BACAMALANG.COM – Paguyuban Jaran Kepang Suryo Manggolo Putro Turen menggelar Pentas Seni HUT RI ke-77 di Kawasan Terpadu Nusantara Turen Kabupaten Malang, baru-baru ini.
“Konflik bisa diminimalisir lewat kegiatan pelestarian warisan budaya lokal, salah satunya lewat gelar Pentas Seni. Kegiatan ini sekaligus memperingati HUT RI ke-77,” tegas Koordinator Kegiatan, Shinta Dewi Kuswandari.
Dikatakannya, konflik selalu ada di dalam masyarakat dan tidak selalu berupa kekerasan. Upaya pencegahan konflik bisa lewat sarana pelestarian kearifan lokal melalui seni tari.

Ia menjelaskan filosofi kuda lumping dan jaran kepang. Kuda, yang dalam Bahasa Jawa disebut jaran, memiliki makna berani, pantang menyerah, dan kuat terlihat dari gerakan – gerakan yang ritmis dinamis dan agresif.
Hal inilah yang harus ada dalam diri setiap manusia sebagai bekal hidup. Tari Jaran Kepang memiliki makna filosofis yang mendalam.
Untuk diketahui Paguyuban Seni Jaran Kepang Suryo Manggolo Putro menjadi salah satu penerima bantuan pendampingan Kearifan Lokal Kemensos dan Penguatan Ekonomi dalam Rangka Pencegahan Konflik Sosial dan Penyebaran Radikalisme Tahun 2022.
“Konflik selalu ada di dalam masyarakat dan tidak selalu berupa kekerasan. Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan dan memberikan kemanfaatan luas,” pungkasnya. (had)






















































