Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi, Begini Solusi Praktisi Community Development - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 8 Jun 2020 20:26 WIB ·

Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi, Begini Solusi Praktisi Community Development


 Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi, Begini Solusi Praktisi Community Development Perbesar

BACAMALANG.COM – Guna memulihkan ekonomi pasca pandemi, Praktisi Pendampingan dan pembangunan masyarakat (community development) Piet Widiadi menilai perlunya pengembangan simpul dan dukungan penguatan kapasitas usaha berbasis digital.

“Saya menilai perlunya pengembangan simpul dan dukungan penguatan kapasitas usaha berbasis digital pada kelompok kecil – mikro di Kabupaten Malang,” tandas Piet Widiadi.

Sekilas informasi, Komunitas Pasar Online Rakyat Desa (KOMPOR DESA) Kabupaten Malang menggelar Webinar dan telah menemukan solusi atas pemulihan ekonomi rakyat pasca pandemi.

Dalam Webinar Kompor Desa tersebut menghadirkan narasumber dari beberapa komunitas dan perguruan tinggi bahkan diikuti oleh Dirjen Pengembangan Daerah Tertinggal Kementrian Desa dan PDT, Samsul Widodo, Rektor UNIRA Malang, DR. hasan Abadi, Inisiator Kompor Desa, M. Iksan, Ines Handayani, Pemerhati dan Praktisi E-Commerce, Piet Widiadi, Pendopo Kembang Kopi, dan Erik Priyanto pemerhati Multimedia.

Kurang akses

Piet menututkan, pada masa pandemi, kegiatan ekonomi dari kelompok kecil – mikro merasakan dampak yang paling besar.

Untuk itu perlu ada pemihakan yang cukup kuat dan mendongkrak usaha mereka. Apalagi, umumnya kelompok ini kurang memiliki akses kepada media sosial berbasis internet.

Perangkat yang dimiliki kemungkinan tidak cukup mampu mengakses secara terus menerus, sehingga kalau melakukan usaha melalui media sosial tentu akan mengalami kendala.

Untuk itu perlu pengembangan simpul dan KOMPOR bisa menjadi salah satu jalan. Dimana produk mereka bisa didisplai pada “show room” KOMPOR untuk dikenalkan.

Dengan kondisi seperti itu maka pengorganisasian kelompok kecil – mikro ini sangat penting.

“Mereka perlu mendapatkan dukungan penguatan kapasitas dalam pengembangan usaha, seperti produk dan ketrampilan pengembangan produk yang bisa diterima oleh pasar yang berupa jaringan daring dan jaringan jamaah NU misalnya,” tegas pria alumnus FISIP Universitas Airlangga ini.

Selain itu, perlu juga penguatan pemahaman penggunaan media daring dan jaga kepemilikan perangkat yang mampu dipakai untuk memasarkan produk mereka.

“Sekali lagi, bahwa ini merupakan upaya melakukan pengorganisasian pada kelompok usaha kecil – mikro untuk bertahan dalam badai dan masuk pada gerbang keluar dari badai pandemi,” pungkas Owner Pendopo Kembang Kopi di Glagah Ombo, Sumbersuko, Wagir, Kabupaten Malang ini. (Had/Red)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Seminar Nasional PPKn UMM Gaungkan Revitalisasi Nilai Pancasila Melalui Kearifan Lokal

1 Juli 2026 - 21:31 WIB

Refleksi Hari Bhayangkara: UU Polri Diuji di Malang Raya, Antara Capaian, Catatan, dan Tuntutan Reformasi

30 Juni 2026 - 09:41 WIB

Amartya Bhumi Kepanjian Soroti Tiga Isu Krusial: Budaya Lokal Tergerus, Sejarah Terancam Hilang, Generasi Muda Perlu Edukasi

29 Juni 2026 - 20:43 WIB

UIBU Hadirkan Heppiee Interactive Learning, Cara Seru Tanamkan Nilai Anti-Bullying bagi Calon Guru

27 Juni 2026 - 18:34 WIB

Gempa M5,3 Pacitan Terasa hingga Malang, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

27 Juni 2026 - 17:12 WIB

Lewat Warm Shower di Bali, Pegowes Asal Klaten Gaungkan Justice for Kanjuruhan ke Penjelajah Sepeda Dunia

27 Juni 2026 - 14:44 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !