Dua Hari, Lima Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang, Kerugian Tembus Rp305 Juta - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 24 Sep 2026 15:11 WIB ·

Dua Hari, Lima Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang, Kerugian Tembus Rp305 Juta


 Proses pemadaman kebakaran di Kedungpedaringan Kepanjen, Rabu (23/9/2026). (ist) Perbesar

Proses pemadaman kebakaran di Kedungpedaringan Kepanjen, Rabu (23/9/2026). (ist)

BACAMALANG.COM – Rentetan kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Malang dalam kurun dua hari. Sepanjang 22 hingga 23 September 2026, sedikitnya lima peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi, mulai dari lahan tebu, lahan kering, rumah, hingga kandang ternak.

Dari lima kejadian tersebut, total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp305 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam seluruh peristiwa.

Kebakaran terbaru terjadi di Kelurahan Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Api membakar lahan di perengan timur yang berbatasan dengan Sungai Brantas, tepatnya di wilayah RW 07.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Hingga proses pemadaman berlangsung, penyebab kebakaran belum diketahui.

“Kebakaran lahan pukul 18.30 WIB di perengan timur perbatasan dengan Sungai Brantas di RW 07. Dua unit mobil damkar dikerahkan di lokasi,” ujar warga di lokasi kejadian.

Beberapa jam sebelumnya, sekitar pukul 17.00 WIB, kebakaran juga terjadi di Dusun Setran, Desa Bedali, Kecamatan Lawang. Lahan tebu seluas sekitar 3.000 meter persegi milik Ahmad Yani, 51, terbakar.

Api sempat menjalar hingga mendekati permukiman warga dengan jarak sekitar 1–2 meter. Petugas kemudian melakukan pemadaman sebelum api meluas.

Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp20 juta, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Sehari sebelumnya, kebakaran dengan skala lebih besar terjadi di Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Lahan tebu seluas sekitar enam hektare milik Mat Rofi’i terbakar. Api diketahui warga setelah terlihat membakar area perkebunan dan bergerak mendekati permukiman.

Dua unit armada pemadam kebakaran dengan enam personel diterjunkan ke lokasi. Penanganan juga melibatkan Polsek Pakisaji, pemerintah kecamatan, PMI Kabupaten Malang, serta perangkat desa.

Setelah sekitar 1,5 jam dilakukan pemadaman, api berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp150 juta.

Kebakaran berikutnya terjadi pada Selasa malam di Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan. Rumah sekaligus kandang kambing seluas sekitar 40 meter persegi milik Sunardi, 64, terbakar.

Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik setelah warga melihat kepulan asap dari bangunan. Dua unit armada damkar dengan lima personel dikerahkan ke lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar 40 menit kemudian.

Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta. Tidak ada korban jiwa.

Sementara itu, pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, kebakaran terjadi di Dusun Krajan 1, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare.

Sebuah kandang seluas sekitar 20 meter persegi milik Wijianto, 56, terbakar saat pemilik bersama keluarganya sedang tidur. Api pertama kali diketahui tetangga korban, Yoga Saputra, yang melihat kepulan asap dan kobaran api dari arah kandang.

Yoga kemudian meminta bantuan warga. Warga membangunkan pemilik rumah dan berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Damkar Kabupaten Malang menerima laporan dan mengerahkan satu unit armada dari Pos Kepanjen dengan lima personel. Petugas tiba sekitar pukul 01.27 WIB dan langsung melakukan pemadaman.

Sekitar pukul 01.40 WIB, api berhasil dijinakkan. Petugas kemudian melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, satu ekor sapi yang berada di dalam kandang mati terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai Rp35 juta, mencakup bangunan kandang dan ternak.

Rentetan kejadian tersebut menjadi pengingat meningkatnya potensi kebakaran selama musim kemarau. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar lahan kering, perkebunan, kandang ternak, maupun kawasan yang berdekatan dengan permukiman.

Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan api tidak meluas.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kepala SMPN 18 Malang Diberhentikan Atas Dugaan Kekerasan, Pemkot Siapkan Trauma Healing untuk Siswa

25 September 2026 - 12:28 WIB

Relawan Evakuasi Remaja ODGJ yang Resahkan Warga Kepanjen, Kini Dirawat di Yayasan

25 September 2026 - 12:00 WIB

Ratusan Siswa SMP Absen Bersamaan, Dinkes Kota Malang Pantau Potensi ISPA

25 September 2026 - 10:31 WIB

Kota Malang Kembali Sabet IHYA 2026, Dua Tahun Berturut-turut Ukir Prestasi Nasional

24 September 2026 - 22:35 WIB

FTAB UB Go Global, Inisiasi 5 Program Strategis Bersama NTU Taiwan, Kampus Ranking 1 Taiwan & Top 100 Dunia

24 September 2026 - 19:59 WIB

Hari Tani Nasional, PFI Malang Angkat Cerita Tanah Pangan dan Harapan Lewat Pameran Foto

24 September 2026 - 19:42 WIB

Trending di EVENT & ACARA

©Hak Cipta Dilindungi !