Pegowes 'Justice for Kanjuruhan' Cerita Pengalaman Lucu di New Delhi - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 3 Jun 2024 12:57 WIB ·

Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Cerita Pengalaman Lucu di New Delhi


 Pegowes 'Justice for Kanjuruhan' Narendra Wicaksono berfoto di apartemen tempat ia bermukim selama di kota ini. (IG Narendra) Perbesar

Pegowes 'Justice for Kanjuruhan' Narendra Wicaksono berfoto di apartemen tempat ia bermukim selama di kota ini. (IG Narendra)

BACAMALANG.COM – Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Narendra Wicaksono membagikan beragam cerita pengalaman setelah menginjakkan kaki di New Delhi.

Dalam kesempatan berada di negeri yang mempunyai tokoh fenomenal Mahatma Gandhi ini, pemuda tangguh asal Klaten ini mendapat sambutan hangat dari warga.

Termasuk saat ia bersepeda di tengah perjalanan dan dihentikan seorang pengemudi mobil bernama Rahul yang bersimpati atas perjuangan yang dilakukan Narendra.

Rahul turun dari mobilnya dan dengan ramah memberikan sapaan serta memperkenalkan diri kepada pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai ojol ini.

Tak berselang lama, Rahul mengajak Narendra untuk berfoto bersama sebagai wujud persahabatan dan solidaritas sesama manusia di muka bumi ini. Usai berfoto keduanya berpisah melanjutkan perjalanan ke masing-masing tujuan.

Setelah tiba di tujuan, salah seorang mahasiswa PPI, Fikri menyambut Narendra dengan penuh rasa keakraban.

Narendra menyempatkan mendokumentasikan apartemen tempat ia bermukim selama di kota ini.

“Ini view apartment yang aku tinggali di New Delhi. Gimana Proletariat bangett kan,” tulis Narendra dalam story WA nya.

Tak lama kemudian, Fikri mengajak Narendra menjelajahi sudut Kota New Delhi tepatnya di daerah Zakir Nagar, sembari mencoba kuliner yang dijual warga sekitar.

Bersama Fikri, Narendra mencoba penganan Phaya yakni semacam gulai dari bahan kaki kerbau dengan roti gandum sebagai makanan pokok dan Bheja yang tak lain seperti kari ayam di Indonesia yang terbuat dari otak kerbau.

Narendra terkesan dengan salah satu pemandangan dan suasana di New Delhi yang padat dan diliputi suasana hiruk pikuk, padat dan semrawut namun terasa indah dan colourfull.

Untuk mengabadikan momen ini, Narendra memposting menjadi story IG dengan kata-kata yang “digdaya” dan powerfull.

“Perjalanan ini adalah milik semesta, milik semua makhluk dan milik kamu juga. Setia komentar adalah pelukan dukungan. Mari kita rayakan setiap momen persahabatan menembus ruang dan batas negara!,” tulis Narendra di postingan story IGnya.

Sebagai pemuda Nusantara yang taat beribadah, Narendra tak lupa bermunajat kepada Ilahi untuk keselamatan diri dan semua makhluk yang terucap dalam doa usai salat lima waktu.

Ia menuturkan, dirinya sempat mendapatkan pengalaman lucu saat Salat Subuh di sebuah masjid di New Delhi.

“Ada kejadian lucu di masjid saat saya Salat Subuh, pukul 03.40, setelah menonton final liga Champions,” tutur Narendra.

Meski badan capek karena penerbangan dan gowes, ia tetap menjalankan Salat Subuh.

“Saya keceplosan menyebutkan nama saya Narendra tanpa menyebutkan sama panggilan yang lebih Islam yaitu Hendra, saat seorang baba (sebutan untuk kakek) menanyakan nama dan asal negara/tempat kelahiran,” urainya.

Selanjutnya yang terjadi di luar dugaan. Menilai nama Narendra itu Hindu banget, bahkan sama dengan PM India (Narendra Modi), spontan ekspresi baba itu langsung bersikap aneh.

“Seakan ingin memastikan bahwa aku benar-benar seorang Muslim, lalu beliau meminta saya membaca Al Fatihah. Seakan tidak puas, beliau meminta saya untuk mengambil Al Qur’an dalam rak membaca halaman pertama surat Al Baqarah dan beliau menyimak secara intens hingga 2 halaman dan beliau berkata cukup sambil menepuk pundak saya,” tutupnya.

Seperti diketahui, dalam berita sebelumnya, Narendra Wicaksono telah memulai perjalanan bersepeda dari Klaten menuju Makkah, sambil menuntut keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan. Kini, perjalanannya telah membawanya sampai ke New Delhi India.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 105 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Mediasi Kasus Limbah Biogas Jianto, Kuasa Hukum Pelapor Tegaskan Proses Hukum Tetap Berlanjut

6 November 2026 - 22:02 WIB

Siaga Hadapi Banjir hingga Longsor, Polresta Malang Kota Libatkan 357 Personel Gabungan

6 November 2026 - 21:25 WIB

Jum’at Berkah ke-14, Aremania Jodipaness Pererat Silaturahmi Lintas Komunitas

6 November 2026 - 20:55 WIB

Pascapenyadapan Komunikasi Presiden: Bersih-bersih Institusi Atau Perang Kekuasaan?

6 November 2026 - 20:43 WIB

Kukuhkan Lima Profesor Baru, UB Hadirkan Gagasan Inovatif di Bidang Hukum hingga Perdamaian

6 November 2026 - 20:19 WIB

Buron Curanmor Tajinan Dibekuk di Madura, Motor Korban Diubah Warna dan Nomor Mesin Digerinda

6 November 2026 - 18:48 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !