Buntut Bentrokan Warga dan Oknum PSHT di Sukun, Polisi Minta Keterangan Enam Saksi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 8 Agu 2022 15:32 WIB ·

Buntut Bentrokan Warga dan Oknum PSHT di Sukun, Polisi Minta Keterangan Enam Saksi


 Buntut Bentrokan Warga dan Oknum PSHT di Sukun, Polisi Minta Keterangan Enam Saksi Perbesar

BACAMALANG.COM – Pasca terjadinya bentrokan antara warga dengan oknum pesilat perguruan PSHT terjadi di wilayah Kecamatan Sukun, pada Minggu (7/8/2022) pagi, pihak Polresta Malang Kota langsung memintai keterangan 6 orang saksi baik dari pihak PSHT maupun dari warga.

Saat ini pihak Polresta Malang Kota, bersama Kodim 0833/Kota Malang, dan  Batalion Ampeldento Brimob, menggelar pertemuan dengan perwakilan Arema, dan PSHT.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto. Ia mengatakan pertemuan tersebut dilakukan untuk meredam adanya insiden bentrokan.

“Dengan adanya kejadian itu ke kami dari Polresta Malang Kota, Kodim 0833/Kota Malang, Batalion Ampeldento Brimob, menggelar pertemuan yang dihadiri juga dari perwakilan Arema, dan PSHT,” ucapnya.

Upaya ini, lanjut pria yang akrab disapa Buher tersebut, sebagai upaya untuk meminimalisir adanya kerusuhan, agar kedepan Perguruan silat manapun bisa memberitahu kepada pihak kepolisian agar bisa melakukan pengawalan serta mengamankan jalur jika ada kegiatan konvoi.

“Apabila melaksanakan perguruan silat beritahu ke kepolisian, sehingga tau persiapan pengamanan pengawalan pengamanan jalur. Hindari konvoi, kalau banyak moril tinggi sehingga melihat orang menjadi musuh, kami berharap tidak ada konvoi di kota malag. Kalau ada kami tindak tegas. Sehingga urusannya terhadap hukum,” jelasnya.

Buher berharap setelah kejadian ini, tidak ada lagi konflik antara Perguruan silat dengan warga di wilayah hukum Kota Malang.

“Kami tak ingin konflik berkembang, itu jadi stigma negatif perguruan pencak silat. Ayo sama-sama membantu suasana kondusif. Apalagi rangkaian ulang tahun Arema dan HUT RI,” tandasnya.

Perlu diketahui, akibat bentrokan tersebut mengakibatkan korban luka sebanyak tiga orang baik dari anggota PSHT maupun warga.

Selain meminta keterangan 6 orang saksi, lanjut, pihak kepolisian juga mengamankan 3 kendaraan roda dua yang digunakan oleh anggota perguruan PSHT.(*/an)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

DPC PDIP Kabupaten Malang: Refleksi Kudatuli, Menjaga Demokrasi Tetap Bernyawa

28 Juli 2026 - 06:46 WIB

Warga Keluhkan Jalan Jurang Metro Licin Akibat Tumpahan Air Tahu, Sejumlah Pengendara Jatuh

27 Juli 2026 - 16:47 WIB

Dari Uang Jajan yang Tipis Sampai Financial Freedom: Bagaimana Menaklukkan Tiap Fase Finansial Bagi Anak Muda?

27 Juli 2026 - 14:41 WIB

Protes Keras Frasa “Kami Bukan Londo Ireng”, Lintas Organisasi Wartawan Malang Raya Gelar Aksi Damai di Bundara Tugu Malang

27 Juli 2026 - 14:13 WIB

Insan Pers Malang Raya Gelar Aksi Damai, Desak Presiden Prabowo Minta Maaf atas Sebutan ‘Londo Ireng’

27 Juli 2026 - 12:36 WIB

Aksi “Kami Bukan Londo Ireng”, PFI Malang: Kemerdekaan Pers Tak Boleh Dibungkam

27 Juli 2026 - 12:15 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !