanya dulu matinya karena apa, buntu atau bagaimana? Karena di situ (Perumnas), tidak ada Hipam,” jelasnya.

Ia juga mempertanyakan pihak yang menerima pembayaran air serta bagaimana sistem pemeliharaan jaringan dilakukan.

“Yang menjadi pertanyaan, pembayaran airnya ke siapa, sudah bayar atau belum dan bayarnya ke mana? Kalau tidak bayar, perawatannya bagaimana?” tanyanya.

Pengelolaan Air Dibagi Berdasarkan Blok dan Jalur

Suliono menerangkan bahwa sistem pengelolaan air di Desa Tulungrejo tidak berada dalam satu jaringan atau satu kepengurusan. Masing-masing wilayah memiliki sumber mata air dan pengelola sendiri.

“Kalau di Junggo diurus Hipam, jadi airnya lebih-lebih atau melimpah. Jadi tidak mungkin mati. Kalau yang di Perumnas, seharusnya ikut Junggo, maka seharusnya juga tidak mati,” ungkapnya.

Sementara untuk kawasan Mikutopia, menurut Suliono, pengelolaannya berbeda karena menggunakan air BumDes dan memiliki pengurus sendiri.

“Kalau Mikutopia (depan), itu punya pengurus sendiri, pakai air BumDes, tidak menyangkut warga. Otomatis, tidak pernah mati,” katanya.

Ia menambahkan, sistem pengelolaan air juga berbeda di sejumlah wilayah lainnya, seperti RW 17, Kekep, Bonjeruk, Gondang hingga Dusun Gerdu.

Bantah Dugaan Sumber Air Warga Disuntik ke Mikutopia

Suliono kembali membantah dugaan bahwa sumber air warga mengalami gangguan karena digunakan atau “disuntik” untuk kebutuhan Mikutopia.

Menurutnya, apabila sumber mata air dan jalur distribusinya berbeda, maka dugaan tersebut tidak memiliki dasar.

“Kalau disuntik Mikutopia tidak mungkin. Kalau Mikutopia nyuntik, pasti levelnya dusun, jadi saya pastikan tidak mungkin lingkungan,” tegasnya.

Ia mengatakan, jika memang terdapat kekurangan debit air, persoalan tersebut semestinya dibicarakan antarpengelola sumber air dan dilakukan penanganan secara bersama.

“Logikanya, semua air lewat Coban Talun. Kalau memang kurang debit, mestinya ditembakkan di sana antar pengurus ke pengurus,” imbuhnya.

Pemdes Ajukan Penambahan Debit Air

Lebih lanjut, Suliono mengatakan Pemerintah Desa Tulungrejo saat ini tengah mengajukan kembali permohonan kepada DPUPR Provinsi untuk penambahan debit air yang berada di bagian atas wilayah desa.

Ia menilai persoalan air mati di Perumnas perlu ditelusuri lebih dahulu, mengingat kawasan tersebut semestinya terhubung dengan jalur Junggo yang menurutnya memiliki debit air cukup melimpah.

“Air mati di Perumnas itu janggal, karena harusnya ikut jalur Junggo yang airnya melimpah. Perlu dicek, apakah ada Hipam-nya, bayarnya ke mana, dan matinya karena buntu atau tidak terawat? Bukan karena disuntik pihak lain,” pungkasnya.

Sementara itu, Manager Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani, saat dikonfirmasi terkait isu tersebut menyerahkan penjelasan kepada Kepala Desa Tulungrejo.

“Waalaikumsalam, itu tanya ke Pak Kades saja mas. Kalau jawaban Pak Kades tidak, ya berarti tidak,” tandasnya.

Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Sepotong Tradisi untuk Dibawa Pulang, Mooncake Festival 2026 Hadir di Ah Yat Abalone Forum Restaurant Malang

22 September 2026 - 08:41 WIB

JTP 1 Buka Dua Museum Baru, Hadirkan 617 Alat Peraga Sains dan 1.023 Artefak Budaya

16 September 2026 - 18:32 WIB

Api Karhutla Meluas ke Jemplang, Seluruh Jalur Wisata Gunung Bromo Ditutup

12 September 2026 - 21:30 WIB

Sambut September, Whiz Prime Malang Hadirkan “Sweetember”, Promo Menginap Mulai Rp600 Ribu

4 September 2026 - 09:54 WIB

Baloga UMKM Market, Berburu Oleh-Oleh dan Kuliner di Kota Batu Tanpa Tiket Masuk Baloga

30 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Sky Wheel Batu Love Garden, Menikmati Panorama Baloga dan Kota Batu dari Perspektif yang Berbeda

27 Agustus 2026 - 07:23 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !