UB Bebaskan IPI dan Beri Bantuan UKT bagi Maba Difabel Jalur SMPD - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 14 Agu 2024 14:05 WIB ·

UB Bebaskan IPI dan Beri Bantuan UKT bagi Maba Difabel Jalur SMPD


 Dua mahasiswa baru difabel saat mengikuti PKKMB di Universitas Brawijaya, Senin (12/8/2024). (Nedi Putra AW) Perbesar

Dua mahasiswa baru difabel saat mengikuti PKKMB di Universitas Brawijaya, Senin (12/8/2024). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) memberikan kebijakan bebas pembayaran Iuran Pengembangan Institusi (IPI) bagi Mahasiswa Baru Difabel (Madif) yang diterima melalui jalur Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas (SMPD).

Hal ini disampaikan Kepala Subdirektorat Layanan Disabilitas (SLD) Zubaidah Ningsih AS., Ph.D, yang mengatakan, bahwa kebijakan yang baru saja diberlakukan tahun 2024 ini, tidak hanya memberlakukan bebas IPI tapi bantuan biaya UKT.

“Pemerintah juga menawarkan beasiswa ADIK namun baru bisa diakses di semester satu, sehingga pimpinan UB memberi kebijakan tersebut. Ini sebagai bentuk dukungan beasiswa UB kepada mahasiswa difabel,” papar Zubaidah,  Senin (12/8/2024).

Sebagai informasi, tahun ini UB menerima 19 mahasiswa difabel, di mana 15 orang diterima melalui jalur Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas (SMPD), dan empat mahasiswa dari jalur SNBP dan SNBT. Mereka terdiri dari ADHD (1 orang), Tunadaksa (6 orang), Tuli (8 orang), Tunanetra (3 orang), dan Slow Learner (1 orang).

Mereka tersebar di sejumlah fakultas, mulai Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Teknik, Fakultas MIPA, dan Fakultas Vokasi.

Sebagai kampus inklusi, UB menerima mahasiswa difabel mulai tahun 2012. Selama perkuliahan, SLD memberikan fasilitas berupa pendampingan, dosen yang sudah dilatih untuk mengajar mahasiswa difabel, mobil kursi roda untuk mobilisasi di kampus, screen reader untuk membantu teman netra membaca buku atau materi perkuliahan, serta coaching class untuk pembelajaran intensif, melatih critical thinking, persiapan TOEFL, dan penyusunan skripsi. Terkait mental intelektual, SLD juga bekerja sama dengan Unit Konseling untuk pendampingan psikolog.

Sementara itu, pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya (PKKMB UB) Tahun Akademik 2024/2025 digelar selama tiga hari, Senin-Rabu (12-14/09/2024). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa baru (maba) tahun ini mendapat tugas membuat video perkenalan menggunakan bahasa isyarat.

Zubaidah juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa difabel dalam kepanitiaan, termasuk memberi pembekalan disability awareness kepada 200 supervisor cluster.

“Saya merasa senang dengan perkembangan ini karena mahasiswa disabilitas sudah mampu berkarya bersama dengan teman-temannya diwujudkan dengan kerja sama mereka di panitia PKKMB,” kata Zubaidah.

Wanita berhijab ini menuturkan, dalam mempersiapkan PKKMB 2024, SLD mendata dan mengakumulasi kebutuhan maba difabel, seperti kebutuhan Juru Bahasa Isyarat (JBI), pendampingan, atau pengetik cepat.

“Tidak semua teman tuli bisa bahasa isyarat, sehingga kami menyediakan sembilan pengetik cepat agar maba difabel memahami materi yang disampaikan, yang dituliskan secara langsung di Google Docs. Kami juga menyediakan dua belas JBI, pendamping untuk tuna netra, pendorong kursi roda, serta pendamping untuk ADHD dan slow learner. Semua ini untuk memfasilitasi agar mahasiswa difabel tetap fokus mengikuti PKKMB,” tandasnya.

Ketua Pelaksana Rangkaian Acara Jelajah Almamater UB (RABRAW) 2024 Muhammad Zaki Ibrahim mengatakan, pemberian tugas tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan inklusi-disabilitas di kampus.

“Kepanitiaan RABRAW tahun ini melibatkan beberapa mahasiswa difabel, dan penugasan untuk maba juga lahir dari inisiatif panitia difabel. Ini sebagai salah satu implementasi inklusivitas di kampus,” pungkas Zaki.

Pewarta : Nedi Putra AW

Editor: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 175 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Mediasi Kasus Limbah Biogas Jianto, Kuasa Hukum Pelapor Tegaskan Proses Hukum Tetap Berlanjut

6 November 2026 - 22:02 WIB

Siaga Hadapi Banjir hingga Longsor, Polresta Malang Kota Libatkan 357 Personel Gabungan

6 November 2026 - 21:25 WIB

Jum’at Berkah ke-14, Aremania Jodipaness Pererat Silaturahmi Lintas Komunitas

6 November 2026 - 20:55 WIB

Pascapenyadapan Komunikasi Presiden: Bersih-bersih Institusi Atau Perang Kekuasaan?

6 November 2026 - 20:43 WIB

Kukuhkan Lima Profesor Baru, UB Hadirkan Gagasan Inovatif di Bidang Hukum hingga Perdamaian

6 November 2026 - 20:19 WIB

Buron Curanmor Tajinan Dibekuk di Madura, Motor Korban Diubah Warna dan Nomor Mesin Digerinda

6 November 2026 - 18:48 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !