Polisi Gandeng Tokoh Agama, 57 Da’i Kamtibmas Perkuat Toleransi di Kota Malang - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 6 Nov 2026 16:12 WIB ·

Polisi Gandeng Tokoh Agama, 57 Da’i Kamtibmas Perkuat Toleransi di Kota Malang


 Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang, Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex, bersama PJU Polresta Malang Kota dan para Dai Kamtibmas usai pelantikan. (ist) Perbesar

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang, Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex, bersama PJU Polresta Malang Kota dan para Dai Kamtibmas usai pelantikan. (ist)

BACAMALANG.COM – Polresta Malang Kota menggandeng tokoh agama untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sebanyak 57 Da’i Kamtibmas dilantik sebagai mitra kepolisian untuk membangun kesadaran hukum, menjaga kerukunan, sekaligus mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

Pelantikan dipimpin Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S., didampingi Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex Sandy Siregar, Rabu (4/11/2026).

Dalam prosesi tersebut, penyematan jas seragam berwarna cokelat dilakukan secara simbolis kepada Ketua Da’i Kamtibmas, Mochamad Soleha, dan Wakil Ketua, Winardi.

Para Da’i Kamtibmas berasal dari berbagai wilayah yang mencakup 57 kelurahan di Kota Malang. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperluas pembinaan masyarakat melalui dakwah yang menyejukkan, mengedepankan toleransi, serta memperkuat persatuan.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S. menjelaskan, pembentukan Da’i Kamtibmas merupakan bagian dari upaya mewujudkan semangat Polri Bersama Masyarakat. Program ini menempatkan tokoh agama sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.

“Da’i Kamtibmas merupakan mitra Polri dalam membangun keamanan melalui pendekatan agama. Para dai bisa menyampaikan pesan-pesan kedamaian, memperkuat persaudaraan, meningkatkan kesadaran hukum, serta mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kamtibmas,” jelasnya.

Menurut Danang, peran para dai tidak hanya terbatas pada kegiatan dakwah, tetapi juga membantu mendeteksi potensi permasalahan sosial sejak dini. Melalui komunikasi yang baik dengan masyarakat, mereka diharapkan dapat mencegah perselisihan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Pembinaan tersebut juga diarahkan untuk menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Pesan keagamaan yang disampaikan secara bijak diharapkan mampu menjadi penyejuk di tengah perbedaan latar belakang sosial maupun keyakinan masyarakat.

Selain itu, Da’i Kamtibmas diharapkan turut berperan dalam menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks serta paham radikalisme. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, penguatan nilai kebangsaan, dan penyampaian informasi yang benar kepada masyarakat.

Untuk menjaga keberlanjutan program, Polresta Malang Kota berencana menggelar pertemuan rutin dengan para Da’i Kamtibmas setiap tiga bulan sekali. Pertemuan ini menjadi sarana evaluasi kegiatan, penyampaian masukan, serta penguatan komunikasi dan koordinasi antara kepolisian dengan para tokoh agama.

Danang juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif dalam menjalankan peran tersebut. Para dai diharapkan mampu menyampaikan solusi secara bijaksana, menjadi penengah ketika muncul persoalan, serta membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Para dai diharapkan lebih bijak dalam menyampaikan solusi, bisa menjadi penengah, dan mampu mendekati masyarakat untuk mencegah konflik sosial di lingkungan keluarga serta merukunkan warga dari berbagai latar belakang,” pungkasnya.

Melalui pelibatan 57 Da’i Kamtibmas, Polresta Malang Kota berharap upaya pemeliharaan keamanan dapat semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan warga dinilai penting untuk membangun lingkungan yang aman sekaligus memperkuat solidaritas sosial.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius, toleran, sadar hukum, dan memiliki kepedulian terhadap keamanan bersama.

Dengan semangat berdakwah secara sejuk, bersinergi menjaga keamanan, dan memperkuat persatuan, Polresta Malang Kota berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Kota Malang yang aman, harmonis, dan kondusif.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Imam Muslich

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Tiga Hari Hilang, Lansia di Kasembon Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Lereng Sungai

6 November 2026 - 15:47 WIB

Satu Komando Hadapi Bencana, Polres Malang Cek Kesiapan Personel dan Peralatan

6 November 2026 - 13:16 WIB

Bantuan Perbaikan Rumah Mulai Mengalir, Warga Tirtoyudo Masih Khawatir Longsor Susulan

6 November 2026 - 12:23 WIB

Antisipasi Gangguan Air, Tugu Tirta Siagakan Tangki Gratis Selama Peremajaan 13 SPAM

6 November 2026 - 11:06 WIB

Laporan 110 Ditindaklanjuti, Polisi Evakuasi Pria Meninggal di Kamar Kos Lowokwaru

5 November 2026 - 21:22 WIB

Perempuan Asal Pagak Meninggal Tertemper KA Dhoho di Sumberpucung

5 November 2026 - 16:07 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !