Pegowes 'Justice for Kanjuruhan’ Tiba di New Delhi, "Disergap" Cuaca Panas - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 2 Jun 2024 13:52 WIB ·

Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Tiba di New Delhi, “Disergap” Cuaca Panas


 Pegowes 'Justice for Kanjuruhan' Narendra Wicaksono tiba di KBRI di New Delhi. (IG Narendra) Perbesar

Pegowes 'Justice for Kanjuruhan' Narendra Wicaksono tiba di KBRI di New Delhi. (IG Narendra)

BACAMALANG.COM – Narendra Wicaksono, pegowes yang memperjuangkan keadilan untuk Tragedi Kanjuruhan telah tiba di New Delhi setelah melakukan perjalanan dengan pesawat terbang.

Setelah penerbangan selama 4 jam, pesawat mendarat di Indira Gandhi International Airport pada pukul 12.15 waktu India (GMT+5.30).

Narendra membawa perbekalan seperti biasa, yaitu satu tas untuk baju, satu tas untuk survival kit, dan sepeda. Sepeda dimasukkan ke dalam kardus dengan melepas ban depan dan stang agar semua tertata rapi dan sesuai dengan kuota bagasi yang ditetapkan oleh maskapai India Air, yaitu 30 kg. Narendra membeli tiket dengan mata uang Bath seharga 8727 Baht Thailand.

Narendra berusaha menjaga pola makan dan jam tidur. Namun, ia harus cepat beradaptasi dengan iklim di India, yang saat ini mengalami musim panas dengan suhu rata-rata harian mencapai 47 derajat Celcius.

Setelah mendarat, Narendra menunggu lama untuk cargo sepedanya yang keluar paling akhir. Setelah merangkai sepeda di bagian luar bandara, ia berusaha menemukan gerai penukaran mata uang asing agar bisa membeli SIM card India dan terkoneksi dengan internet. Namun batal karena terkendala aturan pemerintah yang membutuhkan banyak waktu untuk mengurusnya.

Dari bandara Indira Gandhi, Narendra menuju Sadar Bazar Paharganj untuk menukarkan uang dan melanjutkan perjalanannya.

Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Narendra Wicaksono bersama Staf Protokoler KBRI Ikhsan di New Delhi. (IG Narendra)

Ia bergegas menuju Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia New Delhi yang berada di Chanakyapuri.

Ia menceritakan hal mengesankan selama perjalanan di pesawat. Dirinya merasa puas dengan pelayanan India Air di mana cargo sepeda ditangani dengan baik dan tidak dikenai biaya tambahan untuk dimensi yang besar.

Semenjak dari Thailand ia sudah bertemu dengan banyak orang dari India dirinya berkenalan dan banyak dari mereka yang terkesan saat ia menyebutkan nama, karena namanya ternyata sama seperti Perdana Menteri India yaitu Narendra Modi.

Sesampai di KBRI di New Delhi, ia disambut oleh Ikhsan, merupakan staff yang bekerja di bagian protokol konsuler. Ia memperkenalkan diri dan menyampaikan misi perjalanan untuk menggalang solidaritas nasional bagi korban Tragedi Kanjuruhan.

“Beliau menyarankan saya untuk bertemu langsung dengan teman-teman mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India,” tandasnya.

Ia menjelaskan rencana selanjutnya bermalam di apartemen teman-teman mahasiswa PPI India dan berdiskusi cukup banyak.

Selanjutnya ia merencanakan rute perjalanan menuju Pakistan dan ia berharap banyak bisa melalui kota-kota yang menjadi latar tempat dalam epos Ramayana dan Mahabharata.

“Teman-teman PPI India secara ramah dan terbuka menawarkan saya untuk tinggal di apartemennya kapanpun saya mau. Dan dengan senang hati akan mengantarkan saya ke tempat-tempat menarik di New Delhi,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan rencana berapa lama di India. Ia berharap secukupnya untuk berada di negara ini. Karena negara ini adalah negara yang menjadi cita-cita untuk ia kunjungi sejak kecil.

Ia mempunyai teman seorang dalang wayang di Kota Solo yang menitipkan misi kepadanya untuk mengunjungi kota-kota yang menjadi latar tempat dalam epos Ramayana dan Mahabharata.

“Sejauh ini saya berencana untuk mengunjungi Kota Vrindavan, Hastinapur, dan Kurukhsetra,” tukasnya.

Narendra menceritakan, cuaca benar-benar ekstrem suhu sangat panas dan terkadang jika angin berhembus terlalu kencang akan ada pasir yang beterbangan.

“Saya disergap cuaca panas di New Delhi. Karenanya saya harus pandai jaga kesehatan dan stamina,” imbuhnya.

Dijelaskannya, warga India terbiasa beraktivitas pada malam hari saat musim panas seperti ini.

Seperti diketahui, dalam berita sebelumnya, Narendra Wicaksono telah memulai perjalanan bersepeda dari Klaten menuju Makkah, sambil menuntut keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan. Kini, perjalanannya telah membawanya sampai ke New Delhi, India.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 93 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Mediasi Kasus Limbah Biogas Jianto, Kuasa Hukum Pelapor Tegaskan Proses Hukum Tetap Berlanjut

6 November 2026 - 22:02 WIB

Siaga Hadapi Banjir hingga Longsor, Polresta Malang Kota Libatkan 357 Personel Gabungan

6 November 2026 - 21:25 WIB

Jum’at Berkah ke-14, Aremania Jodipaness Pererat Silaturahmi Lintas Komunitas

6 November 2026 - 20:55 WIB

Pascapenyadapan Komunikasi Presiden: Bersih-bersih Institusi Atau Perang Kekuasaan?

6 November 2026 - 20:43 WIB

Kukuhkan Lima Profesor Baru, UB Hadirkan Gagasan Inovatif di Bidang Hukum hingga Perdamaian

6 November 2026 - 20:19 WIB

Buron Curanmor Tajinan Dibekuk di Madura, Motor Korban Diubah Warna dan Nomor Mesin Digerinda

6 November 2026 - 18:48 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !