BACAMALANG.COM – Kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Malang tidak boleh berhenti pada apel dan seremoni. Seluruh unsur terkait diminta bergerak dalam satu komando, memperkuat koordinasi, serta memastikan personel dan peralatan siap diterjunkan ketika bencana terjadi.
Penegasan tersebut disampaikan Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri saat memimpin Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Hidrometeorologi di halaman Polres Malang, Kecamatan Kepanjen, Kamis (5/11/2026) sore.
Apel ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran Polres Malang, Kodim 0818 Malang-Batu, Pemerintah Kabupaten Malang, BPBD, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PMI, relawan, hingga instansi terkait lainnya. Wakil Bupati Malang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan lintas sektor menghadapi ancaman bencana yang berpotensi meningkat selama musim hujan. Sejumlah risiko yang diantisipasi meliputi banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga pohon tumbang.
Dalam arahannya, Kapolres Malang menekankan bahwa kecepatan penanganan bencana sangat bergantung pada soliditas dan koordinasi antarlembaga. Karena itu, setiap unsur diminta memahami peran masing-masing agar tidak terjadi keterlambatan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
“Apel gelar pasukan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk komitmen kita untuk siap siaga melindungi masyarakat. Semua unsur harus satu komando dan satu langkah dalam penanganan bencana,” tegasnya.
Selain kesiapan personel, pengecekan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian. Kendaraan operasional, perahu karet, gergaji mesin, tenda darurat, peralatan komunikasi, serta perlengkapan evakuasi harus dipastikan dalam kondisi siap digunakan.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi geografis Kabupaten Malang dan potensi tingginya curah hujan yang dapat memicu bencana di sejumlah wilayah. Kesiapan peralatan tanpa koordinasi yang baik dinilai belum cukup untuk menjamin penanganan berjalan efektif.
Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi teknis, relawan, dan masyarakat perlu diperkuat, baik dalam upaya mitigasi maupun saat penanganan darurat di lapangan.
Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke sungai, serta segera melaporkan tanda-tanda potensi bencana kepada pihak terkait.
Melalui kesiapsiagaan bersama tersebut, penanganan bencana di Kabupaten Malang diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, terkoordinasi, dan mampu meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































