Minimalisir Konflik Lewat Budaya, Paguyuban Jaran Kepang Turen Adakan Pentas Seni di HUT RI ke-77 - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 18 Agu 2022 14:26 WIB ·

Minimalisir Konflik Lewat Budaya, Paguyuban Jaran Kepang Turen Adakan Pentas Seni di HUT RI ke-77


 Minimalisir Konflik Lewat Budaya, Paguyuban Jaran Kepang Turen Adakan Pentas Seni di HUT RI ke-77 Perbesar

BACAMALANG.COM – Paguyuban Jaran Kepang Suryo Manggolo Putro Turen menggelar Pentas Seni HUT RI ke-77 di Kawasan Terpadu Nusantara Turen Kabupaten Malang, baru-baru ini.

“Konflik bisa diminimalisir lewat kegiatan pelestarian warisan budaya lokal, salah satunya lewat gelar Pentas Seni. Kegiatan ini sekaligus memperingati HUT RI ke-77,” tegas Koordinator Kegiatan, Shinta Dewi Kuswandari.

Dikatakannya, konflik selalu ada di dalam masyarakat dan tidak selalu berupa kekerasan. Upaya pencegahan konflik bisa lewat sarana pelestarian kearifan lokal melalui seni tari.

Paguyuban Jaran Kepang Suryo Manggolo Putro Turen menggelar Pentas Seni HUT RI ke-77 di Kawasan Terpadu Nusantara Turen Kabupaten Malang. (ist)

Ia menjelaskan filosofi kuda lumping dan jaran kepang. Kuda, yang dalam Bahasa Jawa disebut jaran, memiliki makna berani, pantang menyerah, dan kuat terlihat dari gerakan – gerakan yang ritmis dinamis dan agresif.

Hal inilah yang harus ada dalam diri setiap manusia sebagai bekal hidup. Tari Jaran Kepang memiliki makna filosofis yang mendalam.

Untuk diketahui Paguyuban Seni Jaran Kepang Suryo Manggolo Putro menjadi salah satu penerima bantuan pendampingan Kearifan Lokal Kemensos dan Penguatan Ekonomi dalam Rangka Pencegahan Konflik Sosial dan Penyebaran Radikalisme Tahun 2022.

“Konflik selalu ada di dalam masyarakat dan tidak selalu berupa kekerasan. Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan dan memberikan kemanfaatan luas,” pungkasnya. (had)

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dua Pemuda Gasak Lima Motor, Polsek Sukun Bongkar Komplotan Curanmor yang Beraksi di Rumah Kos

9 Juni 2026 - 19:13 WIB

Satreskrim Polres Batu Perkuat Sinergi dengan Media, AKP Zaenal Arifin Ajak Kolaborasi Sajikan Informasi Akurat

9 Juni 2026 - 19:06 WIB

Serahkan SK PNS, Wali Kota Wahyu Tekankan Semangat Pengabdian dan Profesionalisme ASN

9 Juni 2026 - 14:40 WIB

Polres Malang Tetapkan Gus Idris Tersangka Kasus Pelecehan Seksual

9 Juni 2026 - 14:17 WIB

Renovasi Masjid Baitul Makmur, Warga Sukodono Bersatu Wujudkan Pusat Kegiatan Keagamaan yang Lebih Representatif

9 Juni 2026 - 11:06 WIB

Pulang Kondangan, Warga Tegalrejo Alami Kecelakaan Tunggal di Ketindan Lawang

9 Juni 2026 - 05:49 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !