BACAMALANG.COM – Warga di Jalan Batu Amaril RT 007 RW 004, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dikejutkan dengan adanya temuan jenazah bayi yang mengambang di Sungai Bango, pada Sabtu (13/7/2024) malam kemarin.
Suhartono (55) salah seorang warga sekitar, menjelaskan kronologi penemuan jenazah bayi tersebut.
“Pada Sabtu (13/7/2024) sekira pukul 17.26 WIB, ada seseorang yang sedang memancing di sungai minta tolong ke saya. Dia bilang, melihat sesuatu sepertinya jenazah manusia yang tersangkut ranting bambu di sungai,” ujarnya, Sabtu (13/7/2024).
Sekira pukul 19.36 WIB, ia bersama warga lainnya langsung mendatangi lokasi temuan jenazah. Ternyata, jenazah itu berada di sisi timur sungai.
“Kebetulan ada tetangga yang juga anggota relawan, akhirnya saya ajak dan kami pun mencebur ke sungai. Setelah didekati dan saya cek, ternyata itu jenazah bayi dengan kondisi tengkurap,” jelasnya.
Kalau melihat ciri-cirinya, jenazah bayi itu berjenis kelamin perempuan lengkap dengan ari-ari atau tali pusarnya yang masih menempel.
“Jenazah bayi itu, berjenis kelamin perempuan tidak terbalut sehelai kain apapun. Tali pusarnya masih melingkar dan kondisinya sudah membengkak semuanya. Kalau untuk usianya, diperkirakan baru berumur 1 hari,” terangnya.
Kemudian, pihaknya segera menghubungi petugas kepolisian. Tidak berselang lama, anggota Polsek Blimbing tiba di lokasi.
“Setelah dilihat, ternyata posisi jenazah bayi itu masuk wilayah Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Sekira pukul 21.00 WIB, petugas mengevakuasi jenazah bayi tersebut lewat Jalan Kapiworo Gang 1,” ungkapnya.
Untuk informasi, Sungai Bango merupakan sungai yang menjadi pembatas wilayah antara Kota Malang dan Kabupaten Malang. Pada bagian sisi barat masuk wilayah Kota Malang, sedangkan sisi timurnya masuk wilayah Kabupaten Malang.
Dari informasi yang diperoleh, jenazah bayi tersebut dievakuasi dan langsung dibawa ke Kamar Jenazah RS Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto membenarkan adanya penemuan jenazah bayi tersebut.
“Iya, memang benar. Namun setelah dicek, ternyata wilayahnya masuk wilayah Kabupaten Malang lebih tepatnya Kecamatan Pakis. Sehingga, untuk proses evakuasi serta penanganan lebih lanjut ditangani oleh Polsek Pakis,” tandasnya.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki



















































