Oleh: Dr. Riyanto, M. Hum*
JENDERAL ANDIKA
Tangisnya Kapolri, hanya engkau yang bisa mengatasi
“Pak Jangan ke Nduga. Kabupaten Nduga zona merah.
Jenderal Bambang Nurmantyo, dan Jenderal Tito Karnavian menyarankan, pak Presiden Joko Widodo untuk tidak ke Nduga Papua …..
“Saya tidak mau tahu. Itu urusanmu !
Akhirnya Presiden Jokowi sampai ke Nduga. Aman – aman saja …..
Saya lebih suka, terdengar mantap, sebutan Jenderal Andika Perkasa, sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.
Beliau pernah menjadi Komandan satuan elit rahasia Satgultor 81 (pasukan elitnya elit Kopassus).
“Kasus Ferdy Sambo cepat selesaikan !
“Pak jangan !, itu zona merah …..
Kalau itu yang dikatakan Jenderal Andika Perkasa, betapa malunya pak Luhut Binsar Panjaitan dan pak Prabowo Subianto. Beliau darah merah Kopassus, pemoles Satgultor.
Memang Kepolisian sedang Zona Merah. Dipanggilnya Pangab, karena presiden faham. Mungkin Kapolri sedang terbelenggu, atau dibelenggu. Istilah dagang, sudah “kecipratan. Sudah terlalu lama “toleransi terhadap intoleransi, kebablasan.
Hendaknya dipahami, intonasi suara Presiden Joko Widodo, adalah “tangisnya” Kapolri.
Waktumu tinggal beberapa bulan lagi, bersihkan kepolisian.
Kalau berhasil, ada perpanjangan. Kalau tiga kali, engkau akan jadi menteri …..
Siiiap Komandan !!!
Sampai akhir jabatan, tidak hanya kepolisian. Preman – preman, gali – gali jalanan akan saya bersihkan, tanpa diketahui media masa.
Inshaallah pasti, bang Ucok dan kawan-kawan tertawa riang.
Inilah akibat kepolisian engkau lepaskan.
Moga – moga saya tidak sedang mimpi …..
*?? Dirgahayu Republik Indonesia.
*Lebih baik pulang nama, daripada gagal di medan laga
*) Dr Riyanto M.Hum, Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya Malang
*) Isi tulisan menjadi tanggung jawab sepenuhnya penulis.






















































