BACAMALANG.COM – Ratusan siswa SMP Taman Dewasa Kota Malang tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam beberapa hari terakhir. Mereka dilaporkan mengalami keluhan flu dan batuk yang menyebabkan angka ketidakhadiran siswa meningkat sejak Senin (21/9/2026).
Pada hari pertama, sebanyak 124 siswa tercatat tidak masuk sekolah. Jumlah tersebut kemudian berada di kisaran 90 siswa pada Selasa dan Rabu. Hingga Kamis (24/9/2026), sekitar 80 siswa masih absen.
Kasus tersebut terjadi di berbagai tingkat kelas, mulai kelas 7 hingga kelas 9. Dari total 460 siswa yang terbagi dalam 15 rombongan belajar, tingginya angka ketidakhadiran membuat pihak sekolah mengambil sejumlah langkah pencegahan.
Sekolah mewajibkan siswa menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah serta mengurangi durasi kegiatan belajar mengajar.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif mengatakan, pihaknya akan meminta Puskesmas Kendalkerep melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatan para siswa sekaligus melihat penanganan yang telah dilakukan pihak sekolah.
“Untuk penyebab secara pasti belum diketahui,” kata Husnul, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, keluhan pada saluran pernapasan dapat dipengaruhi berbagai faktor. Di antaranya paparan polusi udara dari asap kendaraan bermotor, asap kebakaran hutan dan lahan, debu di luar maupun dalam rumah, hingga infeksi atau peradangan pada saluran pernapasan.
Dinkes Kota Malang, lanjut Husnul, melalui fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah juga terus memberikan penanganan, baik secara klinis maupun melalui upaya promotif dan preventif.
Selain itu, Puskesmas melakukan pengamatan dan surveilans untuk mendeteksi kemungkinan adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Husnul mengimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan saluran pernapasan.
“Untuk masyarakat tetap waspada dan tidak galau atau ada ketakutan yang berlebihan. Tertibkan protokol kesehatan seperti halnya Covid dulu, gunakan APD saat beraktivitas di luar, rajin cuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir, nutrisi yang cukup, segera ke faskes bilamana ada gangguan kesehatan sekalipun hanya sedikit,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala SMP Taman Dewasa Suyana mengatakan tingginya angka ketidakhadiran siswa diketahui setelah sejumlah wali murid menyampaikan laporan melalui WhatsApp. Keluhan yang disampaikan mayoritas berkaitan dengan flu dan batuk.
Pihak sekolah juga memperoleh informasi adanya kondisi serupa di sekolah lain. Untuk memastikan kondisi tersebut, sekolah berencana berkoordinasi dengan Puskesmas Kendalkerep pada pekan depan guna mendapatkan penanganan dan arahan lebih lanjut.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































