Bejo Sandy: DAS Brantas Adalah Rumah Bambu, Manfaatkan Untuk Seni dan Menjaga Sungai - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 25 Jul 2022 20:32 WIB ·

Bejo Sandy: DAS Brantas Adalah Rumah Bambu, Manfaatkan Untuk Seni dan Menjaga Sungai


 Bejo Sandy: DAS Brantas Adalah Rumah Bambu, Manfaatkan Untuk Seni dan Menjaga Sungai Perbesar

BACAMALANG.COM – Kampanye Bersih Kaliku Putih Kampungku yang digelar di Kampung Putih, Klojen merupakan salah satu rangkaian Festival Kali Brantas 2022 dari 7 Kampung Tematik di Kota Malang. Kegiatan yang dihelat, Senin (25/7/2022) ini menampilkan berbagai agenda, seperti Parade Kampanye Bersih Kaliku Putih Kampungku, Teatrikal Kali Brantas, Nyanyian Kali Brantas oleh Joko Tebon dan kawan-kawan, pentas warga, Orasi Budaya Kali Brantas hingga Festival Kampung Putih Klojen lewat demo produk olahan sampah, pameran produk UMKM warga dan mural Kali Brantas.

Acara ini melibatkan kolaborasi warga dengan sejumlah seniman, antara lain Bejo Sandy serta Mbah Karjo yang terkenal sebagai dalang wayang suket.

Bejo Sandy adalah pegiat seni yang getol mengenalkan karinding atau harpa mulut. Selain karinding, kali ini ia mengajak anak-anak bermain kentongan. Ia menilai anak-anak harus tetap dikenalkan dengan alat musik tradisi serta filosofinya.

“Kentongan adalah alat musik tradisional berbahan dasar bambu. Sementara DAS Brantas, termasuk di Kampung Putih ini adalah tempat dimana banyak bambu ditemukan,” ujarnya saat ditemui BacaMalang.com di sela kegiatan, Senin (25/7/2022).

Acara Kampanye Bersih Kaliku Putih Kampungku di Kampung Putih Klojen, juga dimeriahkan dengan pembuatan mural, Senin (25/7/2022). (ned)

Artinya, imbuh Bejo, bambu di kawasan DAS Brantas ini dapat digunakan sebagai bahan yang alami, murah dan meriah.

“Bukan hanya untuk kentongan, namun banyak kreasi lain, bisa dihias, dilukis, hingga aksesoris panggung yanng digunakan pada acara ini,” timpal seniman yang juga terlibat dalam pentas musik Arka Kinari dari seniman Nova Ruth ini.

Namun Bejo menekankan bahwa pengenalan bambu ini juga sangat erat kaitannya dengan ekosistem di Kali Brantas ini sendiri.

“Jangan lupa bahwa nenek moyang kita dari dahulu selalu menggunakan kentongan bambu sebagai alarm dengan kode tertentu untuk tiap kejadian, entah itu kebakaran atau bencana alam. Nah, kita tahu bahwa kawasan DAS Brantas sangat rentan dengan bahaya banjir, jadi kentongan sebenarnya dapat digunakan sebagai tanda bahaya,” paparnya.

Sementara David Raka dari Karang Taruna setempat mengaku bahwa warga sebenarnya sudah melakukan beberapa upaya peningkatan kualitas lingkungan sungai sejak Kampung Putih diluncurkan tahun 2017 lalu.  

“Antara lain pelatihan hidroponik, serta kampanye tidak membuang sampah di sungai,” ungkapnya.

Siswa SMA 3 ini menambahkan, festival ini memang melibatkan warga serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Sebagai upaya merawat sungai dan mengingatkan kepada semua bahwa bencana banjir tetap bisa mengancam setiap saat,” tandasnya. (ned)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

HUT RI ke-81, Forkopimda Malang Gelar Renungan Suci di TMP Prayuda Nirwana

16 Agustus 2026 - 20:14 WIB

Waspada Penipuan Catut Nama Ketua GRIB JAYA Kabupaten Malang, Modus Jual Beli Mobil

16 Agustus 2026 - 06:42 WIB

Polisi Amankan Pelaku Pencurian di Sidorahayu Wagir, Aksinya Sempat Viral di Medsos

16 Agustus 2026 - 06:17 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga BTU Pajang Kisah Pahlawan di Depan Rumah

15 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Ciptakan Keamanan dan Ketertiban, Polres Malang Ajak Semua Elemen Sinergi Kontrol Ruang Digital dan Medsos

15 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Cuaca Kering Picu Kebakaran, 12 Hektare Hutan Jati di Gunung Geger Pagak Ludes Terbakar

15 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !